On Sun, 21 Sep 2008 10:13:55 +0700 Rusmanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Yanmarshus wrote: > > > > Kusmanto adalah seorang yang sangat mendukung gerakan free software. > > Kusmanto menggunakan komputer dengan sistem operasi Freedos. > > Kusmanto tidak menggunakan komputer dengan sistem operasi GNU/Linux. > > > > Dengan contoh di atas, Kusmanto tidak tepat ikut dalam KPLI, > > sebab persyaratannya adalah menggunakan GNU/Linux, > > sedangkan Kusmanto tidak menggunakan GNU/Linux. > > > > Apakah contoh dan kesimpulan saya di atas cukup tepat ? > > Tepat sekali kalau kita bicara KPLI. :) > Meskipun masih ada abu-abu-nya, yaitu komunitas dalam arti luas > tidak hanya pengguna, tapi juga pengembang dan pendukung/simpatisan. Ya, pak Rus. Saya memang hanya mengurai kekurangpahaman saya dalam lingkup KPLI. Sampai disini sudah ada titik terang, bahwa kernel Linux memang mempunyai peran utama dalam KPLI. Jelas, bahwa Linux yang menjadi identitas kelompok ini. Sehingga slogan "Bhinneka Tunggal Kernel" yang sering muncul dalam KPLI tentu saja mempunyai makna yang tepat. > Catatan: > Saya menulis berdasar web, HowTo, wiki, dan kesepakatan2 yang ada, > bukan atas keinginan/selera pribadi semata. :) Kalau catatan ini muncul karena saya pakai nama Kusmanto, saya tidak bermaksud bermain-main dengan nama Rusmanto lho. Itu hanya ilustrasi saja. Maaf sekali lagi :-) > Sebagai bahan bacaan selain www.linux.or.id lihatlah > www.li.org, www.linux.org, www.linux.com, www.tldp.org > Sebagai perbandingan, baca juga www.fsf.org dan www.opensource.org. > Dari semua bacaan di atas, akan terlihat jelas beda dan irisan2 antara > Linux, Free Software, dan Open Source Software. Sudah sering saya baca pak Rus. Entah makin paham, atau makin kabur, ah itu urusan nanti lagi. Mungkin pembacaan hari ini bisa beda dengan besok. Mudah-mudahan ini satu contoh terakhir saya untuk thread ini. Semoga tidak dianggap bertele-tele. Di suatu waktu entah kapan, kernel Linux mengalami forking. Kernel Linux yang sekarang tetap terus dengan nama Linux, dan forking yang baru bernama Tinux. Sebagian anggota KPLI ternyata lebih cocok menggunakan kernel Tinux, dan tidak lagi memakai kernel Linux. Saya sebut saja sekarang ada dua sistem operasi GNU/Linux dan GNU/Tinux. Sesuai dengan kesimpulan saya bahwa identitas utama KPLI adalah Linux, tentu pemakai GNU/Tinux perlu membuat nama dan kelompok baru yaitu KPTI. Mudah2an contoh terakhir, membereskan kekusutan yang tidak perlu ini. -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

