Friends, seorang rekan wanita yang belum pernah bertemu saya tiba2 mengirimkan 
email via japri, sbb:
 
+
 
Om Leo, Saya bingung dan butuh berbicara pada seseorang, dan itu adalah Om Leo. 
Ada dilema yg saat ini terjadi. Dan saya berharap bisa diurai kekusutannya 
dengan menulis email kepada Om Leo. Saya harap ini tidak merepotkan Om Leo.

Om Leo, Sudah sebulanan ini kepercayaan terhadap tuhan itu meluntur. Dan semua 
hal itu dari hancurnya kepercayaan terhadap agama dan orang yg dianggap nabi 
dalam agama yg saya warisi dari orang tua. Semua itu dikarenakan kecelakaan 
membaca situs faithfreedom. Gara2 menelusuri apa yg mereka tulis saya tidak 
menemukan jalan untuk jadi umat yg baik.Yang mencintai tuhan. Yang mencintai 
nabi. Intinya kepercayaan itu telah menguap.

Sekarang rasa muak menguasai untuk hal bernama agama. Hampir tak peduli pada yg 
namanya tuhan, yhvh, allah swt, hyang widi dsb, terserah orang mau memanggil 
'Sesuatu' itu dengan nama apa. Mungkin 'Sesuatu' itu ada, mungkin juga tidak. 
Saya hampir putus asa untuk percaya jualan kecap para ulama mengenai 
ke-Mahapengasihan, ke-Mahapenyayangan, dan ke-, ke- yg lain.

Om Leo, Apa yg harus saya katakan kepada orang2 di sekitar mengenai 
ketidakpercayaan ini?Haruskah saya katakan jujur? atau lebih baik saya 
berpura-pura? Karena sulit membayangkan reaksi orang2 jika mengetahui ini. 
Mungkin akan ada cap sesat, kafir, murtad dll. Maukah Om Leo membantu memberi 
saran? Terima kasih atas perhatian Om Leo kepada email ini.

+
 
JAWABAN SAYA:
 
Thanks Mbak, bilang aja so what gitu lho ! ... Apa yang anda alami merupakan 
hal yang biasa2 saja, wajar2 saja. Semua agama2 itu isinya memang REKAYASA 
belaka. Manusia itu paling pintar ber-imajinasi, ber-fantasi, apalagi kalau 
pakai nama Tuhan / Allah. Kita BISA berfantasi apa saja tentang Allah karena 
yang namanya Allah akan diam saja. Kenapa diam saja ? Jawab: Karena "Allah" 
disitu merupakan hasil imajinasi manusia belaka. Manusia akan bilang bahwa 
Allah benci sama orang yang makan daging babi dan masuk ke gereja menyembah 
Tuhan Yesus yang manusia biasa2 saja tidak ada bedanya dengan anda dan saya. 
Tetapi "Allah" yang ngomong di gereja2 itu akan bilang bahwa banyak manusia 
dikuasai oleh "Setan" sehingga berbondong-bondong pergi ke Mekah dan jingkrak2 
keliling Kabah. Nah, Allah itu BOLEH SAJA berbicara seperti itu. Namanya sama 
saja, ada Allah yang ngomong di mesjid, dan ada Allah yang ngomong di gereja. 
Allah yang ngomong di mesjid bilang bahwa Allah
 yang di gereja itu Setan. Allah yang di gereja bilang bahwa Allah yang di 
mesjid itu Setan. So, kesimpulannya apa ? ... Ya, benar, 100 untuk anda. 
Kesimpulan: Allah = Setan.
 
Allah = Setan karena Allah itu merupakan hasil IMAJINASI manusia belaka. Setan 
juga merupakan hasil IMAJINASI manusia belaka. Kita mau bilang apapun tentang 
Allah is oke karena Allah akan diam saja. Setan juga akan diam saja ketika kita 
bilang bahwa dia "memberontak" terhadap Allah dan tidak mau sujud kepada Adam 
(another tokoh dalam Imajinasi)... -- Agama2 itu merupakan hasil CIPTAAN 
manusia belaka yang tujuannya untuk mengontrol pikiran anda dengan iming2 
berupa Sorga dan ancaman berupa Neraka. Di jaman dahulu, anda itu HARUS percaya 
apa yang dikatakan oleh para ulama itu, kalau anda tidak percaya maka anda akan 
dihukum: bisa dipenggal, bisa dibakar hidup2, bisa dirajam, bisa dipenjara, 
segala macam itu BISA dilakukan supaya anda percaya. Dan semuanya itu dilakukan 
BUKAN demi akhirat atau dunia setelah kita mati, melainkan demi pengekalan 
kekuasaan para ulama (dan raja2 juga) di dunia ini saja. Semuanya itu 
keduniawian belaka, walaupun para ulama itu
 akan sumpah serapah bahwa mereka itu melakukan amal ibadah demi pahala di 
Sorga. Sorga itu cuma KONSEP doang. Neraka juga konsep doang. Semuanya itu cuma 
konsep agar pikiran anda bisa disetir sehingga anda akan merasa "berdosa" kalau 
tidak mengikuti apa yang diajarkan para ulama itu.
 
Nah, faithfreedom itu menuliskan apa adanya saja, bahwa agama2 itu MEMANG 
buatan manusia. Memang buatan manusia kok. Makanya saya bilang bahwa Allah di 
Arab itu BISA benci daging babi, dan Allah di Bali itu doyan banget sama daging 
babi. Sama2 Allah yang maha kuasa, tetapi sifatnya berbeda karena DICIPTAKAN 
oleh orang yang berbeda. Kita semua sudah tahu itu, dan kita tidak akan lagi 
perduli apa yang diucapkan atau dituliskan oleh orang2 yang jualan kecap 
bernama agama2 itu. Biar saja, mereka juga punya HAM untuk jualan kecap benama 
agama. Tetapi kita juga memiliki HAM untuk tidak membeli kecap. Saya tidak 
doyan kecap, dan saya tidak mau makan pakai kecap. Tetapi ternyata saya tetap 
BISA HIDUP, walaupun tidak makan kecap yang bernama agama, dan walaupun para 
ulama2 itu sudah sumpah serapah bahwa saya tidak akan bisa hidup kalau saya 
tidak mau makan kecap bermerek agama mereka. Tetapi buktinya saya tetap hidup, 
dan baik2 saja malahan.
 
So, solusinya apa ? ... Menurut saya solusinya adalah BE YOURSELF. Jadilah diri 
anda sendiri. Anda tahu bahwa kita itu memang CONNECTED dengan sesuatu yang 
lebih tinggi, walaupun sesuatu itu TIDAK HARUS kita namakan sebagai "Allah", 
sebagai "Tuhan", sebagai "Sang Hyang Widhi". Kita tidak harus menamakan sesuatu 
itu. Kita cukup tahu bahwa kita memang selalu menyatu dan tidak akan bisa 
terpisahkan dari sesuatu yang selalu ada, dan akan tetap ada, yang abadi 
selama-lamanya.
 
Silahkan anda SHARING apa yang anda yakini. Sharing saja kepada orang2 yang 
sudah siap. Kalau menghadapi orang2 yang belum siap, ya kita cukup considerate 
lah. Kasihan kalau kita bilang langsung bahwa agama orang itu cuma kecap 
belaka, walaupun memang benar cuma kecap belaka. Anda, saya, dan banyak teman 
di Milis SI ini sudah siap, tetapi cukup banyak juga mereka yang ada di luar 
sana belum siap dan merasa "yakin haqqul yakin" bahwa Allah ada di Sorga dan 
sedang MENGHITUNG amal dan ibadah dengan cara seksama agar mereka yang benar2 
berbakti akan memperoleh tempat di sisi-Nya. 
 
Anda harus mengatakan apa ? ... Bilang saja bahwa anda ENJOY menjadi diri anda 
sendiri, dan anda tidak perduli apa yang dikatakan oleh ulama2 itu. Bilang saja 
seperti itu kalau anda DITANYA. Kalau anda ditanya anda akan jawab, tetapi 
kalau anda tidak ditanya, ya anda juga bisa enjoy saja TANPA perlu merasa syiar 
kecap seperti dilakukan oleh orang2 agama itu yang kita semua SUDAH TAHU 
bukannya membuat orang menjadi damai sejahtera melainkan menjadi muak karena 
tahu bahwa segalanya itu cuma buatan belaka, tetapi di-iklankan sebagai 
"kebenaran".
 
Kebenaran atau "the truth" itu adalah DIRI ANDA SENDIRI. Apa yang mau anda 
percayai, anda percayailah, itu HAM yang ada di diri anda. Tidak ada orang 
lainpun yang berhak untuk memaksa anda untuk percaya pada hal2 yang anda sudah 
tidak percayai lagi, apalagi terhadap hal2 yang jelas merupakan isapan jempol 
seperti syiar agama itu.
 
Leo

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke