Leo wrote: 
Saya sendiri yakin semua agama2 itu BUATAN manusia saja, isinya fantasi atau 
imajinasi saja, yang gunanya untuk mengontrol pikiran manusia agar gampang 
disetir oleh para ulama (dan juga penguasa). So, yang namanya "Allah" itu 
merupakan produk imajinasi manusia. "Setan" juga produk imajinasi manusia. 
Surga dan Neraka juga produk imajinasi manusia.
=====================
HMNA:
Yang ditulis Leo itu cuma imajinasi, wishful thinkingnya Leo saja. He, Leo mana 
buktinya ? Hayo buktikan secara obyektif itu bukan imajinasi ! Agama Islam 
referensnya dari divine authorship. Kau punyalah omong-kosong besar di milis 
ini yang hasil ilusi, karena tidak bisa ditunjukkan secara faktual. Orang lain 
tidak dapat menyaksikan apa yang Leo omong-kosongkan itu.

Al-Walid ibn Al-Mughirah pernah berkata: Al-Quran itu tidak lain hanya omongan 
hasil khayal manusia. Maka kepada Al-Mughirah yang dahulu, dan semacam 
Al-Mughirah dewasa ini serta yang akan datang, yang bervisi Al-Quran itu "man 
made", Allah memberikan "sengatan", dalam FirmanNya:
-- LWAht LLBSYR .'ALYHA TS'AT 'ASYR(74:29-30), artinya:
-- Sengatan bagi manuia. Padanya sembilan belas.

Jadi sengatan itu berupa bilangan interlock yang mengontrol Teks Al-Quran, 
yaitu sistem keterkaitan matematis angka 19.

For the first time in history we have a scripture with built-in proof of divine 
authorship - a mathematical composition.
THE SIMPLE and COMPLEX FACTS
Like the Quran itself, the Quran's mathematical coding ranges from the very 
simple, to the very complex. The Simple Facts are those observations that can 
be ascertained without using any tools. The complex facts require the 
assistance of a calculator or a computer. The following facts do not require 
any tools to be verified, but please remember they all refer to the original 
Arabic text:

1. The first verse (1:1), BSM ALLH ALRHMN ALRHYM consists of 19 letters.
2. The Quran consists of 114 suras, which is ..............19 x 6.
3. The total number of verses in the Quran is 6346, or ....19 x 334. [6234
numbered verses & 112 un-numbered verses, 6234+112 = 6346] Note that 6+3+4+6 = 
19.
4. BSM ALLH ALRHMN ALRHYM occurs 114 times, despite its conspicuous absence 
from Sura 9 (it occurs twice in Sura 27) & 114= 19x6.
5. From the missing BSM ALLH ALRHMN ALRHYM of Sura 9 to the double BSM ALLH 
ALRHMN ALRHYM of Sura 27, there are precisely 19 suras.
6. It follows that the total of the sura numbers from 9 to 27 
(9+10+11+12+...+26+27) is 342 = 19 x 18.
7. This total (342) also equals the number of words between the two BSM ALLH 
ALRHMN ALRHYM of Sura 27, and 342 = 19 x 18.
8. The famous first revelation (96:1-5) consists of 19 words.
9. This 19-worded first revelation consists of 76 letters .19 x 4.
10. Sura 96, first in the chronological sequence, consists of 19 verses.
11. This first chronological sura is placed atop the last ..19 suras.
12. Sura 96 consists of 304 Arabic letters, and 304 equals .19 x 16.
13. The last revelation (Sura 110) consists of 19 words.
14. The first verse of the last revelation (110:1) consists of 19 letters.
15. 14 different Arabic letters, form 14 different sets of "Quranic Initials" 
(such as A.L.M. of 2:1), and prefix 29 suras. These numbers add up to 14+14+29 
=   
      57 = 19 x 3.
16. The total of the 29 sura numbers where the Quranic Initials occur is 
2+3+7+...+50+68 = 822, and 822+14 (14 sets of initials) equals 836 = 19 x 44.
17. Between the first initialed sura (Sura 2) and the last initialed sura (Sura 
68) there are 38 un-initialed suras, and 38 = 19 x 2.
18. Between the first and last initialed sura there are 19 sets of alternating 
"initialed" and "un-initialed" suras.
19. The Quran mentions 30 different numbers: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 
12, 19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 1000, 2000, 3000, 5000, 
50,000, & 100,000. The sum of these numbers is 162146 = 19 x 8534.
This is a condensed summary of the Simple Facts.

Yang berikut FAKTA yang KOMPLEKS, mesti pakai kompyuter. Yaitu kode
matematis Al-Muqaththa'aat (potongan-potongan huruf), qaidah numerik seperti
berikut:

Pertama, Kaitan numerik jumlah Surah yang dibuka dengan Al-Muqaththa'ah
(satu huruf) dan Al-Muqaththa'aat (banyak huruf) ditambah dengan jumlah
Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat ditambah dengan jumlah huruf-huruf yang
membentuk Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat, maka jumlah keseluruhan itu
kelipatan 19.

Kedua, Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat yang membuka sebuah Surah
setelah BSM ALLH ALRHMN ALRHYM memberikan isyarat bahwa jumlah huruf dalam
Surah dan Surah-Surah bersangkutan adalah kelipatan 19.

Ketiga, huruf dan huruf-huruf persekutuan yang membentuk Al-Muqaththa'ah
dan/atau Al-Muqaththa'aat yang terdapat dalam semua Surah yang sama-sama
memiliki huruf dan/atau huruf-huruf persekutuan tersebut, jumlahnya adalah
kelipatan 19.

Keempat, jumlah huruf atau huruf-huruf yang dinyatakan oleh Al-Muqaththa'ah
dan Al-Muqaththa'aat dalam beberapa Surah yang sama-sama memiliki
Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat tersebut, adalah kelipatan 19.

Fakta-fakta dari keempat qaidah tsb mesti pakai kompyuter:

Qaidah pertama:
Ada 29 surah yang dibuka dengan Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat sesudah
Basmalah, yaitu Surah-Surah ke- 2, 3, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26,
27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, 68.
Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat itu 14 buah, yaitu:

Al-Muqaththa'ah dan       Menempati
Al-Muqaththa'aat            Nomor-nomor Surah
------------------------------------------------
1.Alif-Lam-Mim                 (2,3,29,30,31,32)
2.Alif-Lam-Ra                    (10,11,12,14,15)
3.Alif-Lam-Mim-Ra            (13)
4.Alif-Lam-Mim-Shad         (7)
5.ha,Mim                            (40,41,43,44,45,46)
6.'Ain,Sin,Qaf ha,Mim        (42)
7. Tha,Sin                          (27)
8.Tha-Sin-Mim                  (26,28)
9. Kef-Ha-Ya-'Ain-Shad   (19)
10.Ya-Sin                         (36)
11.Tha-Ha                        (20)
12.Shad                            (38)
13.Qaf                              (50)
14.Nun                             (68)

Huruf yang membentuk Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat 14 buah: (1)Alif,
(2)Lam, (3)Mim, (4)Ra, (5)Kef, (6)ha, (7)Ya, (8)'Ain, (9)Shad, (10)Tha,
(11)Sin, (12)Qaf, (13)Nun, (14) Ha.
Marilah kita jumlahkan angka 29 (jumlah Surah yang dibuka dengan
Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat), ditambahkan dengan 14 (jumlah
Al-Muqaththa'ah dan Al-Muqaththa'aat), ditambahkan lagi dengan 14 (huruf dan
huruf-huruf yang membentuk Al-Muqththa'ah dan Al-Muqaththa'aat, maka akan
diperoleh: 29 + 14 + 14 = 57 = 3 x 19.

Qaidah kedua:

Surah al-A'raaf (7)
Alif   Lam   Mim   Shad  Alif+Lam+Mim+Shad
2572   1523  1165  98    5358 = 19 x 282
*******

Surah Yuwnus (10)
Alif   Lam    Ra   Alif+Lam+Ra
1319   913   257   2489 = 19x131
*******

Surah al-Ra'd (13)
Alif   Lam   Mim    Ra  Alif+Lam+Mim+Ra
625    479   260    137  1501 = 19 x 79
******

Surah Tha-Ha (20)
Tha   Ha     Tha+Ha
28    314    342 = 19 x 18
*******

Surah Maryam (19)
Kef  Ha  Ya 'Ain  Shad  Kef+Ha+Ya+'Ain+Shad
137  168 345 122   26    798 = 19 x 42
*******

Surah Ya-sin (36)
Ya  Sin   Ya+Sin
48  237   285 = 19 x 15
*******

Surah asy-Syuwray (42)
ha   Mim 'Ain  Sin  Qaf ha+Mim+'Ain+Sin+Qaf
53   308   53   99  57    570 = 19 x 30
*******

Surah Qaf (50)
Qaf
57 = 19 x 3
*******

Surah alQalam (68)
Nun
133 = 19 x 6
*******


Qaidah ketiga:

Jumlah huruf Alif persekutuan yang terdapat dalam Surah-Surah 2, 3, 7, 10,
11, 12, 13, 14, 15, 29, 30, 31, 32 berturut-turut seperti berikut:
4592 + 2578 + 2572 + 1353 + 1402 + 1335 + 625 + 594 + 503 + 784 + 545 + 348
+ 268 = 17499 = 19 x 921

*******

Jumlah huruf Lam persekutuan yang terdapat dalam Surah-Surah 2, 3, 7, 10,
11, 12, 13, 14, 15, 29, 30, 31, 32 berturut-turut seperti berikut:
3204 + 1885 + 1523 + 912 + 788 + 812 + 479 + 452 + 323 + 554 + 396 + 298 +
154 = 11780 = 19 x 620
*******
Jumlah huruf Mim persekutuan yang terdapat dalam Surah-Surah 2, 3, 7, 13,
26, 28, 29, 30, 31, 32, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46 berturut-turut seperti
berikut:
2195 + 1251 + 1165 + 260 + 489 + 461 + 347 + 318 + 177 + 158 + 389 + 276 +
308 + 317 + 145 + 200 + 227 = 8683 = 19 x 457

*******
Jumlah huruf Ra persekutuan yang terdapat dalam Surah-Surah 10, 11, 12, 13,
14, 15 berturut-turut seperti berikut:
257 + 324 + 258 + 137 + 160 + 99 = 1235 = 19 x 65
*******
Jumlah huruf Shad persekutuan yang terdapat dalam Surah-Surah 7, 19, 38,
berturut-turut seperti berikut:
98 + 26 + 28 = 152 = 19 x 8
*******


Qaidah keempat

Tabel Alif,Lam,Ra
=================================
No.Surah        Alif     Lam   Ra    Alif+Lam+Ra
-------------------------------------------
10 Yuwnus    1319    913   257   2489
11 Huwd       1370    794   325   2489
12 Yuwsuf     1306    812   257   2375
14 Ibraahiym   585    452   160   1197
15 al-hijr         493    323     96     912
--------------------------------------------
Jumlah          5073  3294  1095  9462 = 19x498


Tabel Alif,Lam,Mim
===================================
No.     Surah      Alif      Lam    Mim   Alif,Lam,Mim
-----------------------------------------------------
 2   al-Baqarah   4592  3204   2195      9991
 3   Ali 'Imraan   2578  1885   1251      5714
 7   al-A'raaf      2572  1523   1165      5260
13   al-Ra'd         625    479     260      1364
29   al-'Ankabut  784    554     347      1685
30   al-Ruwm      545    396     318      1259
31   Luqmaan      348    298     177        823
32   al-Sajadah   268     154     158        580
        ------------------------------------------
         Jumlah   12312   8493   5871    26676  = 1404 x 19
==========================================================

Nah, itu bukti divine authorship dari Al-Quran, sebab secara faktual dapat 
ditunjukkan secara angka-angka, baik fakta yang sederhana bisa dihitung secara 
manusal, maupun fakta yang kompleks yang harus dihitung pakai kompyuter. Leo, 
Al-Quran itu bukan ilusi manusia, karena itu tidak bisa dibikin oleh manusia, 
more over, dahulu belum ada kompyuter..Belum ada notasi bilangan sistem desimal.

So, leo, no more monkey business, niet meer met die vervloekte omong-omong 
kosong dengan kowe punya ilusi !!!
Aquwlu qawliy hadza
Kukanang minne kanaya
Howgh
Nohetto

Al-Hajj Muhammad Nur 'Abdurrahman

  ----- Original Message ----- 
  From: leonardo rimba 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Sunday, August 17, 2008 10:00 AM
  Subject: [Mayapada Prana] Re: Om Leo, apa yg harus saya katakan?


        Dan rekan wanita yang sama mengirimkan sharing lanjutannya sbb:

        +

        Selamat malam Om Leo,

        Sekedar cerita Om Leo, tadi ada teman karib datang ke kos2an.Mereka 
adalah muslimah2 yg taat. Dan sebagaimana muslimah yg taat mereka pantang 
meninggalkan solat. Ketika datang waktu solat magrib salah seorang yg sedang 
tidak berhalangan bertanya: 'Aku mau solat, kamu gak solat?' Dengan tampang 
penuh kepura-puraan seperti aktris saya menjawab: 'Oh, aku sedang berhalangan 
jadi tidak solat'

        Lantas kala ditanya tentang mukena sekali lagi dengan berkelit saya 
berujar bahwa karena sedang berhalangan jadi tidak membawa. Lalu dilanjutkan: 
'Kan ntar kalo udah ospek aku mau pulang. Jadi ntar mukenanya dibawa' Sialan! 
Brengsek! Ternyata saya ini benar2 brengsek!  Munafik!  Bermuka dua! Ternyata 
saya ini lembek.Tidak berani mengakui kesejatian perkembangan batin yg telah 
terjadi selama 4 bulan ini. Pengecut!

        Akhirnya saya pinjamkan mukena dari teman sekos yg ternyata juga 
lumayan taat (Ini terbukti ketika adzan magrib baru selesai dikumandangkan. Dan 
saya berniat meminjam mukena, mereka baru saja akan memulai ritual agama. Dalam 
hati saya bertanya sampai kapan bisa menyembunyikan ini dari para sahabat2 
muslimah saya? Untuk para teman2 sekos yg lain mungkin mereka belum tahu kalau 
saya sebenarnya adalah muslimah.

        Paling mereka  mengira saya beragama antara Konghucu, Buddha, atau 
Kristen/Katolik.Ini berdasarkan anggapan bahwa selama 18 tahun saya hadir di 
dunia semua orang mengira saya memiliki darah Tionghoa. Padahal kenyataannya 
saya ini Jawa tulen.Ketika ditegaskan saya ini Jawa asli mereka seakan tidak 
percaya. Mengakui bahwa saya bukan lagi orang yg percaya pada nabi, pada kitab, 
pada Tuhan dalam agama tsb sungguh menyakitkan. Bayang2 pengucilan dari teman2 
yg sungguh teramat baik mewarnai kehidupan saya membuat saya ingin menangis. 
Perasaan kesepian itu sangat menyakitkan. Dan konsekuensi itu sulit ditolak 
jika topeng itu terkuak.Selain tercerai dari kawan2 lama. Kawan2 baru di kos 
belum tentu menerima. Mereka akan memandang aneh, dan kasihan karena telah 
membelok dari 'jalan yg diridhoi Allah SWT'.

        Sebentar lagi bulan puasa, tarawih, Lebaran. Akankah kedok sandiwara 
ini akan terbuka saat bulan yg diyakini akan mencuci dosa orang yg percaya pada 
Islam? Jika saya masih percaya pada tuhan,Ingin rasanya berdoa: 'Tuhan, Jika 
engkau ada maka kuatkan aku dari pandangan orang2. Atau sebaiknya kuberi tahu 
tentang faithfreedom?'. 

        Thanks Om Leo 4 ur attenttention. N good nite.

        +

        KOMENTAR SAYA:

        Thanks for another sharing yang buat saya sebenarnya biasa2 saja. Saya 
juga sudah mengalami hal seperti itu dan, saya percaya, banyak teman2 lain yang 
juga TELAH mengalaminya. Kita menjadi dewasa secara spiritual dengan cara 
menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri artinya menjalani apa yang kita 
yakini. Saya sendiri yakin semua agama2 itu BUATAN manusia saja, isinya fantasi 
atau imajinasi saja, yang gunanya untuk mengontrol pikiran manusia agar gampang 
disetir oleh para ulama (dan juga penguasa). So, yang namanya "Allah" itu 
merupakan produk imajinasi manusia. "Setan" juga produk imajinasi manusia. 
Surga dan Neraka juga produk imajinasi manusia.

        So, please be yourself. Kalau anda merasa bahwa anda sudah tidak 
percaya lagi kepada agama2, mulailah untuk bilang bahwa anda tidak percaya 
agama. Bilang saja bahwa menurut anda sholat itu tidak ada gunanya. Itu 
merupakan HAM yang ada di diri anda. Anda mau sholat kek, tidak mau sholat kek, 
itu HAM. Nah, anda lalu mungkin mau sharing juga kepada mereka yang masih 
"terbutakan" oleh agama2. Kalau anda mau sharing, ya sharing sajalah. Kalau 
anda mau cerita tentang situs "faithfreedom", cerita saja, so what gitu lho !

        Beragama merupakan pilihan, sama SAH-nya seperti tidak beragama. Yang 
namanya Tuhan itu diem aja kok, wong cuma merupakan hasil imajinasi manusia 
saja. Cuma, memang kalau menggunakan istilah "Tuhan", kita akan lebih mudah 
berkomunikasi. Kalau merasa senang bisa mengucap "alhamdulilah", kalau merasa 
capek bisa bilang "astagfirullah", dan kalau mau memaki orang bisa bilang 
"audzubillah". Kalo mengucapkan janji yang kita tahu PASTI tidak akan kita 
tepati, kita juga tidak akan kebingungan sebab cukup ucapkan saja "insyaallah". 
Terakhir, kalau mau naik angkot, jangan lupa ucapkanlah "bismillah". Bismillah, 
tapi jangan lupa bayar ongkosnya yah. Biarpun pake nama "Allah" naeknya, anda 
TETAP harus bayar ongkos angkot-nya.

        Leo 

Kirim email ke