Dan rekan wanita yang sama mengirimkan sharing lanjutannya sbb: + Selamat malam Om Leo,
Sekedar cerita Om Leo, tadi ada teman karib datang ke kos2an.Mereka adalah muslimah2 yg taat. Dan sebagaimana muslimah yg taat mereka pantang meninggalkan solat. Ketika datang waktu solat magrib salah seorang yg sedang tidak berhalangan bertanya: 'Aku mau solat, kamu gak solat?' Dengan tampang penuh kepura-puraan seperti aktris saya menjawab: 'Oh, aku sedang berhalangan jadi tidak solat' Lantas kala ditanya tentang mukena sekali lagi dengan berkelit saya berujar bahwa karena sedang berhalangan jadi tidak membawa. Lalu dilanjutkan: 'Kan ntar kalo udah ospek aku mau pulang. Jadi ntar mukenanya dibawa' Sialan! Brengsek! Ternyata saya ini benar2 brengsek! Munafik! Bermuka dua! Ternyata saya ini lembek.Tidak berani mengakui kesejatian perkembangan batin yg telah terjadi selama 4 bulan ini. Pengecut! Akhirnya saya pinjamkan mukena dari teman sekos yg ternyata juga lumayan taat (Ini terbukti ketika adzan magrib baru selesai dikumandangkan. Dan saya berniat meminjam mukena, mereka baru saja akan memulai ritual agama. Dalam hati saya bertanya sampai kapan bisa menyembunyikan ini dari para sahabat2 muslimah saya? Untuk para teman2 sekos yg lain mungkin mereka belum tahu kalau saya sebenarnya adalah muslimah. Paling mereka mengira saya beragama antara Konghucu, Buddha, atau Kristen/Katolik.Ini berdasarkan anggapan bahwa selama 18 tahun saya hadir di dunia semua orang mengira saya memiliki darah Tionghoa. Padahal kenyataannya saya ini Jawa tulen.Ketika ditegaskan saya ini Jawa asli mereka seakan tidak percaya. Mengakui bahwa saya bukan lagi orang yg percaya pada nabi, pada kitab, pada Tuhan dalam agama tsb sungguh menyakitkan. Bayang2 pengucilan dari teman2 yg sungguh teramat baik mewarnai kehidupan saya membuat saya ingin menangis. Perasaan kesepian itu sangat menyakitkan. Dan konsekuensi itu sulit ditolak jika topeng itu terkuak.Selain tercerai dari kawan2 lama. Kawan2 baru di kos belum tentu menerima. Mereka akan memandang aneh, dan kasihan karena telah membelok dari 'jalan yg diridhoi Allah SWT'. Sebentar lagi bulan puasa, tarawih, Lebaran. Akankah kedok sandiwara ini akan terbuka saat bulan yg diyakini akan mencuci dosa orang yg percaya pada Islam? Jika saya masih percaya pada tuhan,Ingin rasanya berdoa: 'Tuhan, Jika engkau ada maka kuatkan aku dari pandangan orang2. Atau sebaiknya kuberi tahu tentang faithfreedom?'. Thanks Om Leo 4 ur attenttention. N good nite. + KOMENTAR SAYA: Thanks for another sharing yang buat saya sebenarnya biasa2 saja. Saya juga sudah mengalami hal seperti itu dan, saya percaya, banyak teman2 lain yang juga TELAH mengalaminya. Kita menjadi dewasa secara spiritual dengan cara menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri artinya menjalani apa yang kita yakini. Saya sendiri yakin semua agama2 itu BUATAN manusia saja, isinya fantasi atau imajinasi saja, yang gunanya untuk mengontrol pikiran manusia agar gampang disetir oleh para ulama (dan juga penguasa). So, yang namanya "Allah" itu merupakan produk imajinasi manusia. "Setan" juga produk imajinasi manusia. Surga dan Neraka juga produk imajinasi manusia. So, please be yourself. Kalau anda merasa bahwa anda sudah tidak percaya lagi kepada agama2, mulailah untuk bilang bahwa anda tidak percaya agama. Bilang saja bahwa menurut anda sholat itu tidak ada gunanya. Itu merupakan HAM yang ada di diri anda. Anda mau sholat kek, tidak mau sholat kek, itu HAM. Nah, anda lalu mungkin mau sharing juga kepada mereka yang masih "terbutakan" oleh agama2. Kalau anda mau sharing, ya sharing sajalah. Kalau anda mau cerita tentang situs "faithfreedom", cerita saja, so what gitu lho ! Beragama merupakan pilihan, sama SAH-nya seperti tidak beragama. Yang namanya Tuhan itu diem aja kok, wong cuma merupakan hasil imajinasi manusia saja. Cuma, memang kalau menggunakan istilah "Tuhan", kita akan lebih mudah berkomunikasi. Kalau merasa senang bisa mengucap "alhamdulilah", kalau merasa capek bisa bilang "astagfirullah", dan kalau mau memaki orang bisa bilang "audzubillah". Kalo mengucapkan janji yang kita tahu PASTI tidak akan kita tepati, kita juga tidak akan kebingungan sebab cukup ucapkan saja "insyaallah". Terakhir, kalau mau naik angkot, jangan lupa ucapkanlah "bismillah". Bismillah, tapi jangan lupa bayar ongkosnya yah. Biarpun pake nama "Allah" naeknya, anda TETAP harus bayar ongkos angkot-nya. Leo Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

