Friends, rekan wanita yang sama kemudian menulis ke saya lagi, via japri lagi, 
dan begini bunyinya:
 
+  
 
Selamat sore Om Leo, Terima kasih atas respon cepat yg telah Om Leo berikan 
atas email saya kemarin. Dan terima kasih atas dukungan dari teman2 milis SI 
http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia semuanya.

Well,kalau dibayangkan mengucapkan alasan dari pertanyaan 'Mengapa tidak 
solat?' sungguh menakutkan. Tapi orang tidak bisa terus berpura-pura.Ya kan Om 
Leo? Saya harap ada kekuatan untuk mengucapkan apa yg terjadi kepada orang2.

O ya Om Leo, Kalau tidak salah Om Leo pernah menulis kalau manusia bisa menjadi
spiritual tanpa agama, bahkan tanpa tuhan. Ini sesuatu yg menarik. Karena tidak 
pernah saya temui ada jalan spiritual tanpa agama dan tuhan.

Setelah membaca apa yg tertulis di faithfreedom hidup terasa gersang karena 
tidak ada 'Sesuatu' yg lebih tinggi untuk dipercayai. Karenanya saya tertarik 
dengan ulasan Om Leo tsb. Dan berhasrat mengetahui caranya.

Sebelumnya ada satu pertanyaan Om Leo: Apakah sekarang tanpa tuhan dan agama 
orang seperti saya disebut ateis? Bahaya juga jika itu memang benar. Orang 
indonesia kan paranoid dengan ateis karena disama-namakan dengan komunis, PKI 
dan G30 S.

Sekali lagi terima kasih Om Leo dan rekan2 milis sekalian.
- 
Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.
 
+
 
JAWABAN SAYA:
 
Begini mbak, kalau anda tidak mau sholat, siapa yang bisa memaksa anda untuk 
sholat ? Terus terang saya sendiri tidak suka untuk sholat, tetapi di hari 
Jumat ini saya melihat orang banyak berbondong-bondong pergi sholat dengan 
berbagai macam MOTIVASI. Motivasi utamanya jelas untuk mengumpulkan pahala 
melalui ibadah. Nah, saya itu tidak percaya bahwa ada yang namanya Pahala. 
Paling jauh saya tahu yang namanya "Pahala Kencana", dan itu sama sekali tidak 
ada hubungannya dengan Surga dan Neraka, melainkan dengan transportasi karena 
"Pahala Kencana" adalah nama bis antar kota.
 
Menurut saya, kita sudah masuk Era Demokrasi dimana setiap manusia memiliki 
HAM. Dan HAM itu termasuk untuk sholat atau tidak sholat. Aceh itu menerapkan 
Hukum Islam yang jelas TIDAK menghormati HAM. Kalau anda TERCATAT sebagai 
beragama Islam dan anda tinggal di Aceh, maka demi Allah anda akan 
ditarik-tarik untuk ikut sholat, kecuali anda sumpah kerak keruk demi Allah 
juga bahwa anda sedang datang bulan.
 
Di lain pihak, orang2 Indonesia itu masih SOK TAHU. Tingkat ke-sok-tahu-an 
manusia Indonesia itu termasuk cukup tinggi di dunia. Jadi orang akan 
bertanya-tanya wahai ada apa gerangan sehingga anda tidak sholat. Kalau anda 
ditanya seperti itu, anda BISA menjawab apa saja yang muncul di kepala anda. 
Bilang saja anda tidak suka sholat, karena menurut anda Allah itu TIDAK 
menuntut manusia untuk sholat, yang menuntut itu adalah para ulama yang ingin 
mencari pengikut DAN sumbangan. Bilang saja seperti itu, dan saya yakin anda 
akan menjumpai sekali atau dua kali wajah yang schock karena melihat anda 
BERANI menjadi diri anda sendiri. Biar saja, ucapkan saja. Saya merasa bahwa 
anda sudah SIAP untuk berkata jujur.
 
Nah, kita itu bisa juga dibilang sebagai orang "Spiritual". Spiritual berarti 
kita TAHU bahwa kita ini memang nyambung dengan the Source of All Sources, 
dengan sang "pencipta" atau apapun namanya blah blah blah... walaupun kita 
TIDAK menggunakan segala konsep tentang "Allah" seperti digunakan dengan 
seenak-jidatnya oleh orang2 agama itu. Sebagai orang spiritual kita itu 
memiliki HAM dan tidak bisa dipaksa untuk mengikuti segala ritual agama yang 
sudah kita tidak percayai lagi. Walaupun demikian, kemungkinan besar orang2 
agama itu akan tetap berusaha untuk meyakinkan anda bahwa anda itu "sesat". 
Biar saja, give them a time to say something, setelah itu bilang saja "not 
interested". Bilang saja "no thankyou".
 
Agnostic itu artinya tidak percaya kepada segala KONSEP tentang Tuhan yang 
dipaksakan oleh agama2, tetapi bukan tidak percaya kepada Tuhan. Tuhan itu 
memang ada, tetapi adanya di dalam Kesadaran / Consciousness di diri anda, di 
diri saya, dan di dalam diri siapa saja. Kita diam saja dengan ikhlas dan 
pasrah, maka kita akan BISA merasakan bahwa kita memang menyatu dengan the 
Source of All Sources. Dimana saja dan kapan saja kita akan TETAP bisa 
merasakan bahwa kita itu menyatu dengan sesuatu yang disebut "Allah" oleh 
orang2 agama. 
 
Kita percaya kepada "Allah", tetapi bukan Allah seperti dikhotbahkan oleh 
mereka yang fanatik berpegang kepada agama2 itu. Allah itu diam di dalam 
Kesadaran anda, Kesadaran saya, dan Kesadaran siapa saja yang mau MENERIMA-NYA. 
Terima saja dengan ikhlas dan pasrah. Akui saja bahwa anda itu memang selalu 
menyatu dengan "Allah"; dari dulu, sekarang, dan sampai tak terhingga. Dan 
untuk realize bahwa anda itu menyatu dengan "Allah" tidak memerlukan segala 
macam ritual itu. Mao sholat kek, mao gak sholat kek tidak akan berpengaruh. 
You are always ONE with God.
 
Leo

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke