yth. pak Budisan, dan teman teman lain di milis perbendaharaan.
  saya sudah beberapa kali mendengar Bu Ani berbicara 
  dalam segala hal beliau mengutarakan nya dengan menarik. 
  tapi satu yang saya rasakan dan membuat saya berbesar hati adalah 
  bahwa kini beliau sangat dekat sekali dengan DJPB..
  mengapa saya bisa ber kesimpulan seperti itu?
   
  Malam itu beliau dijadwalkan tiba di sahid jaya jam 20.00
  kenyataan nya beliau terlambat tiba karena ada tamu 
  yang mengharuskan beliau adakan rapat mendadak di kantor nya. 
  akhirnya beliau tiba jam 20.30 
  kami sudah selesai makan dan sudah duduk rapi di ruang Ball Room "PURI AGUNG" 
  beliau langsung turun dari mobil, menuju Puri Agung.. 
  dan acara dimulai dengan sambutan pak Dirjen Perbendaharaan. 
  yang kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Beliau sekaligus pembukaan RAPIM 
  dalam sambutan yang kurang lebih memakan waktu 1 jam itu beliau menyampaikan 
hal yg menarik.  
  sambutan ditutup dengan pemukulan GONG tanda RAPIM dibuka. 
   
  pada kesempatan TALK SHOW, beliau duduk berdua dengan Pak Dirjen 
Perbendaharan di Podium
  dan masih menjawab beberapa pertanyaan dari forum.. 
  selama itu belaiu kelihatan sangat bersemangat. 
  rasa rasanya enggan menutup acara kalau tidak lihat jam 
  karena beliau sudah bersama para pejabat DJBP sampai jam 23.30
  padahal secara sepintas beliau mengutarakan belum sempat makan malam.
  setelah acara selesai pun jam 23.30 
  beliau masih mau memenuhi permintaan panitia untuk potret bersama
  beliau minta izin sebentar ke belakang, dan kembali ke ruang ball room.. 
  hanya untuk menggembirakan para pajabat DJBP bisa berpotret bersama beliau. 
  itulah sekedar gambaran mengenai betapa dekat nya Beliau kepada DJPB.
  sebagai informasi, beliau juga melakukan hal yang sama ketika bertatap muka 
  dengan para pejabat departemen keuangan di Yogya (pada saat pengukuhan Prof 
Dr Budiono)
  tidak salah lagi kalau beliau menyatakan bahwa saat ini 
  beliau sudah menjadi personal yang lebih 06 dari pada pejabat yang sejak 
semula ber NIP 06. 
   
  Dalam kesempatan menyampaikan sambutan pada pembukaan RAPIM 
  beliau mengawali nya dengan kalimat bahwa 
  DEPKEU sedang menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
  kita sedang di sorot oleh semua orang.. 
  beliau mengilustrasikan bahwa wajah DEPKEU sangat tergantung pada 
  wajah para petugas yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di lapangan.
  di pelabuhan, wajah DEPKEU tergantung pada petugas Bea Cukai. 
  dalam soal pencairan dana, wajah DEPKEU tergantung pada petugas KPPN.
  diatas semua itu, yang penting kita harus punya tanggung jawab kolektif 
  agar wajah DEPKEU jadi baik. 
   
  Menyinggung mengenai TSA, di katakan oleh beliau bahwa kita 
  harus mengerti bahwa core bisnis kita adalah sebagai KASIR. 
  dan harus diakui bahwa sistem dan cash manajemen kita saat ini masih kuno. 
  itulah sebabnya kita memperkenalkan Treasury Single Account (TSA)
  ini bukan sok sok an.. tapi tujuan TSA adalah agar Menkeu bisa hitung berapa 
dana kita
  dan tujuan yang satu lagi adalah Menkeu tidak izinkan 1 sen pun uang itu 
idle. 
  senada dengan perkembangan zaman, Menkeu kini dituntut untuk menjadi seorang 
administrator sekaligus seorang manager atas dana negara.(kita kan tau apa beda 
seorang adminsitrator, dan seorang manager). 
   
  Selanjutnya ringkasan dari Sambutan Beliau sesuai dengan yang dicatat oleh 
pak Budisan: 

  Pertama, ia ingin suatu saat dicatat dalam sejarah sebagai Menkeu 
yang pernah mencoba melakukan secara sangat serius upaya reformasi 
birokrasi (termasuk kebijakan remunerasinya) bukan hanya di lingkungan depkeu. 
Walaupun 
hasil akhirnya barangkali berujung pada kegagalan (istilah beliau walahualam)

  Kedua, ia merasa mempunyai utang kepada republik, antara lain 
untuk membuat Indonesia dihormati (tidak dicurigai, dilecehkan dan dikomentari 
secara sinis) oleh bangsa lain (Amerika, Eropa, dan bangsa-bangsa maju 
lainnya). 

  Ketiga, berhasil tidaknya kebijakan remunerasi di depkeu 
tergantung pada kepercayaan publik (public trust) kepada perubahan sikap/mental 
para pegawai depkeu, terutama yg pekerjaannya adalah memberikan pelayanan 
terhadap masyarakat. (beliau bertanya apakah para pejabat DJPB mau membantu? So 
please, help me.) 

  Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad DJPb 
belakangan ini 
  untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-unit eselon I lainnya 
(DJA/DJKN/DJPK/DJPU) 
  hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai DJPb yg tersisa adalah pegawai 
sampah, 
  karena yg diminta oleh unit eselon I lainnya adalah yg (ter)baik;
  mengenai hal yang ke empat, saya tidak mendengar Bu Ani menggunakan kata 
"peringatan"
  memang DJPB sedang mengalami dilema, 
  disatu sisi kita sedang meningkatkan sarana IT.. 
  dilain pihak kita kebanyakan pegawai (12 ribu) 
  namun demikian, dalam beberapa kali kesempatan mendengar sendiri dari pak 
Siswo
  saya tidak pernah mendengar ucapan adanya niatan pak Siswo untuk meng ekspor 
  pegawai terbaik dari DJPB sehingga yang tersisa adalah pegawai sampah. 
  saya tidak pernah percaya bahwa pak Siswo akan berbuat seperti itu. 

  pada saat talk show.. beliau memberikan kesempatan bertanya kepada forum 
  dan ternyata ada pertanyaan yang cukup teknis 
  namun demikian beliau menanggapi bagaikan sudah kenal benar akan isi perut 
kita.. 
  ini yang membuat orang terkagum kagum.. 
  dan beliau menyimpulkan bahwa dari pertanyaan yang diajukan itu
  ternyata pegawai DJPB ini pintar2..(mudah2an demikian ya..)
   
  demikian dari saya pak Budisan.
   
   
  Subject: [Perbendaharaan List] Talkshow Menkeu Dalam Rapim DJPb 
Luar Biasa?
> 
>  
> 
> Bagi mereka yang sudah mengenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawai, 
yakni
> Menkeu yang dikenal sifat keterbukaan (ceplas-ceplos dan blak-
blakan)-nya
> tentu acara talkshow pada pembukaan rapim DJPb tersebut bukan 
merupakan
> sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi sebagian besar Kepala 
KPPN/Kanwil yang
> baru pertama kali melihat secara langsung bagaimana Bu Menteri 
bicara tentu
> sependapat bahwa penampilan Bu Menteri saat itu memang sungguh 
luar biasa.
> 
> Bayangkan setelah sekitar 1 jam memberikan sambutannya yg dimulai 
sekitar
> jam 20.30, Bu Menteri masih tetap antusias untuk meladeni
> pertanyaan-pertanyaan para pimpinan DJPb hingga menjelang tengah 
malam.
> Cerita tentang pengalamannya bergaul dengan menkeu Negara-negara 
lain sangat
> menarik. Ia bicara seolah-olah para pimpinan DJPb yang hadir 
tersebut adalah
> teman-teman lamanya. Sebuah komunikasi antara atasan dan bawahan 
yang,
> menurut saya, cukup efektif.
> Ada beberapa ucapan/pendapatnya yang hingga kini masih ada dalam 
ingatan
> saya.
> > Kelima, ....saya kira banyak teman-teman lainnya yg hadir pada 
acara
> tersebut dapat menambahkan daftar pesan yg disampaikan oleh Bu 
Menteri (Pak
> Hari, mohon ditambahkan pesan Bu Menteri utk diketahui oleh teman-
teman kita
> di milis ini..)
> 
> Salam,
> budisan 
> 
> 
> 
> ---------------------------------

   
   
   
   
     
   
   
   
   Subject: [Perbendaharaan List] Talkshow Menkeu Dalam Rapim DJPb 
Luar Biasa?
> 
>  
> 
> Bagi mereka yang sudah mengenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawai, 
yakni
> Menkeu yang dikenal sifat keterbukaan (ceplas-ceplos dan blak-
blakan)-nya
> tentu acara talkshow pada pembukaan rapim DJPb tersebut bukan 
merupakan
> sesuatu yang luar biasa. Tetapi bagi sebagian besar Kepala 
KPPN/Kanwil yang
> baru pertama kali melihat secara langsung bagaimana Bu Menteri 
bicara tentu
> sependapat bahwa penampilan Bu Menteri saat itu memang sungguh 
luar biasa.
> 
> Bayangkan setelah sekitar 1 jam memberikan sambutannya yg dimulai 
sekitar
> jam 20.30, Bu Menteri masih tetap antusias untuk meladeni
> pertanyaan-pertanyaan para pimpinan DJPb hingga menjelang tengah 
malam.
> Cerita tentang pengalamannya bergaul dengan menkeu Negara-negara 
lain sangat
> menarik. Ia bicara seolah-olah para pimpinan DJPb yang hadir 
tersebut adalah
> teman-teman lamanya. Sebuah komunikasi antara atasan dan bawahan 
yang,
> menurut saya, cukup efektif.
> Ada beberapa ucapan/pendapatnya yang hingga kini masih ada dalam 
ingatan
> saya.
> Pertama, ia ingin suatu saat dicatat dalam sejarah sebagai Menkeu 
yang
> pernah mencoba melakukan secara sangat serius upaya reformasi 
birokrasi
> (termasuk kebijakan remunerasinya) di lingkungan depkeu. Walaupun 
hasil
> akhirnya barangkali berujung pada kegagalan.
> Kedua, ia merasa mempunyai utang kepada republik, antara lain 
untuk membuat
> Indonesia dihormati (tidak dicurigai, dilecehkan dan dikomentari 
secara
> sinis) oleh bangsa lain (Amerika, Eropa, dan bangsa-bangsa maju 
lainnya). 
> Ketiga, berhasil tidaknya kebijakan remunerasi di depkeu 
tergantung pada
> kepercayaan publik (public trust) kepada perubahan sikap/mental 
para pegawai
> depkeu, terutama yg pekerjaannya adalah memberikan pelayanan 
terhadap
> masyarakat. (So please, help me.) 
> Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw 
semangat/tekad DJPb
> belakangan ini untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-
unit eselon
> I lainnya (DJA/DJKN/DJPK/DJPU) hendaknya tidak akan mengakibatkan 
pegawai
> DJPb yg tersisa adalah pegawai sampah, karena yg diminta oleh unit 
eselon I
> lainnya adalah yg (ter)baik;
> Kelima, ....saya kira banyak teman-teman lainnya yg hadir pada 
acara
> tersebut dapat menambahkan daftar pesan yg disampaikan oleh Bu 
Menteri (Pak
> Hari, mohon ditambahkan pesan Bu Menteri utk diketahui oleh teman-
teman kita
> di milis ini..)
> 
> Salam,
> budisan 
> 
> 
> 
> ---------------------------------


       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke