Dari kejadian kejadian yang sekarang kita lihat dan ikuti sebenarnya kita 
sedang diingatkan oleh Pencipta tentang keadaan riil dari seluruh aspek di 
Indonesia.
Jika dirunut dari kejadian yang terjadi belakangan ini Pencipta kita membuka 
tabir-tabir yang selama ini tidak diketahui oleh kita.

Secara nalar kita tidak dapat mempercayai pada awalnya semburan lumpur yang 
tadinya hanya kecil bisa menenggelamkan daerah yang begitu luasnya, bagaimana 
mungkin seorang M.E mau membuka aib sendiri yang sekaligus menyingkap tabir 
seorang anggota DPR yang kelihatannya begitu "polos" dan direncanakan menjadi 
menteri agama, disaat gencar-gencarnya pemberantasan korupsi peminpin negara 
dicurigai melakukan korupsi, dan masih banyak lagi yang menurut saya itu adalah 
cara cara sang Pencipta  mengingatkan kita disaat koridor hukum tidak berdaya 
(sengaja tidak berdaya), Pemerintahan yang bobrok (Mental dan spiritual), 
sampai kapan kita akan terjaga dari mimpi2 kita, tanpa terasa kehidupan kita 
berakhir mungkin.

Pernah saya mendengan bahwa kiamat akan terjadi jika islam sudah tidak ada, 
sedangkan umur umat islam diperkirakan 1500 tahun (umur umat yahudi (2000 th- 
umur umat nasrani(500 th) maka kita sedang berada pada unjung umat islam 
sekarang 1428 H.  jadi sampai kapan kita akan terus terjerumus dalam kenistaan 
hal ini patut sama-sama kita renungkan.

Ada mutiara hikmah dari seorang ulama besar;
1. Sibukan dirimu dalam agama, jika tidak, kaupun akan sibuk, tapi bukan dalam 
agama
2. Gunakan waktumu untuk Agama, jika tidak, waktumupun akan habis, tapi bukan 
untuk agama.
3. gunakan hartamu untuk agama, jika tidak, hartamupun akan habis, tapi bukan 
untuk agama.
4. Matilah engkau dalam agama, jika tidak, engkaupun akan mati, tapi bukan 
dalam agama.

sekian dulu lain kali sambung lagi. thanks



Dunia memang menyilaukan, 




arish_4_u <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  --- In 
[email protected], Budi Santoso 
 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Saya tidak tertarik dengan pendapat setuju atau tidak setuju.  
 Reasoning dibalik pendapat bagi saya lebih menarik daripada setuju 
 atau tidak setuju.
 >    
 >   Pendapat saya tsb terkait dengan kasus dana DKP dan saya 
 berpendapat bahwa Amien Rais yang telah mengakui menerima dana tsb 
 (tapi ia tidak tahu kalau itu berasal dari dana non-bujeter) bukanlah 
 koruptor.
 >    
 >   Barangkali merupakan ide yang bagus untuk menyarankan kepada 
 setiap orang yang menerima uang dari orang lain agar menanyakan dulu 
 apakah uang tsb berasal dari uang hasil korupsi.  Cuma saya sama 
 sekali tidak yakin apakah saran tsb dapat diaplikasikan dengan 
 efektif.  
 >    
 >   Dalam konteks pemimpin atau pejabat barangkali saran utk 
 menanyakan sumber-uang yang diterima tsb mungkin bermanfaat.  Tetapi 
 saya kira akan lucu dan terkesan mengada-ada kalau setiap pengemis 
 dan anak jalanan yang menerima uang dari pengendara/penumpang mobil 
 harus juga menanyakan apakah uang tsb merupakan hasil korupsi.  Dan 
 mungkin aneh sekali kalau pengemis dan anak jalanan yang menerima 
 uang hasil korupsi itu kita sebut sebagai koruptor.
 >    
 >   salam,
 >   budisan
 > 
 Menyangkut dana DKP ini dan terkait dengan Bapak Amien Rais yang 
 mengakui telah menerima dana tersebut....kita orang awam ini (gak 
 paham hukum) tidak dapat menyebut beliau koruptor ato bukan....cuma 
 bisa berpendapat saja.
 Menurut saya Amin Rais dan Gus Solah yang telah mengakui menerima 
 dana tersebut (walaupun gus solah menyebutkan itu dana pribadi yang 
 diberikan kepada dia). Kita dapat mempertanyakan hubungan Amien Rais, 
 Gus Solah, dllnya yang diindikasikan telah menerima dana DKP tersebut 
 dengan Departemen Kelautan dan Perikanan. Kita persempit saja pada 
 Amien Rais dan Gus Solah (maaf pak SBY gak saya ikutkan karena beliau 
 tidak mengakui menerima dana tersebut). Dana DKP itukan milik 
 Departemen Kelautan dan Perikanan sedangkan Mereka (Amien Rais dan 
 Gus Solah) gak ada kaitannya dengan Departemen tersebut. Trus napa 
 mereka bisa terima dana tersebut. Mereka tho bukan Pengemis yang 
 perlu disantunin. Dana itu buat apa diberikan kepada mereka, kalaupun 
 untuk dana Partai mereka, departemen tertentu gak ada hak ato 
 kewajiban tuk berikan dana.Gak ada dan gak bener kalo departemen 
 memberikan dana tuk partai tertentu…….Atau mungkin saja untuk……apaaaa 
 gitu!! (Ah sudahlah gak usah berandai-andai lagi…..)
 Jadi kesimpulannya kita kembalikan saja sama yang berhak menentukan 
 yaitu HUKUM n mudah-mudahan gak ada campur tangan POLITIK.
 
 Salam Perubahan...ikut dukung KPPN pRIMA
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke