pak BTS ysh,
Saya tambah "sedikit" ya.....
Sama juga hanya untuk intermezo saja :-)

Belakangan ini saya sering menyampaikan dalam setiap kesempatan bahwa 
pekerjaan penyusunan RTRW dan sebagainya itu tidak lebih dari 
menggunakan matematika anak SD  :-( .
Ya. Saya dimarahi oleh beberapa rekan planner karena saya 
menyampaikannya kadang dalam seminar dsb. Tapi itu dapat saya 
pertanggungjawabkan karena saya menemukannya dalam sekitar 10an dokumen 
penataan ruang (walaupun tidak sistematis).

Contohnya begini:
Kota A tahun 2000 luas lahan perumahan 100 HA, tahun 2005 luasnya 150 HA.
Maka planner kemudian mengatakan bahwa dalam kurun waktu 5 tahun terjadi 
penambahan 50 HA, sehingga rata-rata pertahun penambahannya 10 HA.
Berdasarkan standard, setiap HA itu sekian penduduknya, maka 5 tahun ke 
depan dihasilkannyalah luas perumahan dan jumlah penduduk kota tersebut 
(atau dengan proyeksi penduduk). Dengan merujuk pada standard "yang ada" 
maka dihasilkannyalah jumlah SD, SMP, rumah sakit dsb.

Ya itulah hasilnya.
Apa itu salah? Apa salah bahwa dalam kurun 5 tahun itu penambahan lahan 
perumahan sebesar 50 HA?
Kalau anda-anda menjawab itu tidak salah, maka saya bertanya: Buat apa 
ada pendidikan Planologi 4 tahun?
Bukankah cukup dengan matematika anak SD kita bisamenjawab semua itu?

Silakan diteruskan karena pertanyaan saya bisa menjadi panjang seperti 
siapa itu planner?
Bisa ndak dengan kursus 2 hari seseorang mendapat sertifikasi sebagai 
planner? dst

Salam,
Roos Akbar
Research Group in Urban Planning and Design
School of Architecture, Planning and Policy Development
Institute of Technology Bandung
email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]



Bambang Tata Samiadji wrote:
>
> DATA PENDUDUK
>  
> Ysh rekan referensier. Intermezo saja.
>  
> - Release Date: 7/1/2007 12:19 PM
>   

Kirim email ke