Salam kepada semua rekan ysh,
Intermezzo......
Saya ingin menanggapi sentilan Pak Roos ttg pertanyaan
di bawah:
> Bisa ndak dengan kursus 2 hari seseorang mendapat
> sertifikasi sebagai
> planner? dst
Saya menafsirkan pertanyaan itu sebagai apakah memang
pantas apabila seseorang mendapat sertifikasi sebagai
perencana setelah mengikuti kursus 2 hari, walaupun
orang tsb tidak memiliki latar belakang pendidikan
perencanaan sebelumnya.....
He... he... he... he... Pak Roos, saya juga sudah lama
'nggumun-nggumun' tentang hal ini. Bukannya ingin
mengeksklusifkan planner, karena toh sebenarnya
perencana tidak eksklusif. Tapi hati saya miris kalau
apa yang saya pelajari selama 5 tahun (he... he...
he.. sebenarnya bukan 5 tahun sih, tapi saya perlu 6,5
tahun untuk menyelesaikan pendidikan saya di institusi
pendidikan yang pernah dipimpin Pak Roos), bisa
disetarakan dengan lulusan program studi lain yang
kemudian dengan pengalamannya bekerja di konsultan
atau praktek perencanaan lainnya (tanpa ada penilaian
apakah hasil dari praktek perencanaannya merupakan
suatu hasil perencanaan yang baik) kemudian bisa
mendapat sertifikasi perencana dengan ikut kursus 2
atau 3 hari, he... he... he... Rasanya saya agak nggak
'mudeng', he... he... he.. Saya yang berpikir salah,
atau sistem itu yang salah he... he... he.. kalo
sistem itu yang salah, mengapa hanya saya yang bingung
melihatnya he... he... he... Atau memang sedemikian
mudahnya pekerjaan perencanaan sehingga semua sarjana
dari berbagai disiplin ilmu bisa menjadi perencana
hanya dengan kursus singkat 2-3 hari, setelah dia
memiliki 'pengalaman' praktek perencanaan.
Tapi kalau pekerjaan perencanaan sedemikian mudah, kok
nggak ada kota kita di Indonesia yang terrencana
dengan baik. Nah loh.... makin pusing lagi saya.....
Tapi untungnya saya menemukan posting Pak Roos yang
memiliki kegelisahan yang sama. Jadi saya nggak
terlalu berpikir bahwa saya yang salah, karena
setidaknya sekarang ada dua orang yang bingung melihat
sistem itu, he... he... he... Apalagi salah satu orang
tsb cukup berbobot.
Sekali lagi, saya tidak bermaksud untuk
mengeksklusifkan planner, tetapi sekedar
berpikir-pikir mana yang kurang benar. Saya atau
sistem itu?
Mohon tanggapan dari rekan-rekan semua.
Salam,
Fadjar FHM
PWK Undip
--- Roos Akbar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> pak BTS ysh,
> Saya tambah "sedikit" ya.....
> Sama juga hanya untuk intermezo saja :-)
>
> Belakangan ini saya sering menyampaikan dalam setiap
> kesempatan bahwa
> pekerjaan penyusunan RTRW dan sebagainya itu tidak
> lebih dari
> menggunakan matematika anak SD :-( .
> Ya. Saya dimarahi oleh beberapa rekan planner karena
> saya
> menyampaikannya kadang dalam seminar dsb. Tapi itu
> dapat saya
> pertanggungjawabkan karena saya menemukannya dalam
> sekitar 10an dokumen
> penataan ruang (walaupun tidak sistematis).
>
> Contohnya begini:
> Kota A tahun 2000 luas lahan perumahan 100 HA, tahun
> 2005 luasnya 150 HA.
> Maka planner kemudian mengatakan bahwa dalam kurun
> waktu 5 tahun terjadi
> penambahan 50 HA, sehingga rata-rata pertahun
> penambahannya 10 HA.
> Berdasarkan standard, setiap HA itu sekian
> penduduknya, maka 5 tahun ke
> depan dihasilkannyalah luas perumahan dan jumlah
> penduduk kota tersebut
> (atau dengan proyeksi penduduk). Dengan merujuk pada
> standard "yang ada"
> maka dihasilkannyalah jumlah SD, SMP, rumah sakit
> dsb.
>
> Ya itulah hasilnya.
> Apa itu salah? Apa salah bahwa dalam kurun 5 tahun
> itu penambahan lahan
> perumahan sebesar 50 HA?
> Kalau anda-anda menjawab itu tidak salah, maka saya
> bertanya: Buat apa
> ada pendidikan Planologi 4 tahun?
> Bukankah cukup dengan matematika anak SD kita
> bisamenjawab semua itu?
>
> Silakan diteruskan karena pertanyaan saya bisa
> menjadi panjang seperti
> siapa itu planner?
> Bisa ndak dengan kursus 2 hari seseorang mendapat
> sertifikasi sebagai
> planner? dst
>
> Salam,
> Roos Akbar
> Research Group in Urban Planning and Design
> School of Architecture, Planning and Policy
> Development
> Institute of Technology Bandung
> email: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Bambang Tata Samiadji wrote:
> >
> > DATA PENDUDUK
> >
> > Ysh rekan referensier. Intermezo saja.
> >
> > - Release Date: 7/1/2007 12:19 PM
> >
>
____________________________________________________________________________________
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's
Comedy with an Edge to see what's on, when.
http://tv.yahoo.com/collections/222