Yth. mailist.


Seandainya ibu kota pindah ke Kalimantan, mungkin Orang Dayak akan
senang. Kalau pidah ke Sulawesi, orang Bugis , Makasar, Buton dan
Kawanua mungkin akan senang... Tapi sabar dulu, mungkin kita tunggu
satu , dua, tiga, dan mungkin ....... beberaoa abad kemudian. Mengapa
berpikir ttg pemindahan ibu kota yang tentu akan membutuhkan dana yang
lebih besar ? Mengapa kita tidak berpikir dan mencari cara untuk
menyakinkan para penguasa di negeri ini untuk mengubah motif dan
pandangan mereka mengenai daerah-daerah tertinggal di luar pulau Jawa
dan sumatera ? Kalau belajar dari Israil, yang mengembangkan
wilayah-wilayah pinggiran  sesuai potensinya mungkin akan
menyurutkan niat   untuk memindahkan ibu kota negara ke 
Kalimantan, Sulawesi atau ... ? 

Salam,



Kandipi






      

Kirim email ke