ha ha ha.....lucu juga abimanyu
2008/12/19 Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > --- In [email protected] <referensi%40yahoogroups.com>, > "Mohammad Andri Budiman" > <mand...@...> wrote: > > Mengapa tidak berpikir untuk meyakinkan para penguasa, artis-artis > > sinetron, kaum berduit, dan berpengaruh di negeri ini untuk berhenti > > tinggal di Jakarta? > > > > Salam, > > Andri > > > > Mohon maaf. Saya salah. Tidak ada yang bisa memaksa mereka tinggal di > manapun. Itu hak azasi orang per orang. > > Lagi pula, siapa yang mau tinggal di daerah kalau sudah makmur? Di > daerah tidak ada "entertainment". (Orang daerah pun bingung > "entertainment" itu bahasa apa?). > > Di daerah kalau ada apa-apa susah dapat perhatian Pemerintah Pusat. Di > Sumbagut, misalnya, sudah pemadaman lampu bergilir bertahun-tahun, > siapa yang peduli? (Di Jakarta cukup satu hari mati lampu untuk > membuat Bapak Wapres berkomentar dan cukup satu pemadaman di Stadion > Gelora Bung Karno untuk membuat Bapak Presiden menelepon Bapak Menteri > ESDM dan kemudian Bapak Dirut PLN pun terbirit-birit meninjau lokasi). > > Di daerah orangnya sirik-sirik. Wajar saja mereka sirik, sumber daya > alam ada di mereka, tapi uangnya ada di Jakarta. 75% uang nasional ada > di Jakarta? 60%? Angka tidak penting: ada gula ada semut, urbanisasi > ke Jakarta makin meningkat. (Mereka orang-orang daerah yang datang > (belakangan) ke Jakarta tidak tahu diri, siapa mereka itu, bikin > macet, usir saja, Bapak Gubernur!). > > Kalau tidak ada investasi masuk ke daerah, itu bukan salah Pemerintah > Pusat. Salah sendiri, rakyat daerah kok memilih Gubernur atau Bupati > yang tidak pandai menarik investor. (Jakarta lain. Investasi apa aja > bisa, balik balik modal juga gampang, wong investor pasti yakin > uangnya ada di situ. Bisnis tol dalam kota? Cuma ada dan hanya bisa di > Jakarta!) > > Problem Jakarta adalah Problem Nasional. Problem daerah? Kan sudah ada > desentralisasi? Urus diri sendiri dong. Mau nambah anggaran buat APBD? > Silakan berebut dengan daerah-daerah lain, kami sedang fokus untuk > proyek MRT di Jakarta. > > Mari tingkatkan Pemusatan Segala-galanya di Jakarta. Uang. Kekuasaan. > Hiburan. Utang -- upps, maaf, yang terakhir ini tentu harus tetap > ditanggung bersama-sama secara Nasional. > > Kami berhak. Mereka tidak. Ibukota RI tetap kami, Jakarta. > > Jadi, daerah-daerah Kasta Sudra, berhentilah kalian berteriak dan > bergolak! > Sing podo rukun. > Biar kami, Jakarta, yang "menikmati" macet harian dan banjir tahunan > ini..:-) > > Salam, > Andri > > >

