setuju pak risfan...
mestinya milis ini bisa jadi ajang mengungkapkan segala ide, utopis bahkan gila 
sekalipun, sepanjang ada dasar yang kuat.walau bukan berarti, harus terus 
serius, bolehlah sesekali ada yg "nyeleneh", namun tolong subject-nya 
disesuaikan.

betul, kadang kita terlalu menyederhanakan masalah. persoalan tata ruang memang 
bak benang kusut, yg kadang kita alpa atau tidak tahu pangkalnya lagi. Kalaupun 
tahu, kadang tidak berani mengungkapkannya, apalagi membereskannya.

soal pemindahan ibukota RI, salah satunya. gampangnya kan, kalau dia dianggap 
membebani, menyebabkan penyebaran tidak merata, ya sudah "buang" ibukota itu ke 
tempat yg baru, sehingga di sana akan terjadi pertumbuhan. beres. 
itu kan harapannya. padahal, dengan memindahkan bukan berarti urusan selesai, 
justru biasanya muncul masalah baru. 

kenapa saya memberi contoh Deltamas...itu hanya yg kecil, kelas kabupaten. 
kalau mau memberi contoh yg gagal, ada, lihat saja Tigaraksa di Tangerang. 
maaf, kalau saya cuma memberi contoh yg jelek, karena saya belum melihat ada yg 
sukses. soal indikator kesuksesan kadang juga tidak sama, karena setiap orang 
bisa melihatnya dari sisi yang berbeda.

mungkin kita juga perlu belajar dari kepindahan pusat pemerintahan Malaysia ke 
Puterajaya. ada yg tahu? ditunggu sharing-nya.

nb: 
tetap saya tidak mau pindah ke Deltamas, wong saya bukan PNS bekasi dan jarak 
kantor dengan rumah saya saat ini, hanya 45 menit. 

salam
nita

 



--- On Fri, 19/12/08, risfano <[email protected]> wrote:
From: risfano <[email protected]>
Subject: [referensi] Re: Ibukota RI *Tetap* Jakarta
To: [email protected]
Date: Friday, 19 December, 2008, 2:17 PM










    
            Mbak Nita dan temans ysh,



Bener nih kalau diminta pindah ke Deltamas "berontak"? Bagaimana 

kalau diberi rumah dinas yang nanti bisa ditebus nyicil tanpa bunga 

tanpa DP. Lalu biaya pindah sekolah anak (yang kualitasnya lebih 

baik) ditanggung, juga biaya-biaya terkait kepindahan tersebut. Lalu 

di kompleks tersebut dilengkapi fasilitas kesehatan lebih baik, 

murah, dekat dari tempat tinggal sekarang. Juga fasilitas belanja 

dan lainnya. Tapi tak mungkin kan Pemda menyediakannya.



Intinya. Biasanya eksternalities nya kok warga atau karyawan sendiri 

yang nanggung biayanya. Enak yang pegang proyek pembangunanan ibu 

kota baru nya.



Tapi, diskusi teman-teman itu sebetulnya apakah: (1) Bagaimana agar 

penghuni ibu kota lebih nyaman dengan kota tidak diserbu pendatang? 

Atau, (2) pemerataan pembangunan regional? Kalau yang kedua ini 

sasarannya, saya kira nambah satu ibu kota tidak akan significant. 

Sekarang saja ada Medan, Surabaya, Makassar, berarti nanti nambah 

satu lagi saja. Mungkin perlu 30 ibu kota. Tapi mungkin bukan ibu 

kotanya yang perlu tetapi kekuasaan pemerintah pusatnya yang perlu 

disebar ke gubernur-gubernur. Tapi sudah juga itu kekuasaan disebar, 

tapi kok ya belum ngaruh ya.



Menurut saya, sebagai forum keplanologian, sebaiknya "referensi" 

mengulas pertimbangan faktor-faktor lokasi dan rekayasanya untuk 

mengurangi 'beban' ibu kota atau kesulitan penyebaran regional. Dari 

pada olok-olok, atau mencari kesalahan "tulis" (redaksional, 

pengertian) di antara milisters, terus itu yang diperdebatkan, terus 

nyimpang substansinya. 



Semua sarjana mesti memperjuangkan "pengentasan kemiskinan", 

atasi "keterbelakangan" . Bukan planner saja, bukan kita-kita saja. 

Di dunia ini ada Ruwanda, Pantai Gading, Somalia, ada Nepal, tapi 

juga ada Jepang, ada China. Ada desa kecil di hulu Kapuas, di Lembah 

Baliem, di Larantuka, ada Bandung ada Jakarta. Itu memang ciptaan 

Tuhan. Di semua kitab suci juga selalu disebut ada kaya miskin. Jadi 

bukan kesalahan pemimpin terpilih, bukan kesalahan gubernur manapun, 

bukan kesalahan pemilih atau siapapun. 



Para insinyur ini mungkin sudah waktunya banyak belajar tentang ilmu 

sosial politik. Pada birokrat belajar ilmunya advokasi LSM. Cross-

cultivation, supaya balance. Sehingga, tidak terlalu menyederhanakan 

masalah memindahkan kota seperti melingkari peta. Tidak berkhayal 

menguliahi seluruh politikus, ekonom, artis untuk pindah ibu kota. 

Ingat, seluruh agama di dunia berabad-abad menganjurkan manusia di 

bumi untuk ke sorga, menjauhi neraka. Toh ya gitu-gitu saja 

hasilnya.... .



Jadi bekerja saja lah semampunya. Kok repot....



Salam,



--- In refere...@yahoogrou ps.com, arinynta <ariny...@.. .> wrote:

>

> untuk tinggal dimana, itu terserah, suka2 setiap orang... tidak 

bisa dipaksa dong. kecuali orang itu diberi "iming2" bahwa di tempat 

yg baru, dia akan hidup dgn lebih layak, lebih sejahtera, lebih 

berkualitas, lebih sesuai dengan gaya hidupnya, pokoknya yg serba 

lebih... dari yg dia terima saat ini.

> 

> bagaimana agar itu bisa terjadi, sediakan semua yang mereka akan 

(harus) bisa dapatkan sejak awal. dan siapa yg harus menyediakan, 

tidak harus pemerintah. sekarang sudah jamannya P3 alias public 

private partnership.

> 

> tapi jg hrs diingat, banyak pengalaman, memindahkan ibukota 

kabupaten saja, setengah mati repotnya. kenapa demikian, karena 

dilakukan setengah2. 

> coba saja lihat Deltamas yang sudah dijadikan pusat pemerintahan 

kab Bekasi. sudah ramaikah sekarang? apakah rumah2nya dihuni oleh 

para PNS dari kantor-2 pem tersebut? apakah ada aktivitas lain yang 

membuat profesional non PNS mau datang dan tinggal di sana? jawabnya 

belum.

> 

> jujur saja, kalau saya "dipaksa" pindah ke Deltamas sekarang, saya 

akan berontak... 

> 

> salam

> nita

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> ____________ _________ _________ __

> From: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@.. .>

> To: refere...@yahoogrou ps.com

> Sent: Friday, December 19, 2008 12:11:50

> Subject: RE: [referensi] Ibukota RI *Tetap* Jakarta

> 

> 

> Bung Andri,..

> Kalau mau sih, salah satu dari kota di luar jawa « mengkudeta »

> jakarta,…. 

> Dan mengambil alih status ibukota nasional,…. Melalui jalur-

jalur politk

> dan kekuasaan perwakilan daerah,.. 

> Itu kalau memang dari daerah luar jakarta memang berminat untuk 

jadi

> Ibukota loh,…. 

> Jangan-jangan mereka gak berminat juga menjadikan kota 

kesayangannya

> menjadi Ibukota,… 

>  

> Bagaimana,…. Ajak daerah untuk revolusi? 

> hehehehhe

>  

> Best Regards,

>  

> Benedictus Dwiagus S.

> http://bdwiagus. blogspot. com

> http://bdwiagus. multiply. com 

>  

> "The most difficult thing in the world is to know how to do

> a thing and to watch somebody else doing it wrong, without 

comment."  - T. H. White

>  

> :::... Indo-MONEV ...:::

> Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian

> People anywhere in the world who are interested, dedicated, and 

profesionalised

> to the work on monitoring and evaluation and other related 

development

> issues including development aid works, particularly in Indonesia.

> Join in by sending an email to:  indo-monev-subscrib 

e...@yahoogroups. com 

>  

> From:referensi@ yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. 

com] On Behalf Of Mohammad

> Andri Budiman

> Sent: 19 December 2008 00:06

> To: refere...@yahoogrou ps.com

> Subject: [referensi] Ibukota RI *Tetap* Jakarta

>  

> --- In refere...@yahoogrou ps.com,

> "Mohammad Andri Budiman" 

> <mandrib@> wrote:

> > Mengapa tidak berpikir untuk meyakinkan para penguasa, artis-

artis

> > sinetron, kaum berduit, dan berpengaruh di negeri ini untuk 

berhenti

> > tinggal di Jakarta?

> > 

> > Salam,

> > Andri

> >

> 

> Mohon maaf. Saya salah. Tidak ada yang bisa memaksa mereka tinggal 

di 

> manapun. Itu hak azasi orang per orang. 

> 

> Lagi pula, siapa yang mau tinggal di daerah kalau sudah makmur? Di 

> daerah tidak ada "entertainment" . (Orang daerah pun bingung 

> "entertainment" itu bahasa apa?). 

> 

> Di daerah kalau ada apa-apa susah dapat perhatian Pemerintah 

Pusat. Di 

> Sumbagut, misalnya, sudah pemadaman lampu bergilir bertahun-tahun, 

> siapa yang peduli? (Di Jakarta cukup satu hari mati lampu untuk 

> membuat Bapak Wapres berkomentar dan cukup satu pemadaman di 

Stadion 

> Gelora Bung Karno untuk membuat Bapak Presiden menelepon Bapak 

Menteri 

> ESDM dan kemudian Bapak Dirut PLN pun terbirit-birit meninjau 

lokasi). 

> 

> Di daerah orangnya sirik-sirik. Wajar saja mereka sirik, sumber 

daya 

> alam ada di mereka, tapi uangnya ada di Jakarta. 75% uang nasional 

ada 

> di Jakarta? 60%? Angka tidak penting: ada gula ada semut, 

urbanisasi 

> ke Jakarta makin meningkat. (Mereka orang-orang daerah yang datang 

> (belakangan) ke Jakarta tidak tahu diri, siapa mereka itu, bikin 

> macet, usir saja, Bapak Gubernur!).

> 

> Kalau tidak ada investasi masuk ke daerah, itu bukan salah 

Pemerintah 

> Pusat. Salah sendiri, rakyat daerah kok memilih Gubernur atau 

Bupati 

> yang tidak pandai menarik investor. (Jakarta lain. Investasi apa 

aja 

> bisa, balik balik modal juga gampang, wong investor pasti yakin 

> uangnya ada di situ. Bisnis tol dalam kota? Cuma ada dan hanya 

bisa di 

> Jakarta!) 

> 

> Problem Jakarta adalah Problem Nasional. Problem daerah? Kan sudah 

ada 

> desentralisasi? Urus diri sendiri dong. Mau nambah anggaran buat 

APBD? 

> Silakan berebut dengan daerah-daerah lain, kami sedang fokus untuk 

> proyek MRT di Jakarta.

> 

> Mari tingkatkan Pemusatan Segala-galanya di Jakarta. Uang. 

Kekuasaan. 

> Hiburan. Utang -- upps, maaf, yang terakhir ini tentu harus tetap 

> ditanggung bersama-sama secara Nasional.

> 

> Kami berhak. Mereka tidak. Ibukota RI tetap kami, Jakarta. 

> 

> Jadi, daerah-daerah Kasta Sudra, berhentilah kalian berteriak dan 

> bergolak! 

> Sing podo rukun. 

> Biar kami, Jakarta, yang "menikmati" macet harian dan banjir 

tahunan 

> ini..:-)

> 

> Salam,

> Andri     

> 

> 

>       New Email addresses available on Yahoo!

> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and 

@rocketmail. 

> Hurry before someone else does!

> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/

>




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke