Milisters ysh,

Sebagai ‘outsider’  keuntungan dari  Dr. Djarot (maupun keuntungan kita) adalah 
bhw beliau bisa selalu berpikir bebas,  kreatip, obyektip, kritis  (dan tanpa 
beban)  ttg apa2 saja  yg beliau pikir akan baik bagi kemajuan sains 
perencanaan, planologi atau teknik penataan ruang kita………termasuk  ketika usai 
muncul kasus mbah Priok kemarin ….. beliau melontarkan ide ttg bgmn kalau kita 
mengkompilasikan ttg semacam ‘yurisprudensi’ / kumpulan kasus2 keputusan atas 
kasus2 keruangan ……..
Ya tentu saja itu ide yg baik sekali  ……semacam ‘yurisprudensi’ atau kompilasi 
karya2 planologik/ karya enjinering penataan ruang negeri kita ……namun berbeda 
dgn ‘yurisprudensi‘ hukum dimana produk hukum berupa keputusan2  hukum/ vonis  
merupakan  solusi akhir atas pihak2 yang berperkara/ bertentangan (baik 
keruangan atau bukan)   ……. Sementara itu produk2 keputusan/ langkah keruangan 
tak selalu harus berupa  solusi diatas dua pihak yg beperkara dgn nuansa 
pertentangan  ……namun banyak juga porsi new spatial development (spt  utk 
kawasn tertinggal yg 90% wilayah RI kita) yg perlu dikembangkan dgn tanpa 
terdapat  nuansa pertentangan kepentingan yg tajam antara pihak2 yg 
berseberangan……….
Yg jelas adlh bhw produk karya2 enjinering keruangan itu mau tak mau secara 
garis besar l.k karakternya adlh disatu sisi berupa produk enjinering keruangan 
untuk kawasan maju yg isinya akan lbh banyak bersifat regulasi plus 
pengendalian ….sementara itu disisi lain  produk enjinering keruangan dikawasan 
tertinggal/ 90% kawasan RI  akan perlu lbh bersifat enhancing …..dan sifatnya 
perlu lbh berbentuk  proactive spatial organizer / habitat organizer lbh 
daripada normative and pasive  spatial regulator ……. Itu krn  bila dikawasn 
maju spatial planning tak perlu lagi memikirkan bgmn membentuk aglomerasi ruang 
atau redistribusi populasi/ aktivities ……….sementara itu sebaliknya dikawasn 
tertinggal (kalau maudapet hasil nyata dan menimbulkan respek) enjinering ruang 
harus mengorganisasikan mobilisasi/ migrasi SDM perkotaan unggulan  dari 
kawasan maju utk membentuk ruang2/perekonomian perkotaan plus investasi2 
perkotaan dan manufaktur……..
Kembali ke rencana kompilasi ‘yurisprudensi’ keputusan keruangan/  kumpulan 
kasus2 (enjinering) keruangan ……kalau boleh diibaratkan dikawasan maju dn 
kawasan tertinggal masing2 terdapat 100  macam kemungkinan  langkah2 enjinering 
keruangan ……dan kalau diibaratkan dikawasan maju telah dpt dikompilasikan 50% 
atau katakankah 75% atau berapa %  model situasi gitu …….sementara itu dari 
kawasan tertinggal yg adlh 90 % ruangnegeri kita .......anda brkali jangan2 
baru dpt mengkompilasikan 5 atau 10 studi kasus (pembangunan Batam, Timika/ 
Tembagapura, Lombok dsb…..) …dan tentu  bukan pemikiran yg tak waras kalau 
planologi juga perlu memikirkan bgmn menjalankan enjinering keruangan utk 
mengembangkan kota2 diperbatasan yg dinamis dan menjadi beranda depan beneran  
spt di Entikong,  Sebatik, Kupang, Natuna, Sangir/ Talaud,  Halmahera, Merauke, 
Pacitan  dsb………. 
Masalahnya adlh siapa akan berminat/ bersemangat mengkompilasikan karya2 dgn 
jumlah/ porsentase angka  yg jauh dibawah angka pantas  (atau pertanyaannya 
jadi mengkompilasi dulu  barang yg amat  minimum dan tak pernah dibuat atau 
membuat sebanyak2 karya nyata dulu)………setidaknya utk kawasan tertinggal (semula 
Batam, lalu Timika, Bontang, Soroako. Lombok sbg spillover Bali … dsb) selalu 
modelnya adlh sdh ada leading/ propulsive activities yg mendahului (spt 
SIngapura utk Batam, aktivitas tambang utk kota2 sisanya, juga pariwisata Bali 
yg mendunia dan Lombok hanya amat dekat diseberangnya) …….dan kita blm pernah 
(dan sdh gitu dableg gak pernah mau)  mengembangkan (setidaknya wacana dulu) 
karya2 enjiinering keruangan berupa  pengembangan kota, habitat dan pusat 
kesempatan kerja sekaligus produk wisata  yg jauh dari kawan maju …dimana 
segalanya harus diciptakan dulu : aktivitas memimpin …migrasi SDM….skenario 
aglomerasi …skenario
 menyemai industri manufaktur memimpin …..redesain size kota dll …….salam, 
aby  
 
 
 
 
 
 


      

Kirim email ke