Pak Djarot ysh. Dalam bukunya Phillips diceritakan berbagai kasus, seperti
Walikota Daley of Chicago yang saya cuplik sedikit:
"People called Richard J. Daley many names: king maker, fascist pig, a damn
good mayor, and simply Boss. ..."
Disebutkan bila langkah konservatif Daley telah mengubah mesin pemda pada
era 1960-an. seperti Daley's rule telah membelanjakan 1 juta U$ untuk
memfasilitasi pembangunan The Sears building, gedung tertinggi di dunia saat
ini. Salam.

-ekadj
2010/4/25 Djarot Purbadi <[email protected]>

>
>
>   Pak Eka dan Sahabats,
>
> Ada satu masalah yang masih selalu saya pikirkan. Dalam penelitian ada
> etika kita harus melindungi keselamatan nara sumber, maka sering digunakan
> nama samaran sebagai salah satu cara pemecahannya. Cara ini memang baik,
> tetapi kadang bisa membuat kabur sebuah gambaran yang ingin dibedah secara
> mendalam. Jika kasusnya konkrit dan kita ingin menceritakan secara mendalam,
> maka identitas pelaku-pelaku kadang diperlukan supaya diungkapkan, sebab
> mindsetnya kadang kita perlu memahaminya. Artinya, kita ya memang perlu
> hati-hati supaya tidak terjebak malahan menjadi kasus baru heheee....
>
>
> Salam,
>
> Djarot Purbadi
>
> http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
> http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
> http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com
>
> --- On *Sun, 4/25/10, - ekadj <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: - ekadj <[email protected]>
> Subject: Re: [referensi] RE: Yurisprudensi?/ Kumpulan Kasus Dalam Penataan
> Ruang?
> To: [email protected]
> Date: Sunday, April 25, 2010, 1:25 PM
>
>
>
> Pak Djarot ysh, mendukung terhadap apa yang digagaskan. Saya baru menemukan
> sebuah buku terkait, "City Lights: An Introduction to Urban Studies" (1981),
> karya E. Barbara Phillips dan Richard T LeGates. Memuat issue2 perkotaan,
> kasus, dan pemecahannya; nanti saya coba ulas sedikit.
> Phillips menjelaskan pendekatannya: 1) membangun kerangka pemikiran, walau
> dimaklumi akan terjadi reduksi persoalan, 2) menempatkan persoalan kota
> dalam konteks yang lebih makro (nasional, global), dan 3) membangun
> perspektif yang luas untuk menampung berbagai sudut pandangan.
> Saya kutip sedikit pendahuluannya: "We start with a very basic assumption:
> nobody has cornered the market on knowledge. No one ideology, intellectual
> discipline, perspective, or guru has a monopoly on truth. Hence, we stress
> the relativity of views on city life. Instead of saying, "This is the way it
> is," we show how and why observers of the urban scene so often disagree on
> important issues; what they see, the meaning of what they see, and what to
> do about they see."
> Karena setiap orang cenderung mengungkapkan suatu persoalan berdasarkan
> pemecahan yang diketahuinya. Salam.
>
> -ekadj
>
>  2010/4/24 Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. 
> com<http://mc/[email protected]>
> >
>
>>
>>
>>   Dear Sahabats,
>>
>> Terima kasih atas tanggapannya. Saya belum punya pengalaman menuliskan
>> kasus seperti orang ekonomi yang piawai menuliskan kasus-kasus perusahaan
>> dan menjadi bahan pelajaran. Jika dilihat dari proses,kita tentunya
>> mengumpulkan data dulu, baru setelah data dianggap memadai kita mulai
>> menuliskan. Mohon pencerahan dari para sahabat yang punya pengalaman
>> menuliskan laporan kasus. Menurut saya, polanya naratif saja, seperti ketika
>> kita mendongeng, supaya enak dibaca dan serius dipahami karena kait hubungan
>> antar data jelas terlihat.
>>
>>
>> Salam,
>>
>> Djarot Purbadi
>>
>> http://realmwk. wordpress. com <http://realmwk.wordpress.com/> [Blog
>> Resmi MWK]
>> http://forumriset. wordpress. com <http://forumriset.wordpress.com/>[Blog 
>> Resmi APRF]
>> http://fenomenologi arsitektur. wordpress. 
>> com<http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com/>
>>
>>  --- On *Sat, 4/24/10, rvk_pa...@yahoo. 
>> com<http://mc/[email protected]>
>> <rvk_pa...@yahoo. com <http://mc/[email protected]>>* wrote:
>>
>>
>> From: rvk_pa...@yahoo. com <http://mc/[email protected]> 
>> <rvk_pa...@yahoo.
>> com <http://mc/[email protected]>>
>> Subject: [referensi] RE: Yurisprudensi? / Kumpulan Kasus Dalam Penataan
>> Ruang?
>> To: "refere...@yahoogrou 
>> ps.com<http://mc/[email protected]>"
>> <refere...@yahoogrou ps.com<http://mc/[email protected]>>
>>
>>
>> Date: Saturday, April 24, 2010, 10:00 AM
>>
>>
>>
>>
>> Milister ysh,
>>
>> Setuju dgn rencana ini. Sambil jalan tentu kita sempurnakan.
>> Untuk memulai, bisakah dibuatkan sistimatika isinya lalu kita diskusikan.
>> Nanti para suhu yg menjadi pengarah.
>>
>> Thanks a lot.
>>
>> RVK
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Djarot Purbadi
>> Sent: 24-04-2010, 06.24
>> To: refere...@yahoogrou 
>> ps.com<http://mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>
>> Subject: Re: [referensi] Re: Yurisprudensi? / Kumpulan Kasus Dalam
>> Penataan Ruang?
>>
>> Mas kalau disebut jurnal nanti bisa kacau lagi, sebab intinya adalah
>> "laporan kasus" yang informasinya mendalam dibuat dengan serius. Sambil
>> berjalan kita bikin dan istilahnya nanti akan kita temukan dalam perjalanan.
>> Terima kasih
>>
>> Salam,
>>
>> Djarot Purbadi
>>
>> http://realmwk. wordpress. com <http://realmwk.wordpress.com/> [Blog
>> Resmi MWK]
>>
>> http://forumriset. wordpress. com <http://forumriset.wordpress.com/>[Blog 
>> Resmi APRF]
>>
>> http://fenomenologi arsitektur. wordpress. 
>> com<http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com/>
>>
>> --- On Sat, 4/24/10, Harya Setyaka <harya.setyaka@ 
>> gmail.com<http://mc/compose?to=harya.setyaka%40gmail.com>>
>> wrote:
>>
>> From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ 
>> gmail.com<http://mc/compose?to=harya.setyaka%40gmail.com>
>> >
>> Subject: Re: [referensi] Re: Yurisprudensi? / Kumpulan Kasus Dalam
>> Penataan Ruang?
>> To: refere...@yahoogrou 
>> ps.com<http://mc/compose?to=referensi%40yahoogroups.com>
>>
>> Date: Saturday, April 24, 2010, 5:05 AM
>>
>>
>>
>> Biasanya naskah-2 seperti ini disebut 'Journal'..
>> Kalau yurisprudensi memang terminologi Hukum.
>>
>> Masing2 "kasus" bisa jadi satu artikel Journal... lalu from time-to-time
>> ada yg terpanggil bikin meta-analysis. .
>>
>> Kalau ditanya "siapa yg mengasuh Journal?".. ya akademisi.. sistem
>> insentif nya juga sudah tersedia untuk itu.
>>
>> Salam,
>> -K-
>>
>> 2010/4/23 Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com>
>>
>>
>>
>> Dear Sahabats,
>>
>> Eyang Guru ABY yang baik, pertanyaan siapa yang akan mengerjakan, bisa
>> dijawab dengan pikiran sederhana atau rumit. Jika setiap warga milia
>> referensi ini menulis satu kasus saja, mungkin yang diminati atau dekat
>> dengan rumahnya, saya kira dalam waktu yang tidak terlalu lama kita sudah
>> punya "ensiklopedi kasus-kasus keruangan" yang akan menjadi bahan pelajaran
>> yang mencerdaskan kita semua. Ilmunya bisa maju, prakteknya bisa lebih
>> mantap karena ensiklopedia itu ada dan terus berkembang. Tentang
>> Parangtritis, misalnya, atau sepak terjang "Wagiman" (Walikota Gila Taman =
>> Hery Zudianto), misalnya, saya berusaha menuliskan atau yang lain yang
>> menarik dan di dalamnya ada bahan pelajarannya. ...bisa saja kasus itu
>> dikerjakan setahun karena rumitnya penyelidikan atau dikerjakan di sela-sela
>> waktu sibuk, tetapi jika kita sepakat dan memulai, niscaya
>> tahun depan milis referensi akan menjadi milis yang plus plus
>> plus....begitu Kanjeng Eyang !!!
>>
>> Kalau mau gampang lagi, kita bikin weblog kemudian kita kumpulkan
>> "serpihan-serpihan" berita tentang suatu kasus, lantas kapan-kapan kita
>> tuliskan dengan lebih sistematis ditambahi dengan informasi yang kita gali
>> sendiri, dikemas dengan penalaran kita sendiri, atau menggunakan model kita
>> sendiri entah etnografi atau fenomenografi. Saya sendiri secara "tidak
>> sengaja" memulai dengan cara itu, dengan weblog yang mengumpulkan informasi
>> arsitektur yang tersingkir, tergusur dan terlantar, juga tergeser !!!
>>
>> Salam,
>>
>> Djarot Purbadi
>>
>> http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK]
>>
>> http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF]
>>
>> http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com
>>
>> --- On Fri, 4/23/10, hengky abiyoso <watashiaby@ yahoo. com> wrote:
>>
>> From: hengky abiyoso <watashiaby@ yahoo. com>
>> Subject: [referensi] Re: Yurisprudensi? / Kumpulan Kasus Dalam Penataan
>> Ruang?
>>
>> To: "referensi" <refere...@yahoogro u ps.com>
>>
>> Date: Friday, April 23, 2010, 8:57 AM
>>
>>
>>
>> Milisters ysh,
>>
>> Sebagai ‘outsider’  keuntungan dari  Dr. Djarot (maupun keuntungan kita)
>> adalah bhw beliau bisa selalu berpikir bebas,  kreatip, obyektip, kritis
>>  (dan tanpa beban)  ttg apa2 saja  yg beliau pikir akan baik bagi kemajuan
>> sains perencanaan, planologi atau teknik penataan ruang kita………termasuk
>> ketika usai muncul kasus mbah Priok kemarin ….. beliau melontarkan ide ttg
>> bgmn kalau kita mengkompilasikan ttg
>> semacam ‘yurisprudensi’ / kumpulan kasus2 keputusan atas kasus2 keruangan
>> ……..
>> Ya tentu saja itu ide yg baik sekali  ……semacam ‘yurisprudensi’ atau
>> kompilasi karya2 planologik/ karya enjinering penataan ruang negeri kita
>> ……namun berbeda dgn ‘yurisprudensi‘ hukum dimana produk hukum berupa
>> keputusan2  hukum/ vonis  merupakan  solusi akhir atas pihak2 yang
>> berperkara/ bertentangan (baik keruangan atau bukan)   ……. Sementara itu
>> produk2 keputusan/ langkah keruangan tak selalu harus berupa  solusi diatas
>> dua pihak yg
>> beperkara dgn nuansa pertentangan  ……namun banyak juga porsi new spatial
>> development (spt  utk kawasn tertinggal yg 90% wilayah RI kita) yg perlu
>> dikembangkan dgn tanpa terdapat  nuansa pertentangan kepentingan yg tajam
>> antara pihak2 yg berseberangan……….
>> Yg jelas adlh bhw produk karya2 enjinering keruangan itu mau tak mau
>> secara garis besar l.k karakternya adlh disatu sisi berupa produk enjinering
>> keruangan untuk kawasan maju yg isinya akan lbh banyak bersifat regulasi
>> plus pengendalian ….sementara itu disisi lain  produk enjinering keruangan
>> dikawasan tertinggal/ 90% kawasan RI  akan perlu lbh bersifat enhancing
>> …..dan sifatnya perlu lbh berbentuk  proactive spatial organizer / habitat
>> organizer lbh daripada normative and pasive  spatial regulator ……. Itu krn
>>  bila dikawasn maju spatial planning tak perlu lagi memikirkan bgmn
>> membentuk aglomerasi ruang atau redistribusi populasi/ aktivities
>> ……….sementara itu sebaliknya dikawasn tertinggal (kalau maudapet hasil
>> nyata dan menimbulkan respek) enjinering ruang harus mengorganisasikan
>> mobilisasi/ migrasi SDM perkotaan unggulan  dari kawasan maju utk membentuk
>> ruang2/perekonomian perkotaan plus investasi2 perkotaan dan manufaktur……..
>> Kembali ke rencana kompilasi ‘yurisprudensi’ keputusan keruangan/
>> kumpulan kasus2 (enjinering) keruangan ……kalau boleh diibaratkan dikawasan
>> maju dn kawasan tertinggal masing2 terdapat 100  macam kemungkinan  langkah2
>> enjinering keruangan ……dan kalau diibaratkan dikawasan maju telah dpt
>> dikompilasikan 50% atau katakankah 75% atau berapa %  model situasi gitu
>> …….sementara itu dari kawasan tertinggal yg adlh 90 % ruangnegeri kita
>> .......anda brkali jangan2 baru dpt mengkompilasikan 5 atau 10 studi kasus
>> (pembangunan Batam, Timika/
>> Tembagapura, Lombok dsb…..) …dan tentu  bukan pemikiran yg tak waras kalau
>> planologi juga perlu memikirkan bgmn menjalankan enjinering keruangan utk
>> mengembangkan kota2 diperbatasan yg dinamis dan menjadi beranda depan
>> beneran  spt di Entikong,  Sebatik, Kupang, Natuna, Sangir/ Talaud,
>> Halmahera, Merauke, Pacitan  dsb……….
>> Masalahnya adlh siapa akan berminat/ bersemangat mengkompilasikan karya2
>> dgn jumlah/ porsentase angka  yg jauh dibawah angka pantas  (atau
>> pertanyaannya jadi mengkompilasi dulu  barang yg amat  minimum dan tak
>> pernah dibuat atau membuat sebanyak2 karya nyata dulu)………setidaknya utk
>> kawasan tertinggal (semula Batam, lalu Timika, Bontang, Soroako. Lombok sbg
>> spillover Bali … dsb) selalu modelnya adlh sdh ada leading/ propulsive
>> activities yg mendahului (spt SIngapura utk Batam, aktivitas tambang utk
>> kota2 sisanya, juga pariwisata Bali yg
>> mendunia dan Lombok hanya amat dekat diseberangnya) …….dan kita blm pernah
>> (dan sdh gitu dableg gak pernah mau)  mengembangkan (setidaknya wacana dulu)
>> karya2 enjiinering keruangan berupa  pengembangan kota, habitat dan pusat
>> kesempatan kerja sekaligus produk wisata  yg jauh dari kawan maju …dimana
>> segalanya harus diciptakan dulu : aktivitas memimpin …migrasi SDM….skenario
>> aglomerasi …skenario menyemai industri manufaktur memimpin …..redesain size
>> kota dll …….salam,
>> aby
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
> 
>

Kirim email ke