Saya 'melihat' hukum dan standar US diterapkan sangat keras di kawasan
PTFI.

Yurisprudensi secara ilmiah merupakan bagian dari sumber hukum di
Indonesia.


--- In [email protected], <efha_mardians...@...> wrote:
>
> Pertanyaan saya, apakah hukum asing seperti hukum negara bagian Iowa
ini bisa menjadi rujukan hukum dalam kasus di Indonesia yang tentu saja
memiliki sistem hukum tersendiri yang berbeda dengan sistem hukum di
Iowa..?
> Â
> Juga ada pertanyaan lain, apakah yurisprudensi juga merupakan bagian
dari sistem hukum di Indonesia...?
> Â
> Mohon maaf apabila pertanyaannya agak mendasar, karena saya memang
awam terhadap sistem hukum spt ini...
> Â
> Salam,
> Â
> Fadjar
>
>
> --- En date de : Dim 25.4.10, ffekadj 4ek...@... a écrit :
>
>
> De: ffekadj 4ek...@...
> Objet: [referensi] Dillon's Rule
> À: [email protected]
> Date: Dimanche 25 avril 2010, 18h32
>
>
> Â
>
>
>
>
> Referensiers, melanjutkan usaha Harya, saya temukan satu
'yurisprudensi'
> dari bukunya Phillips, yaitu tentang batas-batas kewenangan Pemkot,
> disebut Iowa State Judge John F. Dillon. Dalam yurisprudensi ini
> disebutkan Pemkot tidak bisa begitu saja mengizinkan beroperasinya
stand
> (warung) jualan kacang di dalam kebun binatang tanpa ditetapkan
> sebelumnya secara legislatif.
>
> "A city cannot operate a peanut stand at the city zoo without first
> getting the state legislature to pass an enabling law, unless,
> perchance, the city's charter or some proviously enacted law
> unmistakably covers the sale of peanuts".
>
> Salam.
>
> -ekadj
>
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, Harya Setyaka <harya.setyaka@ ...>
> wrote:
> >
> > Kalau di profesi ekonomi dan bisnis, tentu juga akan mempelajari
> kasus-2
> > hukum yg berkaitan dengan sengketa bisnis.. misal kasus-2
anti-trust..
> yg
> > paling monumental akhir-2 ini Microsoft vs. Netscape...
> > Aksi-2 merger dan akuisisi juga tidak lepas dari masalah hukum..
> > FYI, Departemen Kehakiman USA mempekerjakan ahli-2 ekonomi untuk
> mempelajari
> > anti-trust dan mengawasi merger dan akuisisi untuk menghindari
> terjadinya
> > monopoli dan cartel yg merugikan konsumen/perekonomi an secara
umum..
> >
> > Ya.. memang intinya kasus-2 tsb kalau tidak dipelajari akan menjadi
> > mubazir..
> > semoga dari pembelajaran atas kasus-2 tsb terjadi perbaikan praksis.
> >
> > Saya malah kepikiran.. apa sih yg memisahkan kita dengan
masyarakat-2
> yg
> > mampu menyelesaikan konflik tanpa bentrok?
> > Kalau ada arsitek/Planner Indonesia yg berpraktek di luar negeri,
> apakah
> > lantas jadi bentrok?
> > Sebaliknya, kalau planner dari luar negeri praktek di Indonesia,
> lantas
> > jamin bebas bentrok?
> >
> >
> > Salam,
> > -K-
> >
> > 2010/4/20 Djarot Purbadi dpurbadi@
> >
> > >
> > >
> > > Bagi saya, kasus merupakan titik penting untuk memperbaiki banyak
> hal.
> > > Kasus mengandung pengetahuan untuk memperkaya-memperba iki ilmu
dan
> praktek
> > > profesi kita. Bagi yang berperkara ya mereka akan terus ada dalam
> lingkaran
> > > itu, tetapi bagi kita yang tidak berperkara secara langsung, saya
> kira perlu
> > > menjadi lebih cerdas karena belajar dari perkara-perkara yang
> muncul.
> > >
> > > Jika kita perhatikan, kajian kasus-kasus sejauh saya tahu banyak
> dilakukan
> > > di kalangan ekonomi. Teman saya bahkan menggunakan studi kasus
> sebagai
> > > metoda belajar untuk mata kuliah tertentu. Orang ingin melakukan
> > > re-engineering perusahaannya ia belajar dari beberapa "kasus
> monumental"
> > > yang diduga cocok untuk dipelajari. Nah, apakah kita akan
melewatkan
> begitu
> > > saja setiap kasus konflik yang terkait dengan tata ruang, dan di
> kemudian
> > > hari kita menumbuk perkara yang secara substansial sama berpikir
> mulai dari
> > > nol ??? Menurut teman saya, dia bahkan pernah membeli
"kasus-kasus"
> otentik
> > > untuk mata kuliahnya itu dari "perusahaan" yang memang menuliskan
> dan
> > > menjualnya !!! Itu terjadi di fakultas ekonomi, misalnya kasus
> perusahaan
> > > Sony ketika menghadapi sesuatu ide pengembangan atau apalah, saya
> lupa.
> > >
> > >
> > > Salam,
> > >
> > > Djarot Purbadi
>



Kirim email ke