iya.. tanggung ya.. mendingan Federalisasi saja sekalian..
wong sekarang sudah banyak otonomi plus plus.. lama-lama kalau semuanya juga
minta 'ke-khusus-an', ya federal aja..
mungkin kalau sistem federasi, administrasi pembangunan bisa lebih efisien..

-K-



2010/8/5 Bambang Tata Samiadji <[email protected]>

>
>
>      Dear Mas BSP dan referensier
>
> Setuju dengan Mas BSP. Cuma ada yang kontradiksi pada butir 3 dan 4.
>
> Butir 3 :
> Posisi gubernur akan menjadi lbh bertaring. Ini semakin meyakinkan
> bhw revisi UU 32/2004 sdh semakin dekat.
>
>
> Komentar saya :
> Posisi Gubernur ada 2 yaitu selaku Kepala Daerah Provinsi dan selaku Wakil
> Pemerintah. Selaku Kepala Daerah, posisi Gubernur sama dengan Bupati dan
> Walikota. Jadi sama saja dengan menggunakan gigi geraham dan tidak menjadi
>  lebih bertaring. Tapi Gubernur selaku Wakil Pemerintah dengan
> mekanisme DEKONSENTRASI bisa lebih bertaring sesuai dengan PP 11/2010
> tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan
> Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi...... Tapi pada butir
> 4 dikatakan :
>
> Butir 4 :
> Posisi DEKONSENTRASI yg over driven oleh pemerintah pusat akan
>
> dikurangi. Masalahnya, apakah ini akan bisa jalan. Saat ini terlalu
> banyak departemen menggembungkan organisasinya, yg berarti enggan
> menyerahkan kegiatan ke daerah (pdhal sdh wewenang daerah).
> Komentar saya:
> Lho bagaimana Gubernur bisa lebih bertaring kalau dekonsentrasi akan
> dikurangi. Padahal penguatan Gubernur di wilayah provinsi ini dilakukan
> melalui mekanisme dekonsentrasi.
>
> Mungkin yang dimaksud bukan Dekonsentrasi, tapi Tugas Pembantuan
> (Medebewind) dan Kelola Langsung oleh Pemerintah (ingat pasal 10 ayat 5 UU
> 32/2004 bahwa Pemerintah punya kewenangan di daerah dalam bentuk : Kelola
> Langsung, Dekonsentrasi, dan Tugas Pembantuan).
>
> **Mohon koreksi bila ada yang salah.
>
> Thanks. CU. BTS.
>
> --- Pada *Jum, 6/8/10, Mohammad Andri Budiman <[email protected]>*menulis:
>
>
> Dari: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
> Judul: [referensi] Fwd: Menyimak instruksi SBY
> Kepada: "Referensi" <[email protected]>
> Tanggal: Jumat, 6 Agustus, 2010, 4:53 AM
>
>
>
> Dari Pak BSP, mungkin seharusnya tulisan ini tertuju ke milis, karena
> bagian To:-nya adalah Referensi. (Apakabar pak BSP?:-)
>
> Salam,
> CA
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: 
> <[email protected]<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/compose?to=bspriyo%40indosat.net.id>
> >
> Date: Friday, August 6, 2010
> Subject: Menyimak instruksi SBY
> To: Referensi 
> <[email protected]<http://id.mc771.mail.yahoo.com/mc/compose?to=mandrib%40gmail.com>
> >
>
> Menarik sekali kita menyimak apa2 instruksi SBY dalam conclusion
> remark Pertemuan di Bogor baru saja.
>
> Ada 9 instruksi yg kali ini kelihatan lbh tegas dibanding biasanya
> terkait dg hubungan pusat-daerah dan masalah koordinasi keuangan.
>
> Impresi yg bisa diperoleh:
>
> 1. Presiden ingin menunjukkan keinginan bhw dia bisa tegas (pola
> affirmatif coordination) sangat terlihat ingin dijaga Presiden.
> Masalahnya, dg posisi dan modal saat ini, ini mrpk kerja keras dan
> panjang.
> 2. APBD dianggap lbh ribet dibanding APBN. Sehingga diperlukan
> percepatan. Selain itu ada indikasi pemborosan. Pengalaman memang
> menunjukkan hal tersebut.
> 3. Posisi gubernur akan menjadi lbh bertaring. Ini semakin meyakinkan
> bhw revisi UU 32/2004 sdh semakin dekat.
> 4. Posisi dekonsentrasi yg over driven oleh pemerintah pusat akan
> dikurangi. Masalahnya, apakah ini akan bisa jalan. Saat ini terlalu
> banyak departemen menggembungkan organisasinya, yg berarti enggan
> menyerahkan kegiatan ke daerah (pdhal sdh wewenang daerah).
>
> Bagi masyarakat 'penata ruang' atau yg bergelut dg masalah tata ruang,
> ini akan sangat berpengaruh besar.
> Menurut pengamatan saya, shifting power ke gubernur akan berpengaruh
> pd pola keruangan yg bisa lbh spreaded (harapan saja).
>
> Menurut penilaian pribadi yg sangat terbatas ini. Pidato tsb cukup
> bagus, tapi butuh kerja keras yg masih sangat panjang yang bisa2
> sampai akhir masa SBY blm tentu tercapai.
> Salam
> Bsp
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>
>  
>

Kirim email ke