Terima kasih, saya jadi bersemangat nih rembugan.

Ternyata masalah sebenarnya dari gereja kita, menurut
Sdri. Rere adalah pengurus terasnya yang tumpul, kurang
enerjik, kurang idealis. Alias sedikit korup. Korup ini
artinya bukan korupsi yang biasa muncul di berita koran,
tapi kualitas diri kita yang sudah berkurang dari
kondisi awal mula ketika kita masih muda. Seiring
bertambahnya umur dan pengalaman, orang akan makin
berhitung dan kompromi dalam menyikapi hidup. Korup
ini adalah kompromi yang kebablasan.

Tugas orang muda untuk selalu mengingatkan yang tua
tentang bahaya laten korup ini, kata Arief Budiman.
Dan orang tua bertugas membuka cakrawala dan penunjuk
jalan bagi yang muda. Sekadar penunjuk jalan dan berbagi
pengalaman (bukan pembimbing).

Tapi bagaimana mewakili suara orang muda di paroki?
Ya dari grass root (bawah). Lingkungan. Ikut kepanitiaan.
Kirimkan artikel suara kaum muda ke Warta Paroki.
Pengaruhi ortu masing-masing, yakinkan bahwa orang muda
juga bermutu dan berarti (exist), dan berpandangan jauh
ke depan. Punya usul / penawaran yang tidak bisa diremehkan.
Lalu buktikan.

Tahun 96 saya mulai ikut sibuk di koor mudika, dengan
tujuan (sebagian) untuk cari jodoh. Kurang berbakat, oleh
Romo waktu itu lalu saya disuruh jadi pembina misdinar.
Tahun 2001, ketika misdinar punya pembina yang lebih
profesional, saya pindah ke warta paroki. Lalu pensiun
sekitar 2003, dan sekarang aktif di wilayah.


Leo.

--- Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> rekan Kris (sesuai dengan permintaan ), menempatkan orang muda di setiap
> Sie adalah sangat SAH dan HARUS..hihihi, maaf sedikit memaksa.
>   Karena hal ini sangat penting untuk sebuah regenerasi, kapan lagi org
> muda kalo tidak dimulai dr sekarang tuk diikutsertakan dlm gereja?? 
>   mjd pertanyaan apakah org muda yg di posisikan pada sie itu cukup
> mewakili suara org muda?????
>   saya sebagai org muda tidak juga lantas ingin me-negasi setiap ritual
> Liturgi yg ada di gereja. ritual tetap harus ada cuma perlu penyesuaian
> toh???? ketika saya menkritik ritual gereja yg membosankan, toh saya
> juga masih merasa membutuhkan ritual2 tsb untuk perkembangan iman saya.
>   apa yg saya sampaikan terkait dgn apa sih yg org muda katolik lakukan
> dewawa ini???
>   krn ada sedikit kekecewaan thd org muda katolik yg saya liat, tidak
> perlu jauh2 saya melihat di almamater saya sendiri. keluarga mahasiswa
> katolik (KMK)hanya menjadi suatu ajang dr cari jodoh....(sorry to
> say..!!!!)
>   cari jodoh, sah2 saja..malah saya SEPAKAT!!!!! tapi ketika tidak dapat
> membedakan kapan menjadikan wadah tsb untuk mencari jodoh itu yg menjadi
> tidak tepat.
>   yg saya tahu tuk membentuk KMK tsb perlu lobby sana sini agak
> universitas mengakui, tetapi ketika semua tertarik tuk terlibat
> (awalnya...) diproses berjalan krn sudah dpt "seseorg" yg dianggap
> jodoh, eh....KMK nya ga dikembangkan dgn ide ide yg khas org muda. org
> muda = energik, idealis....
>   sorry to say....org muda TUMPUL!!!!
>    
>   lain lagi misalnya ketika org mudanya sangat antusias eh dihalangi
> oleh Romonya atau Romonya yg antusias eh org mudanya TUMPUL!!!!
>   hal-hal diatas juga bagian dr pergumulan org muda (kalo yg masih
> bergumul...hehehehe)
>   tertarik bergabung di kepemudaan ST.THOMAS tp tidak untuk bernyanyi...
>   thn 2005 saya kebetulan mewakili JKT  di Pernas dan SAGKI. Bertemu
> Mgr.Angkur agak sedikit malu...
>   "kuliah di depok dan tinggal di depok kok jadi delegasi JKT???" itu
> komentar beliau ketika tahu saya dr depok. pembenaran saya pd waktu itu
> saya ngekost jd cukup di maklumi tuk terdaftar di paroki mana saja...
> 
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>           
> saya lebih senang bisa di pangggil dengan kata rekan , kesannya lebih
> akrab, :) 
> 
> setahu saya, banyak juga Anggota DPP Paroki Santo Thomas yang masih
> ORANG MUDA (tentunya berstatus mudika), bisa saya kasih contoh : 
> 1. Anggota Sie. Liturgi : ada satu orang muda-nya (kebetulan saya kenal
> cukup lama dengan orangnya) 
> 2. Anggota Sekretarit DPP : ada 2 orang muda-nya (saya kenal juga cukup
> lama,) 
> 3. Ketua Lektor dan Wakilnya : di pegang oleh orang muda juga. 
> 4. Ketua Misdinar dan Pembina Misdinar : masing-massing satu orang muda 
> 5. Anggota Sie. Kepemudaan : satu orang (kebetulan saya yang ada di
> situ) 
> 6. Anggota Sie. Komsos : setahu saya ada satu orang muda-nya 
> 7. Ketua Mudika Paroki, Ketua Koordinator Mudika WIlayah --> tentunya
> orang muda :) 
> 
> itu hanya sebagian yang saya hapal, kemungkinan masih ada lagi. 
> 
> memang kadang kegiatan liturgial (misalnya : MISA) , terasa sangat
> membosankan, karena urutanya ya itu-itu aza, tapi setahu saya klo saya
> hanya datang ke gereja untuk mengikuti misa saja, saya pribadi terasa
> hampa, dengan mengikuti wadah-wadah kegiatan yang dibentuk oleh paroki,
> saya menemukan aplikasi nyata dari misa tersebut (walupun sebetulnya
> apikasi dari misa tersebut harus lebih banyak lagi di terapkan ditengan
> masyarakat, paling tidak ya sama tetangga dekat di rumah...) 
> 
> sekedar info :  tanggal 28& 29 -04-2007 saya mengikuti acara SAMBUNG
> RASA KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BOGOR yang diadakan di parung, dari
> acara tersebut , KOMISI menyadari bahwa perlu adanya perubahan pembinaan
> dan pendampingan orang muda katolik, salah satu dengan mengadakan acara
> Liturgial (MISA, IBADAT) dengan tata cara orang muda, dengan tidak
> melupakan norma-norma liturgi yang ada .... dan semua kegiatan liturgial
> di acara tersebut benar-benar khas orang muda....saya kagum ..... 
> 
> rgsd, 
> kristiyono 
> 
> 
> 
> 
>         Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> 
> Sent by: [email protected]   07-05-2007 13:04         
>  Please respond to
> [email protected]
> 
> 
>             To
>   [email protected]       cc
>         Subject
>   Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi
>           
> 
> 
> 
> senang sekali membaca tanggapan mas Kris or pak Kris or kawan Kris....  
> masalah konsentrasi or tidak itu memang balik ke individunya. jgn
> langsung diasumsikan kalo dipindahkan ke mall berarti acara
> rosarioan(menyambung sbg contoh) di tengah2 keramaian. toh mall juga
> memberikan ruang yg menungkinkan tapi ya jgn dibayangkan akan sepi...itu
> ya ngga mungkin. 
>   
> saya tahu ada MUDIKA di st.thomas....yg menjadi kritikan saya, mudika
> itu tidak semata2 tukang parkir, nyanyi2...pertanyaan saya, apakah
> ST.THOMAS memberikan tempat tuk org muda nya terlibat tuk pengambilan
> keputusan2 di dlm gereja. 50an paroki di jkt (terpaksa saya ambil
> contoh) TIDAK SEMUA ORG MUDA di "undang" tuk terlibat. org muda hanya
> akan dilibatkan kalo kaitannya dgn parkir.weleh..weleh... 
>   
> thn 2005 pertemuan nasional org muda katolik saya pikir merupakan suatu
> desakan tuk gereja agar dapat dilibatkan. bukan hanya sekedar tenaga
> operasional. 
> 
> 
> [EMAIL PROTECTED] wrote: 
> 
> Dear All, 
> 
> Doa Rosario diadakan di Mall ? boleh juga tuh .....tapi klo saya nggak
> bisa konsentarsi dan fokus ke dalam doa, pikiran saya akan melayang ke
> suasana Mall dan telinga saya akan banyak mendengar hiruk pikuk orang
> berbelanja, Mata saya akan susah terpejam karena banyak yang menarik
> untuk di lirik atau di pandang di sekitar saya. 
> 
> gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? Setuju bgt , 
> 
> knp semakin banyak org muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja
> ini kan bisa dijadikan suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai
> membosankan jika di lihat dr segi kemasan. Menurut pengalaman saya
> selama berada di teritorial paroki santo thomas kelapadua : orang muda
> akan meninggal kan gereja (bangunan) dan gereja (Yesus sendiri) adalah
> kurangnya pengalaman dari tiap pribadi untuk mau menggali potensi
> imannya di dalam hidup menggereja.  Sedangkan sarana/wadah yang di
> bentuk oleh paroki sudah cukup banyak, saya ambil contoh MUDIKA
> (muda-mudi katolik), kebanyakan kaum muda jarang ambil bagian dalam
> kegiatan mudika. 
> Kegiatan Gereja akan terasa membosankan apabila rasa KERINDUAN akan
> TUHAN tidak di jadikan sebagai alasan utama. 
> Kemasan kegiatan memang kadang banyak terpaku oleh aturan (pakem)
> liturgial....ini yang terasa atau di rasa membosankan bagi beberapa
> kalangan. 
> 
> Banyak kok ...acara/kegitan gereja yang dipindakan ke ke tempat lain,
> contohnya : 
> 1. Pernah saya rosario di kamar rumah, 
> 2. Pernah saya mengikuti Misa Requem (kematian) di rumah teman saya. 
> 3. Pernah saya dengar, Paduan Suara Mudika (FAVORABILIS) Latihan di
> dekat danau kampus ui depok, 
> 
> rgsd, 
> kristiyono 
> Sie. Kepemudaan Paroki 
> 
> ps : 
> - klo ada yang mau tau banyak tentang informasi kegiatan MUDIKA atau
> ORANG MUDA KATOLIK, saya siap membantu dan memberikan pencerahan. banyak
> orang muda yang tidak tau atau belum tau klo mereka sebenarnya warga
> gereja dan anggota mudika. 
> - kegitan gereja menarik kok, dan ngak bosenin.....percaya deh .....klo
> sempet.....coba hari rabu malam atau jumat malam datang ke paroki santo
> thomas kelapadua.....banyak tuh ORANG MUDA yang cuap-cuap...latihan
> nyanyi..... 
> - klo misa di gereja santo thomas , coba sesekali melihat ke parkiran
> mobil, pasti ada petugas pake rompi orange...nah itu ORANG MUDA KATOLIK
> juga tuh.....dan mereka enjoy dan menikmati kegiatan itu ..tuh
> ..hihihihihihihi 
> 
> 
> 
> 
>         Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> 
> Sent by: [email protected] 
> 07-05-2007 11:19 
>           Please respond to
> [email protected]
> 
>             To
>   [email protected]       cc
>         Subject
>   Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi
> 
>           
> 
> 
> 
> 
> melihat data (bahwa ada 8 mall berdiri tegak sepanjang cililitan -
> mekarsari), bagaimana kalau doa rosario nya atau kegiatan gereja
> dilakukan di mall ?????? 
> gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? knp semakin banyak
> org muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan bisa
> dijadikan suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika
> di lihat dr segi kemasan. 
>  
> jalan2 di mall, atau menghabiskan waktu di tempat2 hiburan toh bukan
> sesuatu yg salah dan itu hak asasi manusia tuk menikmati hidupnya. 
> nah sekarang menjadi tantangan gereja tuk membuat kemasan yg cukup
> menarik agar tidak ditinggalkan. saran saya yg tadi...acara gereja
> sesekali di "pindahkan" ke suatu tempat yg cukup menarik tanpa harus
> mengurangi esensinya... 
>  
> salam, 
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
http://mobile.yahoo.com/mail 

Kirim email ke