saya lebih senang bisa di pangggil dengan kata rekan , kesannya lebih 
akrab, :)

setahu saya, banyak juga Anggota DPP Paroki Santo Thomas yang masih ORANG 
MUDA (tentunya berstatus mudika), bisa saya kasih contoh :
1. Anggota Sie. Liturgi : ada satu orang muda-nya (kebetulan saya kenal 
cukup lama dengan orangnya)
2. Anggota Sekretarit DPP : ada 2 orang muda-nya (saya kenal juga cukup 
lama,)
3. Ketua Lektor dan Wakilnya : di pegang oleh orang muda juga.
4. Ketua Misdinar dan Pembina Misdinar : masing-massing satu orang muda
5. Anggota Sie. Kepemudaan : satu orang (kebetulan saya yang ada di situ)
6. Anggota Sie. Komsos : setahu saya ada satu orang muda-nya
7. Ketua Mudika Paroki, Ketua Koordinator Mudika WIlayah --> tentunya 
orang muda :)

itu hanya sebagian yang saya hapal, kemungkinan masih ada lagi.

memang kadang kegiatan liturgial (misalnya : MISA) , terasa sangat 
membosankan, karena urutanya ya itu-itu aza, tapi setahu saya klo saya 
hanya datang ke gereja untuk mengikuti misa saja, saya pribadi terasa 
hampa, dengan mengikuti wadah-wadah kegiatan yang dibentuk oleh paroki, 
saya menemukan aplikasi nyata dari misa tersebut (walupun sebetulnya 
apikasi dari misa tersebut harus lebih banyak lagi di terapkan ditengan 
masyarakat, paling tidak ya sama tetangga dekat di rumah...)

sekedar info :  tanggal 28& 29 -04-2007 saya mengikuti acara SAMBUNG RASA 
KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BOGOR yang diadakan di parung, dari acara 
tersebut , KOMISI menyadari bahwa perlu adanya perubahan pembinaan dan 
pendampingan orang muda katolik, salah satu dengan mengadakan acara 
Liturgial (MISA, IBADAT) dengan tata cara orang muda, dengan tidak 
melupakan norma-norma liturgi yang ada .... dan semua kegiatan liturgial 
di acara tersebut benar-benar khas orang muda....saya kagum .....

rgsd,
kristiyono





Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
07-05-2007 13:04
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi






senang sekali membaca tanggapan mas Kris or pak Kris or kawan Kris....
masalah konsentrasi or tidak itu memang balik ke individunya. jgn langsung 
diasumsikan kalo dipindahkan ke mall berarti acara rosarioan(menyambung 
sbg contoh) di tengah2 keramaian. toh mall juga memberikan ruang yg 
menungkinkan tapi ya jgn dibayangkan akan sepi...itu ya ngga mungkin.
 
saya tahu ada MUDIKA di st.thomas....yg menjadi kritikan saya, mudika itu 
tidak semata2 tukang parkir, nyanyi2...pertanyaan saya, apakah ST.THOMAS 
memberikan tempat tuk org muda nya terlibat tuk pengambilan keputusan2 di 
dlm gereja. 50an paroki di jkt (terpaksa saya ambil contoh) TIDAK SEMUA 
ORG MUDA di "undang" tuk terlibat. org muda hanya akan dilibatkan kalo 
kaitannya dgn parkir.weleh..weleh...
 
thn 2005 pertemuan nasional org muda katolik saya pikir merupakan suatu 
desakan tuk gereja agar dapat dilibatkan. bukan hanya sekedar tenaga 
operasional.


[EMAIL PROTECTED] wrote:

Dear All, 

Doa Rosario diadakan di Mall ? boleh juga tuh .....tapi klo saya nggak 
bisa konsentarsi dan fokus ke dalam doa, pikiran saya akan melayang ke 
suasana Mall dan telinga saya akan banyak mendengar hiruk pikuk orang 
berbelanja, Mata saya akan susah terpejam karena banyak yang menarik untuk 
di lirik atau di pandang di sekitar saya. 

gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? Setuju bgt , 

knp semakin banyak org muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini 
kan bisa dijadikan suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan 
jika di lihat dr segi kemasan. Menurut pengalaman saya selama berada di 
teritorial paroki santo thomas kelapadua : orang muda akan meninggal kan 
gereja (bangunan) dan gereja (Yesus sendiri) adalah kurangnya pengalaman 
dari tiap pribadi untuk mau menggali potensi imannya di dalam hidup 
menggereja.  Sedangkan sarana/wadah yang di bentuk oleh paroki sudah cukup 
banyak, saya ambil contoh MUDIKA (muda-mudi katolik), kebanyakan kaum muda 
jarang ambil bagian dalam kegiatan mudika. 
Kegiatan Gereja akan terasa membosankan apabila rasa KERINDUAN akan TUHAN 
tidak di jadikan sebagai alasan utama. 
Kemasan kegiatan memang kadang banyak terpaku oleh aturan (pakem) 
liturgial....ini yang terasa atau di rasa membosankan bagi beberapa 
kalangan. 

Banyak kok ...acara/kegitan gereja yang dipindakan ke ke tempat lain, 
contohnya : 
1. Pernah saya rosario di kamar rumah, 
2. Pernah saya mengikuti Misa Requem (kematian) di rumah teman saya. 
3. Pernah saya dengar, Paduan Suara Mudika (FAVORABILIS) Latihan di dekat 
danau kampus ui depok, 

rgsd, 
kristiyono 
Sie. Kepemudaan Paroki 

ps : 
- klo ada yang mau tau banyak tentang informasi kegiatan MUDIKA atau ORANG 
MUDA KATOLIK, saya siap membantu dan memberikan pencerahan. banyak orang 
muda yang tidak tau atau belum tau klo mereka sebenarnya warga gereja dan 
anggota mudika. 
- kegitan gereja menarik kok, dan ngak bosenin.....percaya deh .....klo 
sempet.....coba hari rabu malam atau jumat malam datang ke paroki santo 
thomas kelapadua.....banyak tuh ORANG MUDA yang cuap-cuap...latihan 
nyanyi..... 
- klo misa di gereja santo thomas , coba sesekali melihat ke parkiran 
mobil, pasti ada petugas pake rompi orange...nah itu ORANG MUDA KATOLIK 
juga tuh.....dan mereka enjoy dan menikmati kegiatan itu ..tuh 
..hihihihihihihi 





Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected] 
07-05-2007 11:19 

Please respond to
[email protected]


To
[email protected] 
cc

Subject
Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi








melihat data (bahwa ada 8 mall berdiri tegak sepanjang cililitan - 
mekarsari), bagaimana kalau doa rosario nya atau kegiatan gereja dilakukan 
di mall ?????? 
gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? knp semakin banyak org 
muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan bisa dijadikan 
suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika di lihat dr 
segi kemasan. 
  
jalan2 di mall, atau menghabiskan waktu di tempat2 hiburan toh bukan 
sesuatu yg salah dan itu hak asasi manusia tuk menikmati hidupnya. 
nah sekarang menjadi tantangan gereja tuk membuat kemasan yg cukup menarik 
agar tidak ditinggalkan. saran saya yg tadi...acara gereja sesekali di "
pindahkan" ke suatu tempat yg cukup menarik tanpa harus mengurangi 
esensinya... 
  
salam, 
rere 


Leo Rijadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Nyambung, Pak....

Kalau digeneralisir, liturgi itu hak Allah, hal-hal yang bersifat
rohaniah/surgawi. Sedangkan ekonomi itu hal Kaisar, hal-hal yang
bersifat jasmani/duniawi. Selama kita masih mengembara di dunia,
kedua-duanya penting untuk kehidupan kita dan saling menunjang.
Kaitannya sangat erat, sampai ada semboyan "ora et labora",
yaitu liturgi yang diwujud-nyatakan dengan perbuatan. Seperti
kata St. Paulus, "Iman tanpa perbuatan sia-sia. Perbuatan tanpa
iman mati adanya." Cermin iman (liturgi/ keakraban dengan Allah)
adalah perbuatan baik, dan perbuatan itu akan bernilai kalau
dilandasi oleh IHC (iman, harapan, cinta kasih).

Catatan: memang sulit memisahkan/membedakan iman, harapan,
cinta kasih, dan liturgi. Satu sama lain saling bercampur.

Leo.

--- Haryono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bulan Mei selain untuk tahun 2007 selain menjadi bulan Maria dengan
> ditandai doa rosario tetapi jga menjadi bulan Liturgi. Tentunya setiap
> lingkungan mengemas antara doa rosario dengan kegiatan liturgi melalui
> pendalaman iman. Dan tahun 2007 ini tema liturgi yang diambil adalah
> hubungan antara Liturgi dan ekonomi yang menjadi pembaharu umat beriman.
> Tadi malan saya memimpin pendalaman iman dan rosario yang pertama dengan
> tema Liturgi tanpa ekonomi dan sebaliknya Ekonomi tanpa liturgi dengan
> menggunakan pandangan Biblis " Berikan kepada kaisar apa yang menjadi
> hak kaisar dan berikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Dari
> hasil sharing umat menapat kesimpulan bahwa saat ini manusia cenderung
> memilih Ekonomi tanpa liturgi. Gejala ini dapat diliat bahwa manusia
> cenerung waktunya dihabiskan untuk memneuhi kebutuhan jasmani seperti
> sibuk bekerja, rekreasi di mall, bahkan kalau kita lihat dari Cilitan
> sampai mekarsari ada 8 Mall yang sarat dengan manusia. Sementara
> kegiatan doa baik di rumah, di lingkungan, di wilayah, maupun di gereja
> masih sepi-sepi saja. Hal ini me nunjukkan bahwa belum adanya
> keseimbangan antara ekonomi dan liturgi. Ini tentunya menjadi PR kita
> bersama bagaimana kita dapat memberi makan secara seimbang antara
> jasmani dan rohani kita. Salus vestra Ego Sum.

__________________________________________________________
It's here! Your new message! 
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/ 
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos. 

-----------------------------------------------

This email and its attachments may be confidential and are intended solely 
for the use of the individual to whom it is addressed. Any views or 
opinions expressed are solely those of the author and do not necessarily 
represent those of Bina Nusantara University.
If you are not the intended recipient of this email and its attachments, 
you must take no action based upon them, nor must you copy or show them to 
anyone.
Please contact the sender if you believe you have received this email in 
error. 

 Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos. 
 
-----------------------------------------------

This email and its attachments may be confidential and are intended solely 
for the use of the individual to whom it is addressed. Any views or 
opinions expressed are solely those of the author and do not necessarily 
represent those of Bina Nusantara University.
If you are not the intended recipient of this email and its attachments, 
you must take no action based upon them, nor must you copy or show them to 
anyone.
Please contact the sender if you believe you have received this email in 
error.

<<image/gif>>

<<image/gif>>

Kirim email ke