boleh dong nimbrung, sekedar menyampaikan pendapat, sepertinya ada 2 topik nih 
yang lagi di bahas kebetulan saya wakil ketua Lektor St. Thomas dan masih muda 
kata rekan ono eh maksud saya kris. menyikapi bagaimana atau dimana kita 
beribadah saya rasa sudah baku ya! maksud saya untuk misa hari sabtu/ minggu 
itu pasti digereja terkecuali diluar tema hari minggu atau yang disamakan 
dengan hari minggu sesuai dengan penanggalan liturgi gereja. diluar tema itu 
kita bisa saja lakukan dimana kita inginkan atau kita kreasikan sesuai yang 
kita inginkan tetapi kita harus konsultasikan kepada Romo yang memimpin misa 
pada saat itu agar kita tidak merusak  hal-hal yang baku, yang tidak bisa di 
rubah susunannya dalam perayaan liturgi. kalau soal kaum muda ini sungguh 
kompleks bagi saya karena didalam masa pencarian jatidirinya, mereka dihadapkan 
pada banyak tantangan dimasa sekarang ini mungkin, saya tidak perlu menjelaskan 
nya karena saya yakin anda semua pasti mengerti dengan yang
 terjadi pada jaman sekarang ini. yang pada intinya sekarang adalah bagaimana 
kita yang perduli dengan kaum muda dan kaum muda yang perduli pada dirinya 
mencari Solusi yang terbaik agar ada tempat bagi kaum muda untuk 
mengekspresikan diri nya sesuai dengan minat dan bakatnya serta jamannya tetapi 
tidak meninggalkan jati dirinya sebagai kaum muda katolik yang penuh dengan 
Iman, Pengharapan, dan Kasih.
Di kelompok lektor sendiri 99 % nya adalah kaum muda, disinilah kami kaum muda 
memaknai arti dari peranan kami sebagai umat gereja yaitu ikut ambil bagian 
dalam karya pelayanan kami di gereja sebagai pembaca firman Allah, tidak hanya 
menyanyi walaupun kebetulan saya juga aktif di paduan suara mudika paroki 
"Favorabilis" ataupun parkir walaupun tampak remeh tetapi bagi saya peran itu 
pun cukup penting, anda mungkin akan bermasalah dengan parkir jika tidak ada 
yang mengaturnya bukan? oleh karena itu kita jangan pandang apa peranan kita 
tetapi apakah kita bertanggungjawab dengan apapun peran kita sekarang? atau 
apakah kita sudah punya peran yang aktif di gereja  sekalipun itu hanya sebagai 
umat katolik yang baik, saya berharap untuk para orang tua jangan pandang kami 
kaum muda dengan sebelah mata, untuk para pastor jangan batasi kami tetapi 
bimbinglah kami, untuk para kaum muda kita harus sadari bahwa pengalaman kita 
itu masih sedikit jadi tidak ada salahnya jika kita mau
 dibimbing dan diarahkan dan juga kita harus menjaga kepercayaan yang sudah 
diberikan oleh orangtua kita  dengan berprestasi disegala bidang yang kita 
minati  dan jangan lupakan pendidikan formal (sekolah, kuliah dsb). 
semoga shering ini berguna bagi kita semua.

[EMAIL PROTECTED] wrote:                                   
Terima kasih sudah memanggil saya dengan sebutan rekan. 
 
klo ditanya:  apakah org muda yg di posisikan pada sie itu cukup mewakili suara 
org muda? saya kan menjawab hampir 50% kira-kira (karena tiap Sie akan 
berbeda-beda prosentasenya, karena masing2 Sie tersebut sangat unik, tergantung 
kebutuhan gereja,). 
 
saya akan ambil kasus di MUDIKA saja : 
- Untuk kegiatan mudika bisa 100% di pegang keputusannya oleh MUDIKA 
sendiri....pihak DPP dan Romo hanya sebagai pengamat saja (karena struktur 
Mudika sudah lumayan rapi), nah..tugas saya untuk menjembatani dan bernegosiasi 
dengan DPP dan Romo, agar 100% itu bisa terus berjalan. 
jika ada ketidakcocokan jenis kegiatam MUDIKA dengan DPP dan ROMO...bisa di 
debat kok .....dan pihak DPP terbuka dengan debat tersebut (karena kebanyakan 
dari anggota DPP dulunya bekas MUDIKA yang aktif berorganisasi). 
- Dari Tahun 2005 sampai sekarang, Paroki Santo Thomas memberikan pokok 
perhatian yang lebih kepada ORANG MUDA KATOLIK untuk berperan di Gereja, maka 
banyak hal kegiatan gereja di delegasikan ke MUDIKA atau ORANG MUDA. 
- Banyak pekerjaan yang seharusnya bisa di handle oleh ORANG MUDA, beberapa 
tawaran pernah disampaikan kepada saya. misalnya saja WARTA PAROKI. selama ini 
warta paroki dikerjakan oleh sie. komsos dan sekretariat DPP. Pihak DPP pernah 
menawarkan pekerjaan: pembuatan, penerbitan, pencetakan warta paroki ini di 
handle seluruhnya oleh mudika. namun saya melihat saat ini MUDIKA belum siap 
untuk itu (terbatas SDM yang punya waktu luang yang banyak). 
 
Hasil Pertemuan saya dengan KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BOGOR juga banyak 
menelorkan keputusan-keputusan yang berpihak kepada ORANG MUDA. saking 
banyak-nya saya nggak hapal (atau memang saya nggak bisa hapalin banyak, maklum 
memori-nya terbatas, belum di upgrade). saai ini saya coba negosiasi dengan 
webmaster-nya keuskupanbogor.or.id untuk dapat memuat keputusan2 itu di 
internet, sehingga semua orang (ROMO+DPP+UMAT) bisa mendapat-kan informasi dan 
berita yang benar dan mungkin bisa berguna di paroki masing-masing. doaiin yaa 
..supaya lancar .....:) 
 
rgsd, 
kristiyono
  
 
 
 
   Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]>  
Sent by: [email protected] 07-05-2007 17:02    Please respond 
to
 [email protected]
 
 
    To
 [email protected]   cc
  
  Subject
 Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi 
    

 
 
 
 
rekan Kris (sesuai dengan permintaan ), menempatkan orang muda di setiap Sie 
adalah sangat SAH dan HARUS..hihihi, maaf sedikit memaksa. 
Karena hal ini sangat penting untuk sebuah regenerasi, kapan lagi org muda kalo 
tidak dimulai dr sekarang tuk diikutsertakan dlm gereja??  
mjd pertanyaan apakah org muda yg di posisikan pada sie itu cukup mewakili 
suara org muda????? 
saya sebagai org muda tidak juga lantas ingin me-negasi setiap ritual Liturgi 
yg ada di gereja. ritual tetap harus ada cuma perlu penyesuaian toh???? ketika 
saya menkritik ritual gereja yg membosankan, toh saya juga masih merasa 
membutuhkan ritual2 tsb untuk perkembangan iman saya. 
apa yg saya sampaikan terkait dgn apa sih yg org muda katolik lakukan dewawa 
ini??? 
krn ada sedikit kekecewaan thd org muda katolik yg saya liat, tidak perlu jauh2 
saya melihat di almamater saya sendiri. keluarga mahasiswa katolik (KMK)hanya 
menjadi suatu ajang dr cari jodoh....(sorry to say..!!!!) 
cari jodoh, sah2 saja..malah saya SEPAKAT!!!!! tapi ketika tidak dapat 
membedakan kapan menjadikan wadah tsb untuk mencari jodoh itu yg menjadi tidak 
tepat. 
yg saya tahu tuk membentuk KMK tsb perlu lobby sana sini agak universitas 
mengakui, tetapi ketika semua tertarik tuk terlibat (awalnya...) diproses 
berjalan krn sudah dpt "seseorg" yg dianggap jodoh, eh....KMK nya ga 
dikembangkan dgn ide ide yg khas org muda. org muda = energik, idealis.... 
sorry to say....org muda TUMPUL!!!! 
  
lain lagi misalnya ketika org mudanya sangat antusias eh dihalangi oleh Romonya 
atau Romonya yg antusias eh org mudanya TUMPUL!!!! 
hal-hal diatas juga bagian dr pergumulan org muda (kalo yg masih 
bergumul...hehehehe) 
tertarik bergabung di kepemudaan ST.THOMAS tp tidak untuk bernyanyi... 
thn 2005 saya kebetulan mewakili JKT  di Pernas dan SAGKI. Bertemu Mgr.Angkur 
agak sedikit malu... 
"kuliah di depok dan tinggal di depok kok jadi delegasi JKT???" itu komentar 
beliau ketika tahu saya dr depok. pembenaran saya pd waktu itu saya ngekost jd 
cukup di maklumi tuk terdaftar di paroki mana saja...
 
 [EMAIL PROTECTED] wrote: 

 saya lebih senang bisa di pangggil dengan kata rekan , kesannya lebih akrab, 
:) 
 
 setahu saya, banyak juga Anggota DPP Paroki Santo Thomas yang masih ORANG MUDA 
(tentunya berstatus mudika), bisa saya kasih contoh : 
 1. Anggota Sie. Liturgi : ada satu orang muda-nya (kebetulan saya kenal cukup 
lama dengan orangnya) 
 2. Anggota Sekretarit DPP : ada 2 orang muda-nya (saya kenal juga cukup lama,) 
 3. Ketua Lektor dan Wakilnya : di pegang oleh orang muda juga. 
 4. Ketua Misdinar dan Pembina Misdinar : masing-massing satu orang muda 
 5. Anggota Sie. Kepemudaan : satu orang (kebetulan saya yang ada di situ) 
 6. Anggota Sie. Komsos : setahu saya ada satu orang muda-nya 
 7. Ketua Mudika Paroki, Ketua Koordinator Mudika WIlayah --> tentunya orang 
muda :) 
 
 itu hanya sebagian yang saya hapal, kemungkinan masih ada lagi. 
 
 memang kadang kegiatan liturgial (misalnya : MISA) , terasa sangat 
membosankan, karena urutanya ya itu-itu aza, tapi setahu saya klo saya hanya 
datang ke gereja untuk mengikuti misa saja, saya pribadi terasa hampa, dengan 
mengikuti wadah-wadah kegiatan yang dibentuk oleh paroki, saya menemukan 
aplikasi nyata dari misa tersebut (walupun sebetulnya apikasi dari misa 
tersebut harus lebih banyak lagi di terapkan ditengan masyarakat, paling tidak 
ya sama tetangga dekat di rumah...) 
 
 sekedar info :  tanggal 28& 29 -04-2007 saya mengikuti acara SAMBUNG RASA 
KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BOGOR yang diadakan di parung, dari acara tersebut 
, KOMISI menyadari bahwa perlu adanya perubahan pembinaan dan pendampingan 
orang muda katolik, salah satu dengan mengadakan acara Liturgial (MISA, IBADAT) 
dengan tata cara orang muda, dengan tidak melupakan norma-norma liturgi yang 
ada .... dan semua kegiatan liturgial di acara tersebut benar-benar khas orang 
muda....saya kagum ..... 
 
 rgsd, 
 kristiyono 
 
 
 
    Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> 
 Sent by: [email protected]  
07-05-2007 13:04  
    Please respond to
 [email protected]
 
     To
 [email protected]    cc
  
  Subject
 Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi 
 
    

 
 

 
 
 senang sekali membaca tanggapan mas Kris or pak Kris or kawan Kris....  
masalah konsentrasi or tidak itu memang balik ke individunya. jgn langsung 
diasumsikan kalo dipindahkan ke mall berarti acara rosarioan(menyambung sbg 
contoh) di tengah2 keramaian. toh mall juga memberikan ruang yg menungkinkan 
tapi ya jgn dibayangkan akan sepi...itu ya ngga mungkin. 
   
 saya tahu ada MUDIKA di st.thomas....yg menjadi kritikan saya, mudika itu 
tidak semata2 tukang parkir, nyanyi2...pertanyaan saya, apakah ST.THOMAS 
memberikan tempat tuk org muda nya terlibat tuk pengambilan keputusan2 di dlm 
gereja. 50an paroki di jkt (terpaksa saya ambil contoh) TIDAK SEMUA ORG MUDA di 
"undang" tuk terlibat. org muda hanya akan dilibatkan kalo kaitannya dgn 
parkir.weleh..weleh... 
   
 thn 2005 pertemuan nasional org muda katolik saya pikir merupakan suatu 
desakan tuk gereja agar dapat dilibatkan. bukan hanya sekedar tenaga 
operasional. 
 
 
 [EMAIL PROTECTED] wrote: 
 
 Dear All, 
 
 Doa Rosario diadakan di Mall ? boleh juga tuh .....tapi klo saya nggak bisa 
konsentarsi dan fokus ke dalam doa, pikiran saya akan melayang ke suasana Mall 
dan telinga saya akan banyak mendengar hiruk pikuk orang berbelanja, Mata saya 
akan susah terpejam karena banyak yang menarik untuk di lirik atau di pandang 
di sekitar saya. 
 
 gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? Setuju bgt , 
 
 knp semakin banyak org muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan 
bisa dijadikan suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika di 
lihat dr segi kemasan. Menurut pengalaman saya selama berada di teritorial 
paroki santo thomas kelapadua : orang muda akan meninggal kan gereja (bangunan) 
dan gereja (Yesus sendiri) adalah kurangnya pengalaman dari tiap pribadi untuk 
mau menggali potensi imannya di dalam hidup menggereja.  Sedangkan sarana/wadah 
yang di bentuk oleh paroki sudah cukup banyak, saya ambil contoh MUDIKA 
(muda-mudi katolik), kebanyakan kaum muda jarang ambil bagian dalam kegiatan 
mudika. 
 Kegiatan Gereja akan terasa membosankan apabila rasa KERINDUAN akan TUHAN 
tidak di jadikan sebagai alasan utama. 
 Kemasan kegiatan memang kadang banyak terpaku oleh aturan (pakem) 
liturgial....ini yang terasa atau di rasa membosankan bagi beberapa kalangan. 
 
 Banyak kok ...acara/kegitan gereja yang dipindakan ke ke tempat lain, 
contohnya : 
 1. Pernah saya rosario di kamar rumah, 
 2. Pernah saya mengikuti Misa Requem (kematian) di rumah teman saya. 
 3. Pernah saya dengar, Paduan Suara Mudika (FAVORABILIS) Latihan di dekat 
danau kampus ui depok, 
 
 rgsd, 
 kristiyono 
 Sie. Kepemudaan Paroki 
 
 ps : 
 - klo ada yang mau tau banyak tentang informasi kegiatan MUDIKA atau ORANG 
MUDA KATOLIK, saya siap membantu dan memberikan pencerahan. banyak orang muda 
yang tidak tau atau belum tau klo mereka sebenarnya warga gereja dan anggota 
mudika. 
 - kegitan gereja menarik kok, dan ngak bosenin.....percaya deh .....klo 
sempet.....coba hari rabu malam atau jumat malam datang ke paroki santo thomas 
kelapadua.....banyak tuh ORANG MUDA yang cuap-cuap...latihan nyanyi..... 
 - klo misa di gereja santo thomas , coba sesekali melihat ke parkiran mobil, 
pasti ada petugas pake rompi orange...nah itu ORANG MUDA KATOLIK juga 
tuh.....dan mereka enjoy dan menikmati kegiatan itu ..tuh ..hihihihihihihi 
 
 
 
    Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> 
 Sent by: [email protected] 
 07-05-2007 11:19  
    Please respond to
 [email protected]
 
     To
 [email protected]    cc
  
  Subject
 Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi 

  
    

 
 

 
 
 
 melihat data (bahwa ada 8 mall berdiri tegak sepanjang cililitan - mekarsari), 
bagaimana kalau doa rosario nya atau kegiatan gereja dilakukan di mall ?????? 
 gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? knp semakin banyak org 
muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan bisa dijadikan suatu 
indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika di lihat dr segi 
kemasan. 
  
 jalan2 di mall, atau menghabiskan waktu di tempat2 hiburan toh bukan sesuatu 
yg salah dan itu hak asasi manusia tuk menikmati hidupnya. 
 nah sekarang menjadi tantangan gereja tuk membuat kemasan yg cukup menarik 
agar tidak ditinggalkan. saran saya yg tadi...acara gereja sesekali di 
"pindahkan" ke suatu tempat yg cukup menarik tanpa harus mengurangi 
esensinya... 
  
 salam, 
 rere 
 
 
 Leo Rijadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
 Nyambung, Pak....
 
 Kalau digeneralisir, liturgi itu hak Allah, hal-hal yang bersifat
 rohaniah/surgawi. Sedangkan ekonomi itu hal Kaisar, hal-hal yang
 bersifat jasmani/duniawi. Selama kita masih mengembara di dunia,
 kedua-duanya penting untuk kehidupan kita dan saling menunjang.
 Kaitannya sangat erat, sampai ada semboyan "ora et labora",
 yaitu liturgi yang diwujud-nyatakan dengan perbuatan. Seperti
 kata St. Paulus, "Iman tanpa perbuatan sia-sia. Perbuatan tanpa
 iman mati adanya." Cermin iman (liturgi/ keakraban dengan Allah)
 adalah perbuatan baik, dan perbuatan itu akan bernilai kalau
 dilandasi oleh IHC (iman, harapan, cinta kasih).
 
 Catatan: memang sulit memisahkan/membedakan iman, harapan,
 cinta kasih, dan liturgi. Satu sama lain saling bercampur.
 
 Leo.
 
 --- Haryono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
 > Bulan Mei selain untuk tahun 2007 selain menjadi bulan Maria dengan
 > ditandai doa rosario tetapi jga menjadi bulan Liturgi. Tentunya setiap
 > lingkungan mengemas antara doa rosario dengan kegiatan liturgi melalui
 > pendalaman iman. Dan tahun 2007 ini tema liturgi yang diambil adalah
 > hubungan antara Liturgi dan ekonomi yang menjadi pembaharu umat beriman.
 > Tadi malan saya memimpin pendalaman iman dan rosario yang pertama dengan
 > tema Liturgi tanpa ekonomi dan sebaliknya Ekonomi tanpa liturgi dengan
 > menggunakan pandangan Biblis " Berikan kepada kaisar apa yang menjadi
 > hak kaisar dan berikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Dari
 > hasil sharing umat menapat kesimpulan bahwa saat ini manusia cenderung
 > memilih Ekonomi tanpa liturgi. Gejala ini dapat diliat bahwa manusia
 > cenerung waktunya dihabiskan untuk memneuhi kebutuhan jasmani seperti
 > sibuk bekerja, rekreasi di mall, bahkan kalau kita lihat dari Cilitan
 > sampai mekarsari ada 8 Mall yang sarat dengan manusia. Sementara
 > kegiatan doa baik di rumah, di lingkungan, di wilayah, maupun di gereja
 > masih sepi-sepi saja. Hal ini me nunjukkan bahwa belum adanya
 > keseimbangan antara ekonomi dan liturgi. Ini tentunya menjadi PR kita
 > bersama bagaimana kita dapat memberi makan secara seimbang antara
 > jasmani dan rohani kita. Salus vestra Ego Sum.
 
 __________________________________________________________
 It's here! Your new message! 
 Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
 http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/ 
  

---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check out new cars at Yahoo! Autos. 
 
 -----------------------------------------------
 
 This email and its attachments may be confidential and are intended solely for 
the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions 
expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those 
of Bina Nusantara University.
 If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you 
must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone.
 Please contact the sender if you believe you have received this email in 
error.  
 
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check out new cars at Yahoo! Autos.  

 -----------------------------------------------
 
 This email and its attachments may be confidential and are intended solely for 
the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions 
expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those 
of Bina Nusantara University.
 If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you 
must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone.
 Please contact the sender if you believe you have received this email in 
error.  
   

---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.   
-----------------------------------------------
 
 This email and its attachments may be confidential and are intended solely for 
the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions 
expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those 
of Bina Nusantara University.
 If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you 
must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone.
 Please contact the sender if you believe you have received this email in 
error. 

     
                       

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

<<image/gif>>

Kirim email ke