Hebat..., hebat! Sebagai Admin saya senang karena milis ini bisa berfungsi maksimal untuk mendorong diskusi antar umat (maksudnya seluruh umat, ya yang tua, ya yang muda, pokoke kabeh.).
Urun rembug juga. Menurut saya kebosanan sebagian orang (bukan kaum muda saja, banyak orang tua yang bosan juga) bukan masalah yang sederhana, yang bisa diobati dengan cara "trial and error". Misalnya, bosan misa di gereja, lalu mau misa di mall. Apakah yakin misa di mall tidak akan membosankan juga nantinya? Salah satu cara untuk meninjau masalah ini adalah pengertian kita tentang manusia, yang terdiri dari tiga bagian, yaitu fisik, psikis, dan rohani (maaf kalau istilahnya kurang tepat, maklum bukan pakar). Kebutuhan ketiganya harus dipenuhi secara seimbang. Kebutuhan fisik dipenuhi oleh makanan, pakaian, rumah. Keb. psikis oleh pengetahuan dan hiburan. Keb. rohani oleh pengalaman ketuhanan. Maka jangan heran kalau orang bosan ke gereja. Dengan perut kenyang (keb. fisik cukup), otak kita yang segar akan semakin 'lapar' oleh pengetahuan dan hiburan. Sampai di gereja kita hanya ikut liturgi tanpa mengerti (patuh buta). Otak yang segar itu akan sangat tersiksa. Ke mana pelampiasannya? Seperti yang sudah diduga: hiburan ke mall. Jadi pemecahannya, kenalilah gerejamu dan tata liturginya. Kenalilah tarekat-tarekat religiusnya, santo-santanya, tokoh- tokoh awamnya, sejarahnya, perjuangannya, borok-boroknya, dsb. Terlibatlah dalam kegiatan lingkungan, wilayah. Jangan tunggu diajak atau dipersilakan. Harus ambil inisiatif. Di buku Heroic Leadership, dibahas bagaimana banyak perusahaan- perusahaan raksasa multinasional tertarik membahas tentang nilai-nilai manajemen Serikat Yesus yang didirikan oleh St. Ign. Loyola. Mereka begitu tertarik sehingga beberapa prinsip perjuangan SJ dicontoh dalam keseharian perusahaan. Intinya, kehidupan menggereja itu sangat menarik, kalau saja kita tahu di mana mencarinya. Lebih menarik dari belanja ke mall (saya ke mall sebulan sekali, ke gereja sebulan beberapa kali), lebih menarik dari PS2. Yang mungkin sama menariknya mungkin cuma Piala Dunia FIFA (makanya Romo Sindunata suka jadi penulis artikel sepakbola). Mau tahu tentang gereja yang menarik? Kita bisa mulai di milis ini. Sekian, sorry, sudah terlalu panjang emailnya. Nanti jadi tidak menarik. Leo. --- [EMAIL PROTECTED] wrote: > saya lebih senang bisa di pangggil dengan kata rekan , kesannya lebih > akrab, :) > > setahu saya, banyak juga Anggota DPP Paroki Santo Thomas yang masih > ORANG > MUDA (tentunya berstatus mudika), bisa saya kasih contoh : > 1. Anggota Sie. Liturgi : ada satu orang muda-nya (kebetulan saya kenal > cukup lama dengan orangnya) > 2. Anggota Sekretarit DPP : ada 2 orang muda-nya (saya kenal juga cukup > lama,) > 3. Ketua Lektor dan Wakilnya : di pegang oleh orang muda juga. > 4. Ketua Misdinar dan Pembina Misdinar : masing-massing satu orang muda > 5. Anggota Sie. Kepemudaan : satu orang (kebetulan saya yang ada di > situ) > 6. Anggota Sie. Komsos : setahu saya ada satu orang muda-nya > 7. Ketua Mudika Paroki, Ketua Koordinator Mudika WIlayah --> tentunya > orang muda :) > > itu hanya sebagian yang saya hapal, kemungkinan masih ada lagi. > > memang kadang kegiatan liturgial (misalnya : MISA) , terasa sangat > membosankan, karena urutanya ya itu-itu aza, tapi setahu saya klo saya > hanya datang ke gereja untuk mengikuti misa saja, saya pribadi terasa > hampa, dengan mengikuti wadah-wadah kegiatan yang dibentuk oleh paroki, > saya menemukan aplikasi nyata dari misa tersebut (walupun sebetulnya > apikasi dari misa tersebut harus lebih banyak lagi di terapkan ditengan > masyarakat, paling tidak ya sama tetangga dekat di rumah...) > > sekedar info : tanggal 28& 29 -04-2007 saya mengikuti acara SAMBUNG > RASA > KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BOGOR yang diadakan di parung, dari acara > tersebut , KOMISI menyadari bahwa perlu adanya perubahan pembinaan dan > pendampingan orang muda katolik, salah satu dengan mengadakan acara > Liturgial (MISA, IBADAT) dengan tata cara orang muda, dengan tidak > melupakan norma-norma liturgi yang ada .... dan semua kegiatan liturgial > > di acara tersebut benar-benar khas orang muda....saya kagum ..... > > rgsd, > kristiyono > > > > > > Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> > Sent by: [email protected] > 07-05-2007 13:04 > Please respond to > [email protected] > > > To > [email protected] > cc > > Subject > Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi > > > > > > > senang sekali membaca tanggapan mas Kris or pak Kris or kawan Kris.... > masalah konsentrasi or tidak itu memang balik ke individunya. jgn > langsung > diasumsikan kalo dipindahkan ke mall berarti acara rosarioan(menyambung > sbg contoh) di tengah2 keramaian. toh mall juga memberikan ruang yg > menungkinkan tapi ya jgn dibayangkan akan sepi...itu ya ngga mungkin. > > saya tahu ada MUDIKA di st.thomas....yg menjadi kritikan saya, mudika > itu > tidak semata2 tukang parkir, nyanyi2...pertanyaan saya, apakah ST.THOMAS > > memberikan tempat tuk org muda nya terlibat tuk pengambilan keputusan2 > di > dlm gereja. 50an paroki di jkt (terpaksa saya ambil contoh) TIDAK SEMUA > ORG MUDA di "undang" tuk terlibat. org muda hanya akan dilibatkan kalo > kaitannya dgn parkir.weleh..weleh... > > thn 2005 pertemuan nasional org muda katolik saya pikir merupakan suatu > desakan tuk gereja agar dapat dilibatkan. bukan hanya sekedar tenaga > operasional. > > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Dear All, > > Doa Rosario diadakan di Mall ? boleh juga tuh .....tapi klo saya nggak > bisa konsentarsi dan fokus ke dalam doa, pikiran saya akan melayang ke > suasana Mall dan telinga saya akan banyak mendengar hiruk pikuk orang > berbelanja, Mata saya akan susah terpejam karena banyak yang menarik > untuk > di lirik atau di pandang di sekitar saya. > > gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? Setuju bgt , > > knp semakin banyak org muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja > ini > kan bisa dijadikan suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai > membosankan > jika di lihat dr segi kemasan. Menurut pengalaman saya selama berada di > teritorial paroki santo thomas kelapadua : orang muda akan meninggal kan > > gereja (bangunan) dan gereja (Yesus sendiri) adalah kurangnya pengalaman > > dari tiap pribadi untuk mau menggali potensi imannya di dalam hidup > menggereja. Sedangkan sarana/wadah yang di bentuk oleh paroki sudah > cukup > banyak, saya ambil contoh MUDIKA (muda-mudi katolik), kebanyakan kaum > muda > jarang ambil bagian dalam kegiatan mudika. > Kegiatan Gereja akan terasa membosankan apabila rasa KERINDUAN akan > TUHAN > tidak di jadikan sebagai alasan utama. > Kemasan kegiatan memang kadang banyak terpaku oleh aturan (pakem) > liturgial....ini yang terasa atau di rasa membosankan bagi beberapa > kalangan. > > Banyak kok ...acara/kegitan gereja yang dipindakan ke ke tempat lain, > contohnya : > 1. Pernah saya rosario di kamar rumah, > 2. Pernah saya mengikuti Misa Requem (kematian) di rumah teman saya. > 3. Pernah saya dengar, Paduan Suara Mudika (FAVORABILIS) Latihan di > dekat > danau kampus ui depok, > > rgsd, > kristiyono > Sie. Kepemudaan Paroki > > ps : > - klo ada yang mau tau banyak tentang informasi kegiatan MUDIKA atau > ORANG > MUDA KATOLIK, saya siap membantu dan memberikan pencerahan. banyak orang > > muda yang tidak tau atau belum tau klo mereka sebenarnya warga gereja > dan > anggota mudika. > - kegitan gereja menarik kok, dan ngak bosenin.....percaya deh .....klo > sempet.....coba hari rabu malam atau jumat malam datang ke paroki santo > thomas kelapadua.....banyak tuh ORANG MUDA yang cuap-cuap...latihan > nyanyi..... > - klo misa di gereja santo thomas , coba sesekali melihat ke parkiran > mobil, pasti ada petugas pake rompi orange...nah itu ORANG MUDA KATOLIK > juga tuh.....dan mereka enjoy dan menikmati kegiatan itu ..tuh > ..hihihihihihihi > > > > > > Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> > Sent by: [email protected] > 07-05-2007 11:19 > > Please respond to > [email protected] > > > To > [email protected] > cc > > Subject > Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi > > > > > > > > > melihat data (bahwa ada 8 mall berdiri tegak sepanjang cililitan - > mekarsari), bagaimana kalau doa rosario nya atau kegiatan gereja > dilakukan > di mall ?????? > gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? knp semakin banyak > org > muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan bisa dijadikan > suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika di lihat dr > > segi kemasan. > > jalan2 di mall, atau menghabiskan waktu di tempat2 hiburan toh bukan > sesuatu yg salah dan itu hak asasi manusia tuk menikmati hidupnya. > nah sekarang menjadi tantangan gereja tuk membuat kemasan yg cukup > menarik > agar tidak ditinggalkan. saran saya yg tadi...acara gereja sesekali di " > pindahkan" ke suatu tempat yg cukup menarik tanpa harus mengurangi > esensinya... > > salam, > rere > > > Leo Rijadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Nyambung, Pak.... > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
