Terima kasih sudah memanggil saya dengan sebutan rekan. klo ditanya: apakah org muda yg di posisikan pada sie itu cukup mewakili suara org muda? saya kan menjawab hampir 50% kira-kira (karena tiap Sie akan berbeda-beda prosentasenya, karena masing2 Sie tersebut sangat unik, tergantung kebutuhan gereja,).
saya akan ambil kasus di MUDIKA saja : - Untuk kegiatan mudika bisa 100% di pegang keputusannya oleh MUDIKA sendiri....pihak DPP dan Romo hanya sebagai pengamat saja (karena struktur Mudika sudah lumayan rapi), nah..tugas saya untuk menjembatani dan bernegosiasi dengan DPP dan Romo, agar 100% itu bisa terus berjalan. jika ada ketidakcocokan jenis kegiatam MUDIKA dengan DPP dan ROMO...bisa di debat kok .....dan pihak DPP terbuka dengan debat tersebut (karena kebanyakan dari anggota DPP dulunya bekas MUDIKA yang aktif berorganisasi). - Dari Tahun 2005 sampai sekarang, Paroki Santo Thomas memberikan pokok perhatian yang lebih kepada ORANG MUDA KATOLIK untuk berperan di Gereja, maka banyak hal kegiatan gereja di delegasikan ke MUDIKA atau ORANG MUDA. - Banyak pekerjaan yang seharusnya bisa di handle oleh ORANG MUDA, beberapa tawaran pernah disampaikan kepada saya. misalnya saja WARTA PAROKI. selama ini warta paroki dikerjakan oleh sie. komsos dan sekretariat DPP. Pihak DPP pernah menawarkan pekerjaan: pembuatan, penerbitan, pencetakan warta paroki ini di handle seluruhnya oleh mudika. namun saya melihat saat ini MUDIKA belum siap untuk itu (terbatas SDM yang punya waktu luang yang banyak). Hasil Pertemuan saya dengan KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BOGOR juga banyak menelorkan keputusan-keputusan yang berpihak kepada ORANG MUDA. saking banyak-nya saya nggak hapal (atau memang saya nggak bisa hapalin banyak, maklum memori-nya terbatas, belum di upgrade). saai ini saya coba negosiasi dengan webmaster-nya keuskupanbogor.or.id untuk dapat memuat keputusan2 itu di internet, sehingga semua orang (ROMO+DPP+UMAT) bisa mendapat-kan informasi dan berita yang benar dan mungkin bisa berguna di paroki masing-masing. doaiin yaa ..supaya lancar .....:) rgsd, kristiyono Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 07-05-2007 17:02 Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi rekan Kris (sesuai dengan permintaan ), menempatkan orang muda di setiap Sie adalah sangat SAH dan HARUS..hihihi, maaf sedikit memaksa. Karena hal ini sangat penting untuk sebuah regenerasi, kapan lagi org muda kalo tidak dimulai dr sekarang tuk diikutsertakan dlm gereja?? mjd pertanyaan apakah org muda yg di posisikan pada sie itu cukup mewakili suara org muda????? saya sebagai org muda tidak juga lantas ingin me-negasi setiap ritual Liturgi yg ada di gereja. ritual tetap harus ada cuma perlu penyesuaian toh???? ketika saya menkritik ritual gereja yg membosankan, toh saya juga masih merasa membutuhkan ritual2 tsb untuk perkembangan iman saya. apa yg saya sampaikan terkait dgn apa sih yg org muda katolik lakukan dewawa ini??? krn ada sedikit kekecewaan thd org muda katolik yg saya liat, tidak perlu jauh2 saya melihat di almamater saya sendiri. keluarga mahasiswa katolik (KMK)hanya menjadi suatu ajang dr cari jodoh....(sorry to say..!!!!) cari jodoh, sah2 saja..malah saya SEPAKAT!!!!! tapi ketika tidak dapat membedakan kapan menjadikan wadah tsb untuk mencari jodoh itu yg menjadi tidak tepat. yg saya tahu tuk membentuk KMK tsb perlu lobby sana sini agak universitas mengakui, tetapi ketika semua tertarik tuk terlibat (awalnya...) diproses berjalan krn sudah dpt "seseorg" yg dianggap jodoh, eh....KMK nya ga dikembangkan dgn ide ide yg khas org muda. org muda = energik, idealis.... sorry to say....org muda TUMPUL!!!! lain lagi misalnya ketika org mudanya sangat antusias eh dihalangi oleh Romonya atau Romonya yg antusias eh org mudanya TUMPUL!!!! hal-hal diatas juga bagian dr pergumulan org muda (kalo yg masih bergumul...hehehehe) tertarik bergabung di kepemudaan ST.THOMAS tp tidak untuk bernyanyi... thn 2005 saya kebetulan mewakili JKT di Pernas dan SAGKI. Bertemu Mgr.Angkur agak sedikit malu... "kuliah di depok dan tinggal di depok kok jadi delegasi JKT???" itu komentar beliau ketika tahu saya dr depok. pembenaran saya pd waktu itu saya ngekost jd cukup di maklumi tuk terdaftar di paroki mana saja... [EMAIL PROTECTED] wrote: saya lebih senang bisa di pangggil dengan kata rekan , kesannya lebih akrab, :) setahu saya, banyak juga Anggota DPP Paroki Santo Thomas yang masih ORANG MUDA (tentunya berstatus mudika), bisa saya kasih contoh : 1. Anggota Sie. Liturgi : ada satu orang muda-nya (kebetulan saya kenal cukup lama dengan orangnya) 2. Anggota Sekretarit DPP : ada 2 orang muda-nya (saya kenal juga cukup lama,) 3. Ketua Lektor dan Wakilnya : di pegang oleh orang muda juga. 4. Ketua Misdinar dan Pembina Misdinar : masing-massing satu orang muda 5. Anggota Sie. Kepemudaan : satu orang (kebetulan saya yang ada di situ) 6. Anggota Sie. Komsos : setahu saya ada satu orang muda-nya 7. Ketua Mudika Paroki, Ketua Koordinator Mudika WIlayah --> tentunya orang muda :) itu hanya sebagian yang saya hapal, kemungkinan masih ada lagi. memang kadang kegiatan liturgial (misalnya : MISA) , terasa sangat membosankan, karena urutanya ya itu-itu aza, tapi setahu saya klo saya hanya datang ke gereja untuk mengikuti misa saja, saya pribadi terasa hampa, dengan mengikuti wadah-wadah kegiatan yang dibentuk oleh paroki, saya menemukan aplikasi nyata dari misa tersebut (walupun sebetulnya apikasi dari misa tersebut harus lebih banyak lagi di terapkan ditengan masyarakat, paling tidak ya sama tetangga dekat di rumah...) sekedar info : tanggal 28& 29 -04-2007 saya mengikuti acara SAMBUNG RASA KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BOGOR yang diadakan di parung, dari acara tersebut , KOMISI menyadari bahwa perlu adanya perubahan pembinaan dan pendampingan orang muda katolik, salah satu dengan mengadakan acara Liturgial (MISA, IBADAT) dengan tata cara orang muda, dengan tidak melupakan norma-norma liturgi yang ada .... dan semua kegiatan liturgial di acara tersebut benar-benar khas orang muda....saya kagum ..... rgsd, kristiyono Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 07-05-2007 13:04 Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi senang sekali membaca tanggapan mas Kris or pak Kris or kawan Kris.... masalah konsentrasi or tidak itu memang balik ke individunya. jgn langsung diasumsikan kalo dipindahkan ke mall berarti acara rosarioan(menyambung sbg contoh) di tengah2 keramaian. toh mall juga memberikan ruang yg menungkinkan tapi ya jgn dibayangkan akan sepi...itu ya ngga mungkin. saya tahu ada MUDIKA di st.thomas....yg menjadi kritikan saya, mudika itu tidak semata2 tukang parkir, nyanyi2...pertanyaan saya, apakah ST.THOMAS memberikan tempat tuk org muda nya terlibat tuk pengambilan keputusan2 di dlm gereja. 50an paroki di jkt (terpaksa saya ambil contoh) TIDAK SEMUA ORG MUDA di "undang" tuk terlibat. org muda hanya akan dilibatkan kalo kaitannya dgn parkir.weleh..weleh... thn 2005 pertemuan nasional org muda katolik saya pikir merupakan suatu desakan tuk gereja agar dapat dilibatkan. bukan hanya sekedar tenaga operasional. [EMAIL PROTECTED] wrote: Dear All, Doa Rosario diadakan di Mall ? boleh juga tuh .....tapi klo saya nggak bisa konsentarsi dan fokus ke dalam doa, pikiran saya akan melayang ke suasana Mall dan telinga saya akan banyak mendengar hiruk pikuk orang berbelanja, Mata saya akan susah terpejam karena banyak yang menarik untuk di lirik atau di pandang di sekitar saya. gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? Setuju bgt , knp semakin banyak org muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan bisa dijadikan suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika di lihat dr segi kemasan. Menurut pengalaman saya selama berada di teritorial paroki santo thomas kelapadua : orang muda akan meninggal kan gereja (bangunan) dan gereja (Yesus sendiri) adalah kurangnya pengalaman dari tiap pribadi untuk mau menggali potensi imannya di dalam hidup menggereja. Sedangkan sarana/wadah yang di bentuk oleh paroki sudah cukup banyak, saya ambil contoh MUDIKA (muda-mudi katolik), kebanyakan kaum muda jarang ambil bagian dalam kegiatan mudika. Kegiatan Gereja akan terasa membosankan apabila rasa KERINDUAN akan TUHAN tidak di jadikan sebagai alasan utama. Kemasan kegiatan memang kadang banyak terpaku oleh aturan (pakem) liturgial....ini yang terasa atau di rasa membosankan bagi beberapa kalangan. Banyak kok ...acara/kegitan gereja yang dipindakan ke ke tempat lain, contohnya : 1. Pernah saya rosario di kamar rumah, 2. Pernah saya mengikuti Misa Requem (kematian) di rumah teman saya. 3. Pernah saya dengar, Paduan Suara Mudika (FAVORABILIS) Latihan di dekat danau kampus ui depok, rgsd, kristiyono Sie. Kepemudaan Paroki ps : - klo ada yang mau tau banyak tentang informasi kegiatan MUDIKA atau ORANG MUDA KATOLIK, saya siap membantu dan memberikan pencerahan. banyak orang muda yang tidak tau atau belum tau klo mereka sebenarnya warga gereja dan anggota mudika. - kegitan gereja menarik kok, dan ngak bosenin.....percaya deh .....klo sempet.....coba hari rabu malam atau jumat malam datang ke paroki santo thomas kelapadua.....banyak tuh ORANG MUDA yang cuap-cuap...latihan nyanyi..... - klo misa di gereja santo thomas , coba sesekali melihat ke parkiran mobil, pasti ada petugas pake rompi orange...nah itu ORANG MUDA KATOLIK juga tuh.....dan mereka enjoy dan menikmati kegiatan itu ..tuh ..hihihihihihihi Theresia Yuliwati <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 07-05-2007 11:19 Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject Re: [StThomas_Kelapa2] Liturgi dan Ekonomi melihat data (bahwa ada 8 mall berdiri tegak sepanjang cililitan - mekarsari), bagaimana kalau doa rosario nya atau kegiatan gereja dilakukan di mall ?????? gereja harus mengikuti perkembangan jaman, toh ???? knp semakin banyak org muda (sebagai contoh) mulai meninggalkan gereja ini kan bisa dijadikan suatu indikator bahwa kegiatan gereja mulai membosankan jika di lihat dr segi kemasan. jalan2 di mall, atau menghabiskan waktu di tempat2 hiburan toh bukan sesuatu yg salah dan itu hak asasi manusia tuk menikmati hidupnya. nah sekarang menjadi tantangan gereja tuk membuat kemasan yg cukup menarik agar tidak ditinggalkan. saran saya yg tadi...acara gereja sesekali di " pindahkan" ke suatu tempat yg cukup menarik tanpa harus mengurangi esensinya... salam, rere Leo Rijadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Nyambung, Pak.... Kalau digeneralisir, liturgi itu hak Allah, hal-hal yang bersifat rohaniah/surgawi. Sedangkan ekonomi itu hal Kaisar, hal-hal yang bersifat jasmani/duniawi. Selama kita masih mengembara di dunia, kedua-duanya penting untuk kehidupan kita dan saling menunjang. Kaitannya sangat erat, sampai ada semboyan "ora et labora", yaitu liturgi yang diwujud-nyatakan dengan perbuatan. Seperti kata St. Paulus, "Iman tanpa perbuatan sia-sia. Perbuatan tanpa iman mati adanya." Cermin iman (liturgi/ keakraban dengan Allah) adalah perbuatan baik, dan perbuatan itu akan bernilai kalau dilandasi oleh IHC (iman, harapan, cinta kasih). Catatan: memang sulit memisahkan/membedakan iman, harapan, cinta kasih, dan liturgi. Satu sama lain saling bercampur. Leo. --- Haryono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bulan Mei selain untuk tahun 2007 selain menjadi bulan Maria dengan > ditandai doa rosario tetapi jga menjadi bulan Liturgi. Tentunya setiap > lingkungan mengemas antara doa rosario dengan kegiatan liturgi melalui > pendalaman iman. Dan tahun 2007 ini tema liturgi yang diambil adalah > hubungan antara Liturgi dan ekonomi yang menjadi pembaharu umat beriman. > Tadi malan saya memimpin pendalaman iman dan rosario yang pertama dengan > tema Liturgi tanpa ekonomi dan sebaliknya Ekonomi tanpa liturgi dengan > menggunakan pandangan Biblis " Berikan kepada kaisar apa yang menjadi > hak kaisar dan berikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Dari > hasil sharing umat menapat kesimpulan bahwa saat ini manusia cenderung > memilih Ekonomi tanpa liturgi. Gejala ini dapat diliat bahwa manusia > cenerung waktunya dihabiskan untuk memneuhi kebutuhan jasmani seperti > sibuk bekerja, rekreasi di mall, bahkan kalau kita lihat dari Cilitan > sampai mekarsari ada 8 Mall yang sarat dengan manusia. Sementara > kegiatan doa baik di rumah, di lingkungan, di wilayah, maupun di gereja > masih sepi-sepi saja. Hal ini me nunjukkan bahwa belum adanya > keseimbangan antara ekonomi dan liturgi. Ini tentunya menjadi PR kita > bersama bagaimana kita dapat memberi makan secara seimbang antara > jasmani dan rohani kita. Salus vestra Ego Sum. __________________________________________________________ It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/ Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check out new cars at Yahoo! Autos. ----------------------------------------------- This email and its attachments may be confidential and are intended solely for the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those of Bina Nusantara University. If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone. Please contact the sender if you believe you have received this email in error. Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check out new cars at Yahoo! Autos. ----------------------------------------------- This email and its attachments may be confidential and are intended solely for the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those of Bina Nusantara University. If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone. Please contact the sender if you believe you have received this email in error. The fish are biting. Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing. ----------------------------------------------- This email and its attachments may be confidential and are intended solely for the use of the individual to whom it is addressed. Any views or opinions expressed are solely those of the author and do not necessarily represent those of Bina Nusantara University. If you are not the intended recipient of this email and its attachments, you must take no action based upon them, nor must you copy or show them to anyone. Please contact the sender if you believe you have received this email in error.
<<image/gif>>
<<image/gif>>
<<image/gif>>
