kayaknya untuk bikin NPWP, bisa onlen ke www.pajak.go.id
masalahnya, kartu tetep musti ambil sendiri, gak dikirimin.
Sama juga bohong sih.

On 2/20/09, Safira Machrusah <[email protected]> wrote:
>
>   Mas Dularif, assalamu 'alaikum.
>
> Senang bisa ketemuan di milis ini. Eh, Toad Hall perlu imam lho.... :)
>
> Wah, sudah pindah ke Jakarta ya? Sejak kapan dan tinggal dimana? Terus
> keluarga sudah boyong ke Jakarta semua? Semoga Mas Dularif sekeluarga sehat
> wal afiat. Btw, selamat ya untuk Dirjen Pajak yang sudah bisa ngumpulin 12
> juta NPWP (meski mungkin dibanding di Australia masih kecil ya jumlahnya).
> Usul dong, untuk bisa online mengurus NPWP.
>
> Terimakasih ya, semoga sukses di Jakarta.
>
>
> Salam,
>
> Rosa
>
>
> 2009/2/20 muh dularif <[email protected]>
>
>>    mbak rosa,
>>
>> saya dularif yang tinggal di toad hall mbak..
>> rumah saya di malang
>> kita sering ketemu waktu di canberra..
>> sekarang saya kerja di kantor pusat direktorat jenderal pajak..jakarta..
>>
>> --- On *Thu, 19/2/09, Safira Machrusah <[email protected]>*wrote:
>>
>> From: Safira Machrusah <[email protected]>
>> Subject: Re: [SMUN 1 Demak] APBD Demak
>> To: [email protected]
>> Date: Thursday, 19 February, 2009, 5:17 PM
>>
>> Salam,
>>
>> Terimakasih Mas Dularif untuk analisis dan solusi-solusi yang diajukan
>> untuk pengembangan Kabupaten Demak. Semoga Anggota DPR-Ri yang mewakili
>> Kabupaten Demak, Kudus dan Jepara bisa memperjuangkan beberapa hal itu.
>>
>> Ngomon-ngomong, ini Mas Dularif yang di BI Malang? Kalau benar, wah seneng
>> bisa ketemu di milis ini.
>>
>>
>> *Safira Machrusah [Rosa]*
>> Caleg DPR-RI untuk Demak, Kudus dan Jepara
>> PKB - 13 Nomer Urut 3
>> http://safiramachru sah.blogspot. com/<http://safiramachrusah.blogspot.com/>
>> Pilihlah calon legislatif yang memperjuangkan kepentingan anda
>>
>>
>> 2009/2/19 muh dularif <muh_dularif@ yahoo.com <[email protected]>>
>>
>>>  Melihat APBD Demak, kita akan lebih memelas lagi.
>>>
>>> Sebagai contoh, Realisasi APBD (Audited BPK) tahun 2006 (ini APBD terbaru
>>> yang bisa saya peroleh), menunjukkan bahwa dari Total APBD sebesar 525
>>> milyar, 86 % nya (452 Milyar) digunakan untuk belanja rutin (gaji pegawai
>>> dan belanja perlengkapan kantor). sementara proporsi belanja modal hanya
>>> 6.94 %.
>>>
>>> Dari sisi pendapatan, PAD Demak hanya menyumbang 33 Milyar atau 6.44%.
>>> Dari 33 Milyar PAD tersebut, retribusi daerah menjadi penyumbang terbesar
>>> (15.9 Milyar), diikuti Pajak Daerah dan Lain-lain sebanyak masing-masing 8
>>> Milyar. Sedangkan Perusahaan Daerah yang dimiliki oleh Pemda hanya
>>> menyumbang 1.6 Milyar.
>>>
>>> Sementara itu total transfer dari Pemerintah Pusat (dikenal dengan
>>> istilah dana perimbangan dalam ilmu keuangan Negara) ke Demak sebesar 464
>>> Milyar (88.37% dari total APBD) dan Transfer dari pemerintah provinsi
>>> sebesar 27 Milyar atau 5.20 %. Dari Transfer Pusat sebesar 464 Milyar
>>> tersebut, komponen terbesarnya adalah DAU sebesar 408 Milyar, diikuti DAK
>>> sebesar 29 Milyar, dan selanjutnya Dana bagi hasil pajak sebesar 25 Milyar
>>> dan dana bagi hasil non pajak hanya sebesar 0.5 Milyar.
>>>
>>> Dengan demikian kita bisa melihat, bahwa ibarat rumah tangga, untuk makan
>>> sehari-hari saja, kita harus bergantung kepada "sumbangan" dari orang tua
>>> kita. Hal ini sangat memprihatinkan kita, karena tanpa kemandirian kita
>>> sulit untuk berkembang. Di samping itu, ke depannya, jika diterapkan otonomi
>>> "murni", dimana belanja rutin adalah tanggung jawab sepenuhnya pemerintah
>>> daerah, maka hampir bisa dipastikan bahwa Pemda Demak akan bangkrut dan
>>> terjadi demo besar-besaran dari PNS-nya karena Pemda tidak mampu lagi
>>> membayar gaji mereka.
>>>
>>> Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan untuk mengatasi masalah ini.
>>> Yang mungkin bisa kita lakukan adalah meningkatkan PAD terutama menyangkut
>>> beberapa pos. Yang pertama adalah peningkatan penerimaan dari Pos Pajak
>>> Reklame. Jalan Nasional di wilayah Demak yang membentang dari Perbatasan
>>> Kudus hingga Perbatasan Semarang sepanjang 39.55 km adalah potensi yang
>>> sangat besar. ada beberapa cara untuk meningkatkan pendapatan dari pajak
>>> reklame. Salah satunya adalah delegasi wewenang ijin dan pengawasan dari
>>> Bupati kepada camat. Kemudian, atas pendapatan yang diterima, para pegawai
>>> yang terlibat dalam proses tersebut mendapatkan upah pungut retribusi
>>> sebanyak 5 % dari pendapatan. cara ini terbukti efektif di beberapa daerah
>>> seperti Malang, dimana para pegawai sangat rajin meneliti reklame dan tidak
>>> segan-segan untuk mencopotnya jika ternyata telah kadaluwarsa ijinnya.
>>> birokrasi yang terlalu berbelit seperti yang diatur dalam Perda No 13 tahun
>>> 2002, dimana untuk reklame dengan ukuran > 3 m harus ijin bupati semestinya
>>> di ubah menjadi lebih sederhana. Mungkin untuk bando atau billboar dengan
>>> ukaran lebih dari 3x5 meter memang harus dengan ijin dinas kimpraswil dlam
>>> rangka menjamin keselamatan masyarakat, namun untuk reklame kecil, cukup
>>> camat yang memberi ijin.
>>>
>>> Pos kedua yang masih mungkin ditingkatkan adalah retribusi Tempat
>>> Pelelangan Ikan. seperti kita ketahui, banyak wilayah Demak yang cukup bagus
>>> untuk dikembangkan TPI-nya, seperti Kecamatan Bonang dan Kecamatan Wedung.
>>> akan tetapi, yang penting untuk diingat adalah, bahwa pemda harus
>>> memperbaiki infrastruktur jalan dan pelabuhan sehingga perahu atau kapal
>>> yang lumayan besar bisa mendarat di Pantai atau pelabuhan yang ada.
>>> lagi-lagi ini terkait masalah dana. tapi apakah tidak mungkin, jika Pemda
>>> menawarkan kepada investor dengan model BOT (built, Operate and transfer)?
>>>
>>> Bidang lain yang mungkin pula dikembangkan adalah menawarkan Demak
>>> sebagai bandara (airport) yang baru menggantikan Bandara Ahmad Yani
>>> Semarang. Sebagaimana kita ketahui, Bandara ahmad yani, hampir tiap tahun
>>> selalu banjir, sehingga beberapa kali penerbangan dan pendaratan tidak bisa
>>> di lakukan. Dengan melobi pemerintah pusat dan provinsi, Demak mungkin bisa
>>> menjadi alternative untuk menjadi bandara yang baru. sebagai info tambahan,
>>> bandara Juanda bukanlah terletak di Surabaya, tetapi terletak di Sidoarjo.
>>> saya kira masih banyak lokasi di Demak yang bisa menjadi alternative tempat
>>> pembangunan Bandara.
>>>
>>> yang terakhir ini, mungkin sekedar usulan. sekarang kan musim kampanye,
>>> nah tidak mungkinkah Demak, baik Pemerintah atau LSM untuk membuat kontrak
>>> politik dengan calon wakil Dapil Demak untuk memperjuangkan tambahan DAK,
>>> baik untuk terminal, pelabuhan, atau kalo mungkin pengembangan bandara di
>>> Demak?
>>>
>>>
>>> ------------------------------
>>> New Email names for you!
>>> <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>
>>> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
>>> @rocketmail.
>>> Hurry before someone else does!
>>>
>>
>>
>>
>> --
>>
>>
>> ------------------------------
>>  New Email addresses available on Yahoo!
>> <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>
>> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
>> Hurry before someone else does!
>>
>
>
>
> --
> Safira Machrusah
> Calon Legislatif untuk DPR-RI
> Partai Kebangkitan Bangsa (No. 13) No Urut 3
> http://safiramachrusah.blogspot.com/
> Pilihlah calon legislatif yang memperjuangkan kepentingan anda
>
>  
>



-- 
Personal Web : http://indra.sanjaya.org.

Kirim email ke