Edi Sudrajat: Jadikan Pancasila Ideologi Terbuka

Jakarta, Kompas - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan dan
Persatuan Indonesia Edi Sudrajat, di depan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, meminta agar Pancasila dijadikan sebagai ideologi terbuka.
Pancasila harus terus-menerus dimaknai, diwacanakan, dan dijadikan
bahan perdebatan publik dalam rangka mencari solusi atas masalah
bangsa yang tidak kunjung dapat diatasi setelah delapan tahun reformasi.

"Tidak ada yang keliru dengan Pancasila. Yang keliru adalah pemahaman
tunggal atasnya untuk mempertahankan kekuasaan seperti terjadi pada
masa lalu," ujar Edi, jenderal purnawirawan berbintang empat, dalam
sambutan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-7 PKPI di Jakarta, Minggu
(15/1) malam.

"Saya prihatin, saat ini semua orang merasa malu berbicara Pancasila.
Berbicara Pancasila dianggap kuno, tidak reformis, dan tidak memiliki
cita-cita Indonesia baru. Saya kembali bertanya, Indonesia baru
seperti apa yang dicita-citakan?" ujarnya.

Ia menengarai adanya kelompok-kelompok kepentingan tertentu yang ingin
merobohkan Pancasila dan menggantinya dengan ideologi lain.

Upaya sistematis kelompok kepentingan itu, menurut dia, tergambar
jelas dalam amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Secara
metodologis amandemen itu tidak sahih dan muatan-muatan dalam
perubahan pasal-pasalnya cenderung berfalsafah lain dari jati diri
bangsa Indonesia. "Perubahan pada batang tubuh dapat saja terus
merasuk ke perubahan Pembukaan UUD 1945 di mana Pancasila tertanam di
dalamnya," ujarnya.

Edi menyebut, kelompok kepentingan itu adalah liberalisme yang
berkolaborasi dengan kepentingan negara-negara maju.

"Semangat kebebasan penting. Tetapi, manakala tanpa kendali moral dan
etika serta hukum tidak ditegakkan, kebebasan akan menjadi benturan
kepentingan dan pertarungan kelompok yang akan merusak tatanan
berbangsa," katanya.

Indonesia yang dituju

Dalam sambutannya, Presiden menyatakan, kebebasan diperlukan dalam
kehidupan demokratis, tetapi harus bergandengan dengan tatanan hukum.

"Kita ingin demokrasi dan kebebasan makin mekar, tetapi tatanan dan
ketertiban kehidupan politik terjamin. Keduanya adalah kebutuhan
kembar kita agar pembangunan yang dirintis sejak Soekarno dapat terus
dilanjutkan. Letakkan kebebasan dalam konteks yang utuh agar kehidupan
harmonis," ujarnya.

Presiden sepakat dengan Edi untuk menjadikan Pancasila, yang merupakan
jati diri bangsa, sebagai ideologi terbuka. "Bapak Edi Sudrajat dengan
cerdas dan arif menanyakan kepada kita semua, Indonesia yang kita tuju
itu Indonesia seperti apa? Indonesia yang kita tuju adalah sesuai
dengan cita-cita kemerdekaan kita yang tertuang dalam Pembukaan UUD
1945," katanya.

Indonesia di masa depan, lanjut Presiden, adalah Indonesia yang maju,
modern, dan tidak tercabut dari jati dirinya. (INU)





http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke