Nasionalisme merupakan Seni Kelola Bangsa Bogor, Kompas - Nasionalisme sesungguhnya merupakan seni mengelola bangsa. Bangsa ini harus pandai-pandai mengatur kadar nasionalisme sehingga Indonesia baru mendatang mampu menghadapi atau menyiasati ketegangan yang ada secara elegan dan bermartabat.
Hal ini disampaikan Direktur Riset The Akbar Tandjung Institute M Alfan Alfian dalam "Seminar Menggali Isu-isu Strategis Pemulihan Semangat Kebangsaan Indonesia" di Bogor, Sabtu (15/1). Hadir Direktur Fasilitasi Organisasi Politik dan Kemasyarakatan Departemen Dalam Negeri Suhatmansyah dan mantan anggota DPR, Popong Otje. "Dalam kondisi ekonomi yang porak poranda, anak bangsa banyak yang terlunta-lunta di negeri lain, fisik hancur seperti di Nias dan Aceh, nasionalisme kita harus bisa sedikit pragmatis. Kadar emosionalitas harus direndahkan dan meninggikan rasionalitas," ujar Alfian. Arus globalisasi yang semakin luas, menurut Suhatmansyah, juga bisa menjadi ancaman bagi nasionalisme. "Sayangnya, kepedulian pada bangsa ini tidak bangkit ketika kekerasan dan korupsi terjadi di depan mata. Padahal, peristiwa ini juga bisa mengikis rasa kebanggaan kita kepada bangsa ini," ujarnya. Ia mengatakan, perilaku pemimpin dan tokoh bangsa yang tidak bisa jadi teladan juga turut menyumbang bagi krisis nasionalisme. Kondisi ini diperburuk lagi dengan tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal. "Kita menyaksikan lemahnya kontrol sosial terhadap perilaku menyimpang dari etika dalam masyarakat," ujarnya. Kebersamaan Secara terpisah, mantan Presiden Abdurrahman Wahid seusai meresmikan Gedung Pertemuan Nurcholish Madjid di Gunung Geulis, Bogor, mengatakan, bangsa ini membutuhkan kebersamaan dalam membangun bangsa. Pluralitas yang ada harus tetap dibina dan diakui sebagai kenyataan. "Kita harus bisa menerima kehidupan bangsa yang multikultural. Hal ini harus bisa ditanamkan terutama pada generasi muda. Namun, untuk itu tidak dibutuhkan standardisasi atau penyeragaman," ujarnya. (MAM) http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
