Ari nu kieu kumaha tah? Globalisasi, kapitalisasi... nganggurisasi? Pikiraneun! Ari pamarentah naon atuh pagaweanana?
Kabayang teu, mun KABEH pausahaan asing anu disebut jurig kapitalis kabeh malabur ti RI... Sigana mah RI ngan jadi gudang pangangguran? :((R Sulit Pertahankan Nike Ribuan Buruh Berunjuk Rasa Tuntut Kontrak Kerja Dipertahankan Serang, Kompas - Pemerintah tidak mampu mempertahankan investasi produk sepatu Nike di Indonesia. Dua perusahaan yang memiliki kontrak dengan Nike meminta waktu menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan, termasuk memberi pesangon buruh yang besarnya bisa mencapai Rp 140 miliar. "Kami ingin tetap mempertahankan Nike, tapi lobi-lobi yang kami lakukan sudah mentok. Sekarang yang terpenting bagaimana menyelamatkan nasib belasan ribu buruh yang ada di sana," ujar Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Banten Opar Sohari di Serang, Senin (23/7). Kemarin sejak pukul 13.30, ribuan buruh dua perusahaan, PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan PT Naga Sakti Parama Shoes Industry (Nasa), berdemonstrasi lagi di depan Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang berada di Kawasan Pusat Bisnis Sudirman, Jakarta Selatan. Mereka menuntut Nike Inc tetap mempertahankan kontrak kerja dengan PT HASI dan Nasa dalam waktu tak terbatas, tetap memberikan order sesuai dengan kapasitas kedua perusahaan, serta mendesak pemilik Nike Inc, Phillipe Knight, memahami tuntutan para buruh. Seperti diberitakan sebelumnya, Nike berencana menghentikan pemesanan sepatu karena kedua perusahaan itu dalam dua tahun terakhir tidak mampu menjaga mutu produksi sepatu. Selama itu, rata-rata 10 persen dari total sepatu yang diproduksi setiap bulan dikembalikan Nike Inc. Padahal, Nike telah mematok ambang batas maksimal pengembalian produk karena rusak sebanyak 2 persen. Perhatikan nasib buruh Jika Nike benar-benar menghentikan kontrak, kata Opar, pihak perusahaan harus memerhatikan nasib mereka. "Nike itu tidak memiliki kontrak langsung dengan buruh, tetapi dengan HASI dan Nasa. Oleh karena itu, kedua perusahaan itulah yang harus menanggung kewajiban perburuhan, termasuk membayar uang pesangon," katanya. Dengan rata-rata pesangon Rp 10 juta per orang, diperkirakan jumlah uang yang dibutuhkan Rp 140 miliar. Padahal, aset HASI dan Nasa belum cukup untuk membayar semua pesangon karyawan tersebut. Karena itu, dua perusahaan meminta waktu penyelesaian 18 bulan. Pindah kerja Kedua perusahaan itu berjanji mengupayakan para buruh tidak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dengan memindahkan mereka ke perusahaan lain yang masih satu grup. Saat ini 6.500 buruh bekerja di PT Nasa, sedangkan 7.500 buruh lainnya di PT HASI. Ribuan buruh yang berunjuk rasa secara simbolik menyegel Kantor Nike Inc di Lantai 24, Menara 2, Gedung BEJ. Mereka menuntut pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Indonesia memihak buruh. (NTA/WIN) http://www.kompas.com/
