Yth Rekan-rekan Pejuang eGov,

Para pejuang di Jembrana memang sangat perlu diberi penghargaan, bahkan
berbagai penghargaan yang telah diperoleh dari berbagai kompetisi egov
selama ini rasanya masih kurang, sudah selayaknya seluruh rekan-rekan
(bukan hanya Bupatinya) di Jembrana diberi Satya Lencana dari negara.

Prestasi Jembrana sangat mengagumkan, bahkan di regional sekalipun,
kaliber pencapaiannya sudah layak dibanggakan di kancah internasional.

Download informasinya disini :
http://www.jembranakab.go.id/main.php?module=e-voting

Silahkan dibaca-baca catatan dari "man behind the scene" di Jembrana :
http://guslong.wordpress.com/2009/12/18/mengupas-e-voting-di-jembrana/

Berita terakhir di fb-nya beliau "Pemilihan ketua OSIS di SMPN 1 Negara
menggunakan E-Voting" :
http://www.facebook.com/album.php?aid=2042045&id=1601358390&ref=mf

Namun, "tidak ada gading yang tidak retak" ...

Beberapa catatan dibawah ini sama sekali tidak ada tujuan negatif dan
saya yakin tidak akan dapat mengurangi sedikit pencapaian para pejuang
egov di Jembrana :

1. Keberhasilan Jembrana sangat ditentukan oleh "tangan besi" sang 
Bupati dan kerja keras tim TI mereka, dan tentunya semangat warganya utk 
maju. Lalu bagaimana nanti jika sang Bupati lengser ? Sudah siapkah 
jajaran aparat disana utk meneruskan semangat beliau ?

2. Websitenya :), akhirnya diupdate juga :). Sebagai jendela dunia utk 
"mengintip" Jembrana, websitenya sempat "tak terurus", namun kini sudah 
sangat diurus, walaupun masih tersisa "kemiripan" dgn situs pemda lain, 
yaitu "begitu banyak foto Bupati" disana, saya pikir ini blog beliau :)

3. Saya mencoba mencari-cari peraturan (Perda, KepBup, InBup, dll) yang 
terkait dgn TI, sayang hanya menemukan 1-2 peraturan saja. Lalu apa 
dasar hukum e-voting dan berbagai solusi TI yg skrg dijalankan disana ? 
Kenapa tidak ada Perda tentang TI ya ? ... ada apa dgn DPRD nya ???

4. Dari semua link di situs ada satu link yang mati yaitu "Legislatif", 
lagi-lagi muncul pertanyaan ... ada apa dgn DPRD nya Jembrana ???

Sekedar sumbang saran ... mudah-mudahan kita tetap ingat bahwa berbagai 
layanan publik di Jembrana dilakukan oleh lembaga formal pemerintahan, 
dan rasanya agak "deg-degan" jika tidak peraturan yg mendasarinya ...

Ada beberapa hal lain yg kritikal bagi kelangsungan e-gov disana ... 
tapi lain kali sajalah, rekan-rekan mungkin sdh mulai emosi dgn komentar 
saya ... :)

Salam Perjuangan eGov !!!

Chandra Yulistia, CISA CISM*
----------------------------
M (62) 812 945 2128
E [email protected]
----------------------------

On 13/02/2010 3:28, [email protected] wrote:
>
> Sumbernya disini Pak
>
> http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/02/04/4576/176/E-Voting
>
>
>
Sebenarnya dan sebenar-benarnya, titik kritis awal seperti selama
> ini terlihat bermasalah besar adalah di KTP dan proses pemilihan.
> Disain e-voting Jembrana menjaga dan menyelesaikan ke dua hal itu
> dengan mendisain dua entry point dalam disain touch screen e-voting
> system.
>
> Pertama entry point untuk data pemilih yang akan memilih berdasar KTP
> yang data base nya sudah ada di gudang penyimpanan data sebagai basis
> data atau DPT sehingga fungsinya adalah verifikasi. Dari point ini
> banyak disian informasi yang isa dihasilkan sesuai dengan keinginan
> pengguna. Ke dua entry point untuk memilih berdasar data calon yang
> dipilih. Disinilah sebenarnya titik kritis itu. Bila disian system
> tahap ini beres, seperti telah ditunjukkan oleh Bupati Jembrana.
> Ingat bahwa technology itu value free namun begitu attach to human
> maka menjadi tidak value free lagi. Rekayasa sosial yang dilakukan
> oleh Bupati Jembrana, termasuk kepemimpinannya perlu juga dipelajari
> sebagai key success factor. Jadi, kloning itu bukan hanya teknologi
> tetapi juga manajemen teknologinya.
>
> Bila system di tingkat Kabupaten beres seperti ditunjukkan oleh
> praktek Jembrana, maka sebenarnya masalah hingga ke pusat adalah
> tinggal kompilasi data dan network communication. Namun, ini akan
> menjadi masalah besar bila harus diadopsi oleh disain sistem pemilu
> yang sudah ada. Bandingkan disain edp system pemilu 2004 dan 2009.
>
> Membereskan masala KTP di tingkat paling bawah adalah lebih mudah
> dibanding membereskannya secara terpusat. Ini juga sesuai dengan
> axioma organisasi sejak jaman Moses. Keragaman Indonesia bukan hanya
>  sebagai negara kepulauan tetapi juga aneka keragaman lingkungan
> sosial, budaya, ekonomi, dan politik telah membuahkan keunikan yang
> tidak bisa diseragamkan seperti konsep UN yang akhinya "kebentus ing
>  tawang kesandhung ing roto" atau terantuk udara dan tersandung jalan
>  rata. Bhinneka Tunggal Ika itu tidak perlu dipersempit pemahamannya
>  hanya pada keragaman budaya, tetapi juga lingkungan demografinya,
> alam. ekonomi, dan politiknya. Bupati Jembrana, Gorontalo, Jombang,
> Sukoharjo, Wakatobi paling tidak telah memberi contoh. Jangan
> "mbeguguk mutho waton" atau tidak bergeming meskipun tahu kalau tidak
> benar dan tidak tepat. Daerah makmur dan sejahtera maka negara dan
> bangsa akan makmur dan sejahtera pula.
>
> Terbayang kalau transportasi yang menuju Jakarta terputus, misal
> Krakatau meletus .
>
> salam
>
> On 2/12/2010 10:18 AM, S Roestam wrote:
>> Pak AS dan Kawan2 Yth,
>>
>> Contoh keberhasilan Kabupaten Jembraan ini tolong disebarluaskan
>> ke seluruh Indonesa, agar masayarakat sadar, ada pilihan yg jauh
>> lebih baik dengan e-Voting, tanpa biaya yang mahal, waktu yg lama,
>> dan kesalahan2 yang sulit untuk dilacak.
>>
>> Semoga ini menggugah KPU, Pemerintah dan DPR untuk menerapkannya,
>> untuk menghemat biaya dan waktu secara nasional.
>>
>> Wassalam, S Roestam http://wartamastel.blogspot.com
>> ----------------------------------
>>
>> ----Original Message---- From: [email protected] Date: 11/02/2010
>> 20:00
>> To:<[email protected]>,<[email protected]>
>> Subj: [Telematika] e-voting, tamparan dari Jembrana Bali
>>
>> _e-voting, sebuah tamparan dari Bali
>>
>> _Melihat e-voting di Jembrana Bali dan kesederhanaan penuturna dari
>> Bupati Bali dan staf IT yang telihat, terbayang bagaimana
>> kesajahaan itu membuahkan hasil yang ternilai.
>>
>> Bayangkan, lompatan tak terhingga, sebuha quantum leap bagi
>> masyarakat pedesaan yang bahwakan pegang compi saja belum pernah
>> namun didisain sebuah sistem yang memungkinkan siapa saja bisa
>> melakukan proses voting secara elektronik secara sederhana. Bahkan
>>  dilakukan oleh orang-orang tua yang belum tentu bisa membaca dan
>> menulis.
>>
>> Proses e-voting sederhana sekali, yaitu hanya terjadi dua tahap,
>> yaitu verifikasi data dan voting dengan touch screen pada foto yang
>> dipilih.
>>
>> Di verifikasi data, ini smartnya, KTP tinggal diletakkan diatas
>> scanner da kemudian layar akan menjelaskan foto dan nama pemilih.
>> Proses verifikasi ini saya yakin juga didata buka hanya untuk
>> mengetahui keabsahan calon pemilih, juga untuk mendeteksi
>> pengguinaan KTP yang tidak dikeluarkan atau dididsain oleh
>> Kabupaten Jembrana untuk tujuan e-voting dengan menggunakan mungkin
>> bar-code.
>>
>> Ini tentu saja bukan hanya akan membuat perkembangan bisa diikuti
>> secara real time, tetapi juga verifikasi pemilih yang berhak. Hal
>> ini dimungkinkan oleh wireless comunication system antara
>> pusat-pusat informasi diseluruh kabupaten Jembrana untuk
>> berkomunikasi data. Disain program saya yakin telah meperhitungkan
>>  satu KTP satu suara sehingga kehawatiran KTP atau pemilh double
>> pasti tidak dimungkinkan tanpa proses yang sulit karena tidak
>> mungkin seorang pemilih yang telah memilih di sebua tempat kemudian
>> pergi ke tampat lain untuk memilih lagi. Petugas yang mengawasi
>> dari jauh proses verifikasi yang dilakukan sendiri oleh pemilih
>> pasti tahu atau system pasti sudah di disain untuk memberi tahu.
>>
>> Disain touch screen sungguh sebuah inovasi techno-sosial yang luar
>> biasa. Sangat efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah IT
>> devide bagi masyarakat Jembrana yang sebagian lanjut usia, tidak
>> berpendidikan, sudah lanjut usia, namun berhak atas pemilihan.
>>
>> Teknologi touch screen dengan foto dan KTP scanner sungguh sebuah
>> disain system yang pantas diacungi jempol. Apalagi, pemilu kemarin
>> kita baru saja disuguhi tontonan tidak mutu dengan amburadulnya DPT
>> dan DPS. Bahkan , berita menyesakkan dada, pilkada di Jatim pun,
>> yang pemilu lalu bermasalah dengan DPT hingga Kapoldanya dipanggil
>> ke Mabes seperti penjelasan Deni Indrayana staf khusus Presiden
>> dalam acara debat di TV One, masih bermasalah dengan DPS. Seakan
>> tidak berkaca kepada pengalaman masa lalau dan tidak ada proses
>> pembelajaran kepada pengalaman.
>>
>> Kabupaten Jembrana dengan segala kesederhaan dan kerendahan
>> hatinya, termasuk keterbatasan anggarannya, mampu membuat sebuah
>> terobosan luar biasa bagi kemajuan negeri yang layak diangkat di
>> tingkat dunia. Seakan menyindir pemilu yang menghabiskan dana
>> puluhan trilyun namun IT nya tampak segan untuk unjuk diri.
>>
>> Apa yang terjadi dengan kabupaten Jembrana seakan menampar realita
>>  bernegara. e-voting tidak diakui karena peraturan mengatur pemilu
>>  yang sah adalah di coblos atau di conrtreng.......; gedubraaakak
>> !!!
>>
>> Indonesiana !!! segala hal bisa terjadi
>>
>> Maka, jangan pernah berpikir atau melihat daerah hanya dari
>> Jakarta. Lihatlah pula kiprah para BUPATI BUKAN BIASA di Kick Andy
>>  dan bandingkan dengan keangkuhan serta kejumawaaan para penguasa
>> negeri seakan merekalh yang paling ............ hingga sebuah
>> kemajuan peradaban pun tidak diakui dan harus melalui Judicial
>> Review.

Kirim email ke