Waalaikumsalam ww, saya kira gak laku itu karena wawasan, pengetahuan dan informasi yang diperoleh masyarakat kurang banyak, kalo mereka faham tentu akan pilih syari'ah, tapi jangan-jangan bank syari'ahnya atau infrastruktur2nya belum siap ya, wassalamualaikum ww,
--- On Thu, 9/11/08, Zulfikar77 zulfikar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Zulfikar77 zulfikar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Bls: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku To: [email protected] Date: Thursday, September 11, 2008, 6:41 AM Assalamualaikum Wr. Wb Persolannya bukan gak laku suatu produk itu dijual, didalam marketing bukan hanya 4 P yang dijadikan strategi penjualan produk, saya fikir Bank Syariah sangat laku dijual bahkan bisa mengalahkan Bank asing, terus terang jika saya bandingkan Bank Asing " BC" mantan juragan saya dulu dengan Bank Syariah "X" yang mantan juragan saya juga masih lebih unggul Bank Syariah tersebut. Namun yang menjadi kendala adalah persoalan jumlah tenaga kerja dan kreatifitas para marketernya dalam memasarkan produk, persolan yang lain adalah adanya pimpinan bank syariah yang hanya mengandalkan para marketingnya atau para AO, berbeda dengan bank asing dan bank konvensional dimana para pimpinan banknya berani melakukan lobi-lobi kepada para pengusaha. Namun dari Bank Asing "mantan" juragan saya banyak belajar bagaimana cara memasarkan produk suatu Bank dan strategi apa yang dilakukan namun semua tergantung kepada dana yang cukup dari bank syariah tersebut. Saya fikir Bank Syarah sangat laku dijual dan dapat head to head dengan bank Asing dan bank konvensional. Salam zulfikar http://www.zulfikar group.blogspot. com --- Pada Rab, 10/9/08, Ahmad Ifham <[EMAIL PROTECTED] com> menulis: Dari: Ahmad Ifham <[EMAIL PROTECTED] com> Topik: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Tanggal: Rabu, 10 September, 2008, 2:27 PM Sekedar share, Bank Syariah merupakan sistem luhur, adil, dan sudah barang tentu menguntungkan. Kendala serta kelemahan di sana sini juga masih dianggap wajar. Di Indonesia sendiri, perbankan syariah pernah mengalami puncak tumbuh kembang yang sangat pesat. Namun, saat ini mulai tumbuh melambat. Tampaknya tumbuh kembang pesat bank syariah semata bukan karena permintaan pasar mayoritas. Tentu, itu semua terjadi tak lepas dari positioning bank syariah sebagai bank yang sesuai syariah, bank yang tidak memberlakukan riba, serta sebuah sistem yang halal. Yup! Istilah/kata “syariah” itu sendiri juga udah identik dengan sesuatu yang religius, berafiliasi dengan agama tertentu (Islam). Sifatnya yang eksklusif masihlah gak bisa ketinggalan. Bahkan yang masih jadi ironi, bank syariah masih gak laku di kalangan umat Islam Indonesia . So, jika bank syariah pengen inklusif, bisa “dipakai” oleh semua dan ”segera” menasional serta meng-Indonesia, penggunaan istilah bank syariah perlu diganti dengan “bank adil” atau “bank bagi hasil” misalnya. Nah! Itu juga lebih sulit, kecuali jika ada semacam revolusi dalam sistem perbankan syariah. Tampaknya penggunaan istilah (baca: positioning sebagai) bank syariah tetep lebih nyaman terdengar dan diterima di hati penggiat dan penggemarnya. Jika bank syariah pengen merebut pasar mayoritas, maka upaya lebih keras lagi yang harus dilakukan dengan mengkomunikasikan bank syariah sesuai bahasa pasar mayoritas, bukan semata semacam bahasa ilmuwan, akademisi, dan praktisi. Perlu upaya menyampaikan edukasi kepada masyarakat dengan bahasa yang ringan, biasa-biasa saja dan “tidak terkesan” menggurui. Lebih banyak lagi perlu melibatkan emosi “awam” mereka. Pintu sudah terbuka lebar. Dan upaya itu belum bisa optimal jika dari segi produk dan layanan, belum seunggul bank konvensional yang udah terlanjur sangat mapan itu. Mari terus berjuang, bersama! Regards, Ahmad Ifham www.bankbagihasil. wordpress. com Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!
