Wa'alaikum salam wr wb,
Alhamdulillah pak Iwan selaku pionir Ekonomi Syari'ah
menanggapinya secara positif.
Mungkin fungsi Dewan Syariah harus diperkuat sehingga
bisa mengawasi dan memberikan sanksi bagi Bank
Syari'ah yang justru memberatkan sehingga mencoreng
nama baik Bank Syari'ah. Saya melihat selain ada BS
yang memanfaatkan label Syari'ah, ada juga yang
profesional seperti Bank Syari'ah Mandiri (ini saya
sebut sebagai penghargaan) karena layanannya tidak dan
juga keringanannya tidak kalah dengan BK.

Selain itu saya lihat ada potensi produk puluhan
bahkan milyaran rupiah bagi Bank Syari'ah untuk produk
yang betul2 Syari'ah seperti penukaran Dinar
Emas/Dirham Perak serta sebagai penjual (benar2
penjual) rumah dan mobil secara kredit bekerjasama dgn
perusahaan real estate dan otomotif. Penggunaan web
untuk sarana promosi dan order bisa dilakukan.
Pembayaran bisa dilakukan dgn patokan dinar emas (yang
naik sekitar 10-20%/tahun) sehingga tanpa mengenakan
bunga rupiah pun Bank terlindungi dari inflasi.

Wassalam

--- "Dr. Iwan P. Pontjowinoto" <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:

> Ass.ww.
> Teman-teman sekalian,
> 
> Terus terang 'persepsi' masyarakat sebagaimana yang
> disampaikan oleh mBak
> Yuni yang paling saya kawatirkan.
> Yaitu persepsi bahwa Bank Syariah (dan semua
> lembaga/produk syariah lainnya)
> hanya memposisikan diri sebagai 'bank/lembaga
> keuangan syariah' tetapi
> prakteknya tidak memenuhi prinsip syariah secara
> konsekwen.
> Apalagi kalau hal ini ternyata bukan sekedar
> PERSEPSI tetapi KENYATAAN.
> 
> Tantangan bagi MES, PKES, FOSSEI, Ikatan Ahli
> Ekonomi Syariah. dll. untuk
> mengkaji dan mencari solusi untuk menanggulanginya.
> 
> Wassalam,
> 
> 
> 
> 2008/9/13 Yuni Prihadi Utomo <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> >   Jangan-jangan persoalannya: positioningnya ingin
> sebagai bank SYARIAH,
> > tapi prakteknya tidak terlalu SYARIAH. Akhirnya,
> masyarakat melihatnya
> > sebagai SAMA SAJA. Walhasil, tidak menjadi
> alternatif!
> >
> > Differentiate or Die kata Jack Trout.
> >
> > Yuni Prihadi Utomo
> > blog: xprihadime.wordpress.com
> >
> > --- On Wed, 9/10/08, Ahmad Ifham
> <[EMAIL PROTECTED]<ahmadifham%40yahoo.com>>
> > wrote:
> >
> > > From: Ahmad Ifham <[EMAIL PROTECTED]
> <ahmadifham%40yahoo.com>>
> > > Subject: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih
> Gak Laku
> > > To: [email protected]
> <ekonomi-syariah%40yahoogroups.com>
> > > Date: Wednesday, September 10, 2008, 12:27 AM
> >
> > > Sekedar share,
> > > Bank Syariah merupakan sistem luhur, adil, dan
> sudah barang
> > > tentu menguntungkan. Kendala serta kelemahan di
> sana sini
> > > juga masih dianggap wajar. Di Indonesia sendiri,
> perbankan
> > > syariah pernah mengalami puncak tumbuh kembang
> yang sangat
> > > pesat. Namun, saat ini mulai tumbuh melambat.
> Tampaknya
> > > tumbuh kembang pesat bank syariah semata bukan
> karena
> > > permintaan pasar mayoritas.
> > > Tentu, itu semua terjadi tak lepas dari
> positioning bank
> > > syariah sebagai bank yang sesuai syariah, bank
> yang tidak
> > > memberlakukan riba, serta sebuah sistem yang
> halal. Yup!
> > > Istilah/kata "syariah" itu sendiri juga udah
> identik
> > > dengan sesuatu yang religius, berafiliasi dengan
> agama
> > > tertentu (Islam). Sifatnya yang eksklusif
> masihlah gak bisa
> > > ketinggalan. Bahkan yang masih jadi ironi, bank
> syariah
> > > masih gak laku di kalangan umat Islam Indonesia.
> > > So, jika bank syariah pengen inklusif, bisa
> "dipakai"
> > > oleh semua dan "segera" menasional serta
> meng-Indonesia,
> > > penggunaan istilah bank syariah perlu diganti
> dengan "bank
> > > adil" atau "bank bagi hasil" misalnya. Nah! Itu
> juga
> > > lebih sulit, kecuali jika ada semacam revolusi
> dalam sistem
> > > perbankan syariah.
> > > Tampaknya penggunaan istilah (baca: positioning
> sebagai)
> > > bank syariah tetep lebih nyaman terdengar dan
> diterima di
> > > hati penggiat dan penggemarnya. Jika bank
> syariah pengen
> > > merebut pasar mayoritas, maka upaya lebih keras
> lagi yang
> > > harus dilakukan dengan mengkomunikasikan bank
> syariah sesuai
> > > bahasa pasar mayoritas, bukan semata semacam
> bahasa ilmuwan,
> > > akademisi, dan praktisi. Perlu upaya
> menyampaikan edukasi
> > > kepada masyarakat dengan bahasa yang ringan,
> biasa-biasa
> > > saja dan "tidak terkesan" menggurui. Lebih
> banyak lagi
> > > perlu melibatkan emosi "awam" mereka. Pintu
> sudah
> > > terbuka lebar.
> > > Dan upaya itu belum bisa optimal jika dari segi
> produk dan
> > > layanan, belum seunggul bank konvensional yang
> udah
> > > terlanjur sangat mapan itu. Mari terus berjuang,
> bersama!
> > > Regards,
> > > Ahmad Ifham
> > > www.bankbagihasil.wordpress.com
> >
> > 
> >
> 


===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan situs lowongan kerja - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=lowongan+kerja&cs=bz&fr=fp-top

Kirim email ke