Ass.ww. Teman-teman sekalian, Terus terang 'persepsi' masyarakat sebagaimana yang disampaikan oleh mBak Yuni yang paling saya kawatirkan. Yaitu persepsi bahwa Bank Syariah (dan semua lembaga/produk syariah lainnya) hanya memposisikan diri sebagai 'bank/lembaga keuangan syariah' tetapi prakteknya tidak memenuhi prinsip syariah secara konsekwen. Apalagi kalau hal ini ternyata bukan sekedar PERSEPSI tetapi KENYATAAN.
Tantangan bagi MES, PKES, FOSSEI, Ikatan Ahli Ekonomi Syariah. dll. untuk mengkaji dan mencari solusi untuk menanggulanginya. Wassalam, 2008/9/13 Yuni Prihadi Utomo <[EMAIL PROTECTED]> > Jangan-jangan persoalannya: positioningnya ingin sebagai bank SYARIAH, > tapi prakteknya tidak terlalu SYARIAH. Akhirnya, masyarakat melihatnya > sebagai SAMA SAJA. Walhasil, tidak menjadi alternatif! > > Differentiate or Die kata Jack Trout. > > Yuni Prihadi Utomo > blog: xprihadime.wordpress.com > > --- On Wed, 9/10/08, Ahmad Ifham <[EMAIL PROTECTED]<ahmadifham%40yahoo.com>> > wrote: > > > From: Ahmad Ifham <[EMAIL PROTECTED] <ahmadifham%40yahoo.com>> > > Subject: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Masih Gak Laku > > To: [email protected] <ekonomi-syariah%40yahoogroups.com> > > Date: Wednesday, September 10, 2008, 12:27 AM > > > Sekedar share, > > Bank Syariah merupakan sistem luhur, adil, dan sudah barang > > tentu menguntungkan. Kendala serta kelemahan di sana sini > > juga masih dianggap wajar. Di Indonesia sendiri, perbankan > > syariah pernah mengalami puncak tumbuh kembang yang sangat > > pesat. Namun, saat ini mulai tumbuh melambat. Tampaknya > > tumbuh kembang pesat bank syariah semata bukan karena > > permintaan pasar mayoritas. > > Tentu, itu semua terjadi tak lepas dari positioning bank > > syariah sebagai bank yang sesuai syariah, bank yang tidak > > memberlakukan riba, serta sebuah sistem yang halal. Yup! > > Istilah/kata "syariah" itu sendiri juga udah identik > > dengan sesuatu yang religius, berafiliasi dengan agama > > tertentu (Islam). Sifatnya yang eksklusif masihlah gak bisa > > ketinggalan. Bahkan yang masih jadi ironi, bank syariah > > masih gak laku di kalangan umat Islam Indonesia. > > So, jika bank syariah pengen inklusif, bisa "dipakai" > > oleh semua dan "segera" menasional serta meng-Indonesia, > > penggunaan istilah bank syariah perlu diganti dengan "bank > > adil" atau "bank bagi hasil" misalnya. Nah! Itu juga > > lebih sulit, kecuali jika ada semacam revolusi dalam sistem > > perbankan syariah. > > Tampaknya penggunaan istilah (baca: positioning sebagai) > > bank syariah tetep lebih nyaman terdengar dan diterima di > > hati penggiat dan penggemarnya. Jika bank syariah pengen > > merebut pasar mayoritas, maka upaya lebih keras lagi yang > > harus dilakukan dengan mengkomunikasikan bank syariah sesuai > > bahasa pasar mayoritas, bukan semata semacam bahasa ilmuwan, > > akademisi, dan praktisi. Perlu upaya menyampaikan edukasi > > kepada masyarakat dengan bahasa yang ringan, biasa-biasa > > saja dan "tidak terkesan" menggurui. Lebih banyak lagi > > perlu melibatkan emosi "awam" mereka. Pintu sudah > > terbuka lebar. > > Dan upaya itu belum bisa optimal jika dari segi produk dan > > layanan, belum seunggul bank konvensional yang udah > > terlanjur sangat mapan itu. Mari terus berjuang, bersama! > > Regards, > > Ahmad Ifham > > www.bankbagihasil.wordpress.com > > >
