Ass.wr.wb .Wah gawat banget jika ada pandangan keliru seperti itu. Mereka tak faham tentang sistem perbankan syariah dan hubungannya dengan Bank Indonesia.Masyak sih menabung di bank syariah sama dengan menabung di Bank Konvensional, karena dana bercampur di BI. Ini benar-benar ketidakfahaman sistem sistem perbankan. Anda kami sarankan kuliah ekonomi Islam, tidak perlu kuliah S2, atau S3. Cukup S1 saja, maka anda dipastikan memahami dengan baik dan benar konsep dan sistem serta mekanisme operasional bank syariah.Jika anda ingin puas dan tidak sempat kuliah, maka ada forum klinik bank syariah gratis di Bank Muamalat Pusat Jl.Sudirman.Di forum itu Anda bisa diberi penjelasan yang komprehensif tentang sistem perbankan syariah dan hubungannnya dengan Bank Indonesia,selaku bank sentral. Sekian.
________________________________ Dari: Yusuf <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 30 Desember, 2008 14:08:10 Topik: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? Salam dan Selamat Tahun baru rekan milis, Sekedar ingin berbagi saja. Untuk bapak/ibu Dian, saya akan bantu menjawabnya berdasarkan pengalaman saya dahulu ketika bekerja dibank syariah. Pertanyaan ini memang sering saya temui ketika saya dulu masih bekerja dibank syariah, baik ketika saya sedang diskusi dengan nasabah atau mengisi presentasi didepan umum. Pertanyaan dibawah ini sebenarnya sering juga dibahas dimilis ini, tapi saya juga menyadari akan keterbatasan bandwith yang ada pada bapak/ibu. Sehingga kurang memungkinkan untuk berlama-lama search arsip-arsip milis yang ada. Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan dibawah ini tidak perlu latar belakang pendidikan ekonmi ataupun syariah. Cukup pengetahuan umum dasar perbankan saya kira. Saya coba urai : >Alasannya, katanya karena bank syariah itu menyetorkan dananya ke Bank >Indonesia, sehingga tercampur dengan dana dari bank konvesional lainnya. = Iya benar bank syariah dan bank umum lainnya memang mempunyai kewajiban untuk menyetorkan dananya ke BI demi memenuhi kewajiban Giro Wajib Minimum. Giro Wajib Minimum, sebesar 5% (CMIIW) dari total dana pihak ketiga masyarakat adalah salah satunya untuk memenuhi kewajiban transaksi kliring antar bank. Bahasa sederhananya begini. Bank A, Bank B, Bank C, Bank D, Bank E, Bank F, dan Bank-Bank lainnya mempunyai mempunyai nasabah dan mempunyai jasa servis untuk melayani masyarakat. Tentunya tidak menjadi ringkas dan effisien bila ketika nasabah bank A ingin transfer ke bank B, nasabah bank D ingin tranfer ke bank F, dan bank-bank lainnya juga ingin melakukan transaksi serupa ditangani satu persatu. Sedangkan transaksi perbankan dalam sehari itu sangat banyak mungkin mencapai ribuan. Agar proses sederhana, Bank Indonesia menjadi mediator untuk transkasi kliring tersebut. Setiap jam 11.00 siang semua bank berkumpul dibank Indonesia untuk saling menukar warkat kliring (B/G atau perintah transfer). Nah disinilah fungsi dana yang disetor oleh bank-bank tersebut. Rekening penampungan bank syariah bertambah bila mendapat dana masuk berupa setoran B/G atau transfer masuk dari bank umum lain, rekening penampungan bank syariah akan berkurang bila ada tarikan B/G atau transfer keluar dari bank umum lain peserta kliring. Selain itu bank juga perlu memanage kasnya, tidak mungkin juga kas yang ada disimpan dibrankas semua (karena jumlahnya milliaran, kadang brankas tidak cukup). Mau tidak mau dana tersebut harus disetor ke kantor pusat bank tersebut. Bila memang bank perlu cash likuid, bank umum cukup menarik dananya via BI setempat (bila dana kurang, kantor pusat bank tersebut akan mengirimkannya ke BI). Jadi disinilah salah satu fungsi BI yaitu sebagai mediator dan juga sebaga lembaga monitoring bank umum. >Demikian juga, Bank Syariah, mendapatkan kucuran modal uang Riba dari Bank >Indonesia sebagai bank sentral. =BI sebagai regulator bank rasanya tidak mempunyai anak perusahaan lembaga kuangan syariah. Selain itu BI sejak krisis moneter 1997, tidak ada lagi yang namanya BLBI atau KLBI. Begitu juga karena BI bukan badan usaha tentunya juga tidak memungkinkan untuk memberikan kucuran modal untuk usaha diluar tupoksinya. >menabung di Bank Syariah, tidak dijamin bebas dari Riba, sama saja dengan >dibank konvensional. =Tidak bebas sama sekali tidak berarti membebaskan kita untuk lebih memilih yang full riba. Yang pasti Bank Syariah mempunyai cita-cita untuk dapat memberikan pelayanan yang sesuai syariah. Bilamana ada pelanggaran diwilayah operasional, hal tersebut bukan merupakan kebijakan bank syariah sendiri. Sederhananya begini, kita sebagai orang tua tentunya selalu mengingatkan dan mengharapkan agar anak kita selalu dalam koridor syari. Dalam perjalanan, tentunya anak kita juga sesekali ada melanggar syari. Orang tua tidak salah karena sudah selalu mewanti-wanti dan mengingatkan. dan yang terpenting adalah upaya perbaikan terus menerus. Jadi kesimpulannya, yang disampaikan teman anda belum semuanya benar. Wallahu a`alam. Yusuf http://wgtt. org ________________________________ From: Dian <dianpur2000@ yahoo.com> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Sent: Wednesday, December 24, 2008 6:39:08 PM Subject: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? Assalamu'alaykum Wr.Wb. Mohon maaf bila masalah ini pernah dibahas, saya tidak mengikuti diskusi di milis ini sebelumnya. Saya tidak punya latar belakang pendidikan ekonomi, apalagi ekonomi syariah. Beberapa hari lalu teman saya, seorang pengusaha, mengatakan bahwa kalo kita menabung di Bank Syariah, tidak dijamin bebas dari Riba, sama saja dengan di bank konvensional. Katanya meskipun transaksi antara nasabah dengan Bank Syariah menggunakan kaidah Syariah, namun tetap masih tercemar dengan Riba. Alasannya, katanya karena bank syariah itu menyetorkan dananya ke Bank Indonesia, sehingga tercampur dengan dana dari bank konvesional lainnya. Demikian juga, Bank Syariah, mendapatkan kucuran modal uang Riba dari Bank Indonesia sebagai bank sentral. Saya sebagai nasabah bank syariah, jadi bingung juga. Benarkah demikian? Mohon pencerahannya. Jazakumullahu khairan. wassalam, dian ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
