Assalamu'alaikum Wr.Wb. Ibu Dian, nasabah Bank Syariah yang masih bingung! Seharusnya Ibu Dian menanyakan langsung kepada Bank Syariah dimana Ibu menjadi Nasabah, sehingga jawabannya akan lebih jelas, tapi saya cobalah memberikan sedikit penjelasan sapanjang yang saya ketahui mudah-mudahan bisa membantu.
Bank Syariah yang mempunyai kelebihan likuiditas dapat menempatkan dananya di Bank Indonesia yang dikelola oleh Bank Indonesia secara Syariah (sistem bagi hasil) dan didalam operasionalnya terpisah/tidak bercampur dengan dana-dana bank2 konvensional yang memakai sistim bunga (SBI) mengenai Bank Syariah dapat kucuran dana dari Bank Indonesia, sepanjang informasi yang kita dapat, rasanya belum ada Bank Syariah yang mendapatkan kucuran modal dari Bank Indonesia, jadi saya kira teman Ibu dian itu mendapatkan informasi yang keliru tentang penempatan dana Bank Syariah di Bank Indonesia. InsyaAllah Bank Syariah di Indonesia sudah sesuai dengan Syariah. kita doakan saja demikian wassalam Nadi ________________________________ From: Dian <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, December 24, 2008 5:39:08 PM Subject: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba? Assalamu'alaykum Wr.Wb. Mohon maaf bila masalah ini pernah dibahas, saya tidak mengikuti diskusi di milis ini sebelumnya. Saya tidak punya latar belakang pendidikan ekonomi, apalagi ekonomi syariah. Beberapa hari lalu teman saya, seorang pengusaha, mengatakan bahwa kalo kita menabung di Bank Syariah, tidak dijamin bebas dari Riba, sama saja dengan di bank konvensional. Katanya meskipun transaksi antara nasabah dengan Bank Syariah menggunakan kaidah Syariah, namun tetap masih tercemar dengan Riba. Alasannya, katanya karena bank syariah itu menyetorkan dananya ke Bank Indonesia, sehingga tercampur dengan dana dari bank konvesional lainnya. Demikian juga, Bank Syariah, mendapatkan kucuran modal uang Riba dari Bank Indonesia sebagai bank sentral. Saya sebagai nasabah bank syariah, jadi bingung juga. Benarkah demikian? Mohon pencerahannya. Jazakumullahu khairan. wassalam, dian
