aduhhh.. kenapa ya kita tidak bs melihat sisi lain dari Bank 
Syariah.................
 
Ibu Dian.... Bank Syariah belum pernah mendapatkan modal dari Bank 
Indonesia.... krn bank syariah blm pernah menerima BLBI......... kl masalah 
dana (uang) dari bank syariah bercampur dengan uang yang berasal dari bank 
konvensional ya mungkin saja soalnya kita wong kita hidup bermasyarakat........ 
apa tidak boleh orang yang memiliki dana di bank konvensional menyimpan dana di 
bank syariah..... aduh kasian amat ya kl gitu uang yg beredar dimasyarakat 
harus diberikan tanda mana yg syariah dan mana yg bukan...... weleh 3x kasian 
dong orang yang pingin berbisnis dengan bank syariah harus memilah2 
dananya..... kl menurut saya yang harus kita garis bawahi adalah dana yang 
telah kita setorkan ke Bank syariah harus dikelolah dengan prinsip syariah dan 
tidak menghasilkan RIBA  gitu loohh.........  setuju kan........ karena 
berdasarkan akad yang tekah diperiksa dan dianalisa oleh para Dewan Pengawas 
Syariah itu sudah benar.....
 
Tidak usah bingung ibu Dian........ Insya Allah Bank Syariah dikelola dengan 
prinsip Syariah..... kalo boleh tahu ibu Dian jd nasabah di Bank Syariah Mana?
 
from : [email protected]
.

12/08, Remington Flower <[email protected]> menulis:

Dari: Remington Flower <[email protected]>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 30 Desember, 2008, 12:34 AM










Memang kaidah agama tidak boleh mencampur antar yang haq dengan yang bathil

Kalau mau membahas soal riba, riba dapat masuk dari pintu debitur maupun pintu 
kreditur.
Bicara idealisme, seharusnya pemerintah memberikan dukungan bahwa bank sentral 
syariah di satu sisi dan bank sentral konvensional di satu sisi.

Dan idealnya, gubernur bank sentral syariah diberi kewenangan yang sama kuat 
dengan gubernur bank sentral konvensional.

Merujuk pada nilai intrinsik dan ekstrinsikl pada uang kertas kita, itu sudah 
tidak bisa dibenarkan karena nilai nominal dan nilai bahan untuk membuat uang 
kertas kita tidak sepadan

Perlu dimengerti bahwa dukungan kuat dari pemerintah beserta undang-undang 
perbankan syariah hendaknya memberi kebebasan kepada para pegiat ekonomi 
syariah untuk menyuarakan kepentingan ekonomi syariah dalam rangka memperbaiki 
tatanan muamalah bangsa indonesia umumnya, dan muslim khususnya

Kata-kata "tercemar riba" menunjukkan :
1. Riba lah yang masih kuat di tata perekonomian bangsa kita, dalam arti 
pembangunan infrastuktur selama ini masih di biayai oleh keuntungan riba
2. Riba yang mencemari ini perlu dipersempit ruang geraknya dan kemudian di 
bersihkan secara tuntas

Ada pepatah "setitik nila rusak sebelanga" semoga kita ikut andil memperbaiki 
tatanan muamalah di sekitar kita setahap demi setahap jangan kita mencela tapi 
tidak berbuat apa-apa.

demikian jawaban singkat ini
Ari Pramudya

pengurus BMT NUR IKHLAS
Yogyakarta - Sleman

Kalau belum puas, silakan bertanya lagi

--- On Wed, 12/24/08, Dian <dianpur2000@ yahoo.com> wrote:

From: Dian <dianpur2000@ yahoo.com>
Subject: [ekonomi-syariah] Benarkah Bank Syariah Tercemar Riba?
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, December 24, 2008, 3:39 AM




Assalamu'alaykum Wr.Wb.

Mohon maaf bila masalah ini pernah dibahas, 
saya tidak mengikuti diskusi di milis ini 
sebelumnya. Saya tidak punya latar belakang 
pendidikan ekonomi, apalagi ekonomi syariah.

Beberapa hari lalu teman saya, seorang 
pengusaha, mengatakan bahwa kalo kita
menabung di Bank Syariah, tidak dijamin
bebas dari Riba, sama saja dengan di 
bank konvensional. 

Katanya meskipun transaksi antara nasabah 
dengan Bank Syariah menggunakan kaidah 
Syariah, namun tetap masih tercemar dengan Riba. 

Alasannya, katanya karena bank syariah itu 
menyetorkan dananya ke Bank Indonesia, 
sehingga tercampur dengan dana dari bank 
konvesional lainnya.

Demikian juga, Bank Syariah, mendapatkan
kucuran modal uang Riba dari Bank Indonesia 
sebagai bank sentral.

Saya sebagai nasabah bank syariah, jadi bingung 
juga. Benarkah demikian? Mohon pencerahannya.

Jazakumullahu khairan.

wassalam, 
dian 



 














      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke