Insya Allah jika kita semua bisa hidup sederhana, tidak boros dan bermegah2an biaya kuliah yang sampai Rp 90 juta untuk 2 tahun apalagi pelatihan bisa ditekan.
Sebagai contoh jika 1 dosen puas digaji Rp 8 juta/bulan dan tiap kelas ada 2 dosen dgn siswa @ 40 orang, maka biaya dosen/siswa Rp 400 ribu/bulan. Jika biaya lainnya juga Rp 400 ribu/bulan, harusnya biaya setahun tidak lebih dari Rp 10 juta atau kalau 2 tahun tidak lebih dari Rp 20 juta. Ada kok Universitas yang biaya kuliahnya tidak lebih dari Rp 4 juta/tahun. Asal kita puas dengan 1 rumah yang tidak lebih dari 200 m2 dan mobil yang tidak lebih mahal dari Avanza. Cuma memang ilmu bisa didapat dari mana saja. Bukan cuma dari bangku kuliah atau pun pelatihan yang mahal. Contoh awal, coba latihan dengan google.com untuk ilmu yang ingin anda cari. Wassalam === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis Ekonomi Nasional: [email protected] Belajar Islam via SMS: http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone --- Pada Jum, 18/6/10, Rahmi Khairwina <[email protected]> menulis: Dari: Rahmi Khairwina <[email protected]> Judul: Re: [ekonomi-syariah] Mengapa biaya pelatihan amat mahal? Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 18 Juni, 2010, 1:36 AM Salam, Sebenarnya bukan perkara mahal atau murah, tapi disinilah letak bagaimana kita menghargai ILMU itu sendiri. Bagaimana kita menghargai mereka (trainer) yang punya ILMU untuk berbagi dengan kita yang awam. Karena yang berILMU memang punya derajat lebih tinggi sesuai yang dijanjikan Allah. Untuk Pak Faishal, bukan berarti mahal lantas orang miskin tidak berhak mendapatkan ILMU, ILMU itu sendiri bisa didapatkan dimana saja, tidak harus duduk di bangku kuliah, atau ikut seminar training, siapa yang berusaha pasti bisa. Salam Wina From: Abdi Rahmadi <rahmadi.abdirahmadi .a...@gmail. com> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com Sent: Wed, June 16, 2010 10:16:29 PM Subject: Re: [ekonomi-syariah] Mengapa biaya pelatihan amat mahal? Seharusnya Mas Faishol dengan gampang memahami mengapa training perbankan mencapai jutaan,?, karena meraih ilmu ekonomi perbankan di S1 dan di S2 juga mencapai puluhan juta. Biaya kuliah di S2 MM atau MBA, tidak bisa disamakan dengan sekolah di kampung. Biaya kuliah di LPPI dan ITB untuk S2 ekonomi syariah di atas 70 jutaan.Biaya kuliah di Program MM saat ini ada yang mencapai 90 jutaan. Apalagi kuliah Doktor.Kuliah S3 biayanya di atas 100 juta Mas Faishal. Bagaimana mungkin training perbankan syariah dihargai hanya 100an ribu, yang benar aja. Pada 8 Juni 2010 15:16, AYeeP <fais1...@yahoo. com> menulis: Salam, Mengapa pelatihan, seminar dan sejenisnya yang berkaitan dengan perbankan islam atau ekonomis islam begitu mahal? Hingga sekarang saya tak habis pikir, variable apa yang membuatnya bernilai juta-jutaan? Apakah karena varibel fee dan transoprtasi pemakalah atau pembicara yang tinggi? Sewa gedung? harga kopi dan soft drink? variable harga trend? Atau ini semua bisnis sebagaimana biasanya? Atau mungkin saya saja yang berpikiran cekak, kuno, gak maju, ndeso? Apakah ini indikasi bahwa geliat aktifitas ekonomi bernafaskan islam adalah geliat ekonomi biaya tinggi? Kalau mau jujur, tidak sedikit yang hanya berlomba mengumpulkan sertifikat. Tentu bukan sekedar "kertas itu ukuran A4" itu yang penting, tetapi implikasi eksistensi sertifikat yang berakhir pada harga jual "personal". Sentillah saya jika apa yang menggangu pikiran saya ini dinilai "mengganggu" . Salam hangat, Faishol
