Salam,

Sebenarnya bukan perkara mahal atau murah, tapi disinilah letak bagaimana kita 
menghargai ILMU itu sendiri. Bagaimana kita menghargai mereka (trainer) yang 
punya ILMU untuk berbagi dengan kita yang awam. Karena yang berILMU memang 
punya derajat lebih tinggi sesuai yang dijanjikan Allah.  Untuk Pak Faishal, 
bukan berarti mahal lantas orang miskin tidak berhak mendapatkan ILMU, ILMU itu 
sendiri bisa didapatkan dimana saja, tidak harus duduk di bangku kuliah, atau 
ikut seminar training, siapa yang berusaha pasti bisa.

Salam

Wina





________________________________
From: Abdi Rahmadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, June 16, 2010 10:16:29 PM
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Mengapa biaya pelatihan amat mahal?

  
Seharusnya Mas Faishol dengan gampang memahami mengapa training perbankan 
mencapai jutaan,?, karena meraih ilmu ekonomi perbankan di S1 dan di S2 juga 
mencapai puluhan juta. Biaya kuliah di S2 MM atau MBA, tidak bisa disamakan 
dengan sekolah di kampung. Biaya kuliah di LPPI dan ITB untuk S2 ekonomi 
syariah di atas 70 jutaan.Biaya kuliah di Program MM saat ini ada yang mencapai 
90 jutaan. Apalagi kuliah Doktor.Kuliah S3 biayanya di atas 100 juta Mas 
Faishal. Bagaimana mungkin training perbankan syariah dihargai hanya 100an 
ribu, yang benar aja. 


Pada 8 Juni 2010 15:16, AYeeP <fais1...@yahoo. com> menulis:

>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  >
>
>>
> 
>>      
> 
>Salam,
>
>Mengapa pelatihan, seminar dan sejenisnya yang berkaitan dengan perbankan 
>islam atau ekonomis islam begitu mahal?
>>Hingga sekarang saya tak habis pikir, variable apa yang membuatnya bernilai 
>>juta-jutaan?
>Apakah karena varibel fee dan transoprtasi pemakalah atau pembicara yang 
>tinggi? Sewa gedung? harga kopi dan soft drink? variable harga trend?
>Atau ini semua bisnis sebagaimana biasanya? Atau mungkin 
>saya saja yang berpikiran cekak, kuno, gak maju, ndeso? 
>Apakah ini indikasi bahwa geliat aktifitas ekonomi bernafaskan islam adalah 
>geliat ekonomi biaya tinggi?
>
>Kalau mau jujur, tidak sedikit yang hanya berlomba mengumpulkan sertifikat. 
>Tentu bukan sekedar "kertas itu ukuran A4" itu yang penting, tetapi implikasi 
>eksistensi sertifikat yang berakhir pada harga jual "personal".
>
>Sentillah saya jika apa yang menggangu pikiran saya ini dinilai "mengganggu".
>
>Salam hangat,
>Faishol
>
>
>
>>
>
>
>

 


      

Kirim email ke