bagaimana kalau istri anda yang berubah lesbian?

kelainan jiwa itu kita pikir masalah biasa, padahal mereka butuh
pertolongan, jangankan kehilangan istri yang jadi lesbian, atau
ketularan lesbian kehilangan handphone saja kita sedih,

apalagi yang mengalami lesbian itus endiri, kehilangan pegangan,
kehilangan norma, kehilangan kenormalan, kehilangan karunia terbesar
dari Tuhan, kasih yang diridhoi.

salam,
GG

--- In [email protected], "loekyh" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Komentar anda menunjukkan bahwa di alam bawah sadar, anda punya
> prejudice (prasagka) bahwa orangtua akan membenci - atau paling
> kurang tak menyayangi - anaknya yang kebetulan menjadi banci
> (lesbian atau gay).
>
> Pengalaman langsung saya menunjukkan fakta yang berbeda dan
> berlawanan dengan prasangka di atas. Sebagai contoh, istri saya
> punya teman sekolah (bukan cuma satu kelas di SMP dan SMA, tetapi
> rumahnya satu kompleks dengan rumah mertua) seorang laki2 gay yang
> sangat saya tahu disayangi oleh ibunya. Prilaku gay teman istri
> sangat kentara dari cara bicara, suara, cara jalan, dsb.
>
> Ibu si gay, selain si gay sendiri, sangat menyenangi istri saya
> karena istri saya adalah salah satu dari sedikit orang yang tak
> pernah mentertawakan, apalagi mengejek, si gay tersebut. Sekarang
> gay tsb sudah bekerja di suatu perusahaan asing. Walaupun istri
saya
> menduga dan melihat beberapa indikasi (belum tentu benar lho) ia
> menjadi 'piaraan' atasannya, istri saya saya tetap berlaku ramah
dan
> tetap dekat dengan keluarga si gay tersebut.
>
> Saya malam dan pagi ini menonton berita TV tentang pembunuhan
> seorang manajer hotel atau pub (persisnya saya lupa) di Semarang
> yang menurut info yang diperoleh adalah gay dan diduga dibunuh
oleh
> bekas teman kencannya. Kita bisa lihat bagaimana sedihnya kakak
> orang tsb bahkan ibunya sampai berteriak-teriak histeris dalam
> bahasa Jawa ("Siapa yang membunuh anak saya").
>
> Komentar thd pengaitan agama oleh anda dengan masalah gay/lesbian
> sudah saya tulis dalam postingan sebelumnya: bisa berpotensi
> menciptakan konflik sektarian. FYI, istri saya pemeluk agama
Katolik
> yang sangat taat. Walaupu ajaran agama saya dan ajaran agama istri
> sangat beda jauuh sekali, kalau bukan sering berlawanan, kita satu
> sama lain tak pernah mengungkit-ungkit (apalagi bertengkar)
> ttg 'kesalahan/ kesesatan' ajaran agama yang dianut pasangan kita.
>
> Bagi saya, agama/ keyakinan adalah keyakinan untuk pribadi dan tak
> ada gunanya keyakinan tsb 'diajarkan' ke orang lain, termasuk ke
> istri sendiri, apalagi ke anggota2 milis. Yang perlu diamalkan
demi
> kebaikan orang lain dan kebaikan dunia adalah prakteknya, bukan
isi
> ayat-ayat ajaran kita :-)
>
> Saya sendiri pernah mengenal dan bertetangga dengan seorang
> mahasiswi yang memiliki kecenderungan lesbian, walaupun ia saya
duga
> bisa menikmati hub seksual hetero (sebab teman satu rumah saya
yang
> sangat saya kenal sering tidur dg cewek lain rajin mendatangi
rumah
> mahasiswi di saat-saat si mahasiswi sendirian). Mahasiswi teman
> sekamarnya pernah ketakutan dan mengadu ke tempat kita tentang
> prilaku lesbian mahasiswi sepondokannya tsb.
>
> Salam

Kirim email ke