Istilah yang sangat JITU: "kekerasan tanpa otak" !!! Lagian, otak yang macam apa memberikan komando ke raga nya untuk melakukan kekerasan tanpa TARGET ?? Otak binatang aja melakukan itu, umumnya hanya untuk dua target yang saya ketahui, yaitu BELA DIRI saat benar- benar terpojok, dan mencapai SURVIVE saat perut kosong atau dorongan berkembang biak. Ditambah lagi hasil nyata dari keluaran pendidikan tersebut, bukankah juga merupakan pelaku mayoritas dari kebanyakan topik-2 kita yang tidak "berujung pangkal" ? Salah satunya yah .. "Ketidak disiplinan pejabat" !! Apakah output nya merupakan KORUPSI, DATA DASAR yang amburadul (baik kependudukan, keuangan, etc.) Belum lagi kalau disadari bahwa cukup besar dana Negara yang keluar untuk itu, sementara begitu banyak gedung-2 sekolah yang menunggu ambruk, atau menunggu dibangun kembali karena berhasil "keburu" ambruk. Displin didalam kehidupan masyarakat (bagi SETIAP lapisan!) sudah tentu dibutuhkan untuk mencapai suatu kondisi tatanan yang berkesinabungan. Tapi militeristik bukan jalan yang benar untuk mencapai itu. Coba jujur pikirkan sebenarnya apa utamanya yang dicapai dengan cara kekerasan didalam methode pendidikan militer ?? Absolute Hierarchy acceptance !! Bawahan harus menuruti (tanpa syarat) perintah atasan .. that's that !! Itu makanya tidak ada korupsi yang tidak berjamaah, biasanya segaris tuh, dari atas sampe bawah .. kalo ngga, yang nyanyi juga berjamaah dong. Jadi bila bicara pendidikan, bukankah seharusnya prioritas utama adalah menanamkan pengertian terhadap apa yang benar dan apa yang tidak benar sehubungan dengan tugas yang akan diembannya nanti. Alhasil .. bila sang atasan memberikan komando yang benar, yah automatis sang bawahan dengan senang hati menurutinya dong ?! Salam, Bodo
--- In [email protected], "deronda" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Betul yang dimaksud Pak Chairil. Kebetulan pengalaman pribadi juga, saya punya dua teman baik, satu orang Korea dan satunya orang Singapura. Saya heran dengan etos kerjanya yang penuh disiplin sampai-sampai payah mengikutinya. Saya tanya, dan ternyata faktor wajib militer menolong mereka memiliki etos kerja yang baik. > > Cuma jangan seperti yang kayak IPDN ini. Ini sih kekerasan tanpa otak! > > Daniel > Makassar
