Hmm,mungkin posting ini perlu saya beri judul

"IPDN,pesan dari orang muda untuk orang muda"

Para praja IPDN selama ini tak bergeming -ketika nyaris seantero
Indonesia heboh karena berjatuhannya korban demi korban- mungkin
karena mereka menganggap orang-orang diluar sana adalah "orang-orang
tua yang tidak mengerti kebutuhan anak muda seperti kita".

Baiklah,saya sampaikan,saya 25 tahun (masih muda juga), terhitung
belum lama lepas dari pendidikan tinggi (ITS). Perlu diketahui semasa
saya pertama masuk tahun 1999, pengkaderan sistem keras masih berlaku
di ITS dan saya kebetulan menjabat sebagai komting (ketua kelas)
angkatan ketika itu,jadi dalam masa pengkaderan tersebut selain
sebagai individu mahasiswa saya juga menjalaninya sebagai penanggung
jawab angkatan. Untuk diketahui pula, sistem pengkaderan sengaja
dibuat sedemikian rupa untuk menguji kekompakan antar sesama anggota
angkatan, serta hormat pada senior2 angkatan. Poin pertama tentu bisa
diterima, nah pada poin kedua-lah ekses negatif sering terjadi dimana
acara-acara yg melibatkan senior diluar panitia pengkaderan (terdiri
dari steering committee,organizing committee), sering menjadi ajang
pelampiasan dendam maupun ego mumpungisme (mumpung gua senior, ada
junior disini kenapa ga dimanfaatin aja...).

Menjadi komting di ITS di jurusan apapun fakultas apapun pada
masa-masa itu sama saja berarti menyandang tanggung jawab paling berat
dibanding anggota angkatan yang lain, biasanya hukuman-hukuman paling
berat di'hadiahkan' pada komting,suruhan-suruhan paling aneh juga
menjadi makanan sehari-hari. Mendapat perlakuan seperti itu bukan
keinginan besar untuk balas dendam di pengkaderan tahun berutnya yg
timbul pada saya,namun justru kesadaran bahwa hal-hal seperti itu
sudah harus segera diakhiri. Beberapa alasan bag isaya untuk segera
mengakhirinya adalah :

1.Dimana relevansi sistem keras dengan apa yang akan dihadapi oleh
mahasiswa dalam kehidupan sehari-harinya selama masa pendidikan maupun
nanti setelah ia terjun ke masayarakat. Dalam kasus IPDN, dimana
relevansi sistem keras di masa dimana civil society (bukan
militaristic society) termasuk di kalangan pemerintahan sedang
giat-giatnya dilaksanakan?

2.Sistem ini memberi peluang terlalu besar untuk ekses-ekses negatif
semisal pelampiasan emosi personal para senior. Kalau ego sudah
mengambil alih, dimana makna pembentukan karakter yang diharapkan??

3.Sudah jelas sekali sistem ini sistem ini sangat membahayakan
kesehatan fisik dan mental peserta.

4.Dimana hati nurani anda,kalau orang tua dan keluarganya selama
bertahun-tahun mendidik si mahasiswa/praja saja belum tentu bisa
merubah si anak menjadi seperti yang seharusnya,bagaimana mungkin anda
dalam waktu yang sesingkat itu merasa berhak dan mampu merubah
sesorang?

On 06 Apr 2007 14:26:18 -0700, Samali Djono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> kekerasan di IPDN .. saya sebagai orang awam, apa sih maksud tujuan /
> keperluan / manfaat nya dari pukulan2 dan tendangan2 kepada siswa2 nya ???
> tidak habis pikir saya ... dan saya harus berpikir bagaimana sampai bisa
> mengerti / dimengerti ???
>
> salam

Kirim email ke