Kan emang militer kita dikenal sebagai tukang nabokin orang? Kalo di negara 
lain wamil dampaknya baik, begitu diterapkan di kita ya bubar. Kualitas 
militernya beda, boss.
   
  manneke

deronda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Betul yang dimaksud Pak Chairil. Kebetulan pengalaman pribadi juga, 
saya punya dua teman baik, satu orang Korea dan satunya orang Singapura. Saya 
heran dengan etos kerjanya yang penuh disiplin sampai-sampai payah 
mengikutinya. Saya tanya, dan ternyata faktor wajib militer menolong mereka 
memiliki etos kerja yang baik.

Cuma jangan seperti yang kayak IPDN ini. Ini sih kekerasan tanpa otak!

Daniel
Makassar

-

Kirim email ke