Tanpa reklamasi pun nelayan tradisional di pantai utara nasibnya tidak berubah 
dari jaman kakek mereka masih jadi nelayan, bahkan sekarang bertambah sulit.  
Untuk masuk dan jual hasil tangkap mereka setidaknya ada kurang lebih sembilan 
pos yg harus diberi setoran ikan atau apa saja.  Setidaknya itulah yg pernah 
saya lihat di tahun 70-an dan saya rasa tidak banyak berubah saat ini ditahun 
2000an.....
   
  Dengan peralatan yg mereka miliki tidak banyak yg bisa diperoleh dari laut yg 
semakin kotor dan tidak ramah bagi mereka terutama di kala musim 
"barat"....saya pernah merasakan sakitnya sudah satu dua hari dilaut pulang 
dengan tangan hampa, kalau masih ada sisa ikan kering lah yg dimakan satu 
keluarga.....dan ini terjadi di depan Jakarta....
   
  Saya benar2 ingin "membela" atau membantu mereka tolong kasih tahu bagaimana 
caranya yg pas.....jaraj jangkau operasi mereka cuma paling2 12 mil 
laut.....mereka susah dapat untung, yg untung kebanyakan adalah 
tengkulaknya.....
   
  Salam
  Kukuh

firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Nelayan akan menjadi lebih baik dengan reklamasi pantai utara jakarta?

Alasan yang mengatakan bahwa nelayan akan lebih baik bila mata pencariannya 
digusur dama dengan alasan ketika gubernur jenderal sutiyoso menggusur becak di 
jakarta. Apakah setelah mereka digusur dari jakarta nasib mereka jadi lebuih 
baik? 

Cobalah kawan2 berpikir dengan lebih jernih, apakah adil jika nelayan digusur, 
nafkah mereka dihilangkan dan dipaksa beralih profesi hanya karena laut dan 
sumber daya alamnya digunakan untuk kepentingan orang kaya? Ingat reklamasi 
pantura nantinya akan digunakan untuk membangun kawasan komersial baru dan 
pemukiman mewah...

Saya rasa para pengambil keputusan pembangunan di jakarta yang mengijinkan 
reklamasi pantura bukan saja tidak punya otak tapi juga hati nurani...

kukuh kumara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Maaf kawan, saya mungkin melihatnya 
dari sisi yg berbeda, mungkin dengan adanya tekanan yg bertubi2, maka para 
nelayan bisa memperoleh mata pencaharian yg lain. Sebab kalau tetap menjadi 
"nelayan" seperti saat ini, itu lebih tidak manusiawi.

Mudah2an mereka tergerak dan ada yg membantu peralihan mata pencahariannya dan 
lebih baik dari sekarang, sebab yg ada sekarang jauh lebih buruk ketimbang 
"mungkin"puluhan tahun yg lalu, kalau tetap jadi nelayan. Apalagi kalau sekedar 
nelayan tradisional.

Salam
Kukuh




         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke