Coba ya, cek dulu perjalanan dan pengalaman LBH APIK Jakarta,
semua yang diperjuangkan adalah perempuan dari berbagai kelas
dan profesi, termasuk perjuangan menggolkan UU Perdagangan Orang
dan memperjuangkan agar korban perdagangan orang mendapatkan
perlindungan khusus.

Ini komitmen perjuangan perempuan, bukan yang penting artis
tapi siapa yang harus dibela.

Kelihatan buta informasi, atau mungkin sering berburuk sangka
pada kegiatan aktivis perempuan.

Mariana

Wednesday, April 25, 2007, 1:50:07 AM, you wrote:

> Nah ini gosip larut malam...

> Saya suka heran sama LSM-LSM ini, kalau kasus yang menyangkut
> celebrities paling cepet tanggap. Kayak ribut-ribut anaknya Tamara
> Blezinsky, sampai Kak Seto dan LSM anak ikut ramai-ramai. Sekarang
> Maia Dani Ahmad bermasalah dengan suaminya "LBH APIK siap di Belakang
> Maia".

> Bukan mereka ngak penting. Tapi bukankah bisa dipastikan kalau mereka
> sudah punya duit lebih dari cukup untuk sewa pengacara dll. Apa tidak
> lebih baik para LSM ini mengurus banyak yang lain yang tidak terurus
> ketimbang 'cawe'-cawe' para celebrities.

> Bener-bener jangan tulisan Rahardi di Kompas kemarin. Profesi boleh
> LSM, gaya tetap celebrities atau bahkan konglomerat.

> Salam,


> http://www.kompas.com/

> LBH APIK Siap Dibelakang Maia


> JAKARTA, KCM - Langkah Maya Estianty alias Maia Ahmad (29) melaporkan
> suaminya yang pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani (34), ke pihak berwajib
> ternyata mendapat dukungan aktivis perempuan Ratna Batara Munti dari
> Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK.

> "Bagus. Akhirnya Maia membuat laporan. Selama ini
> saya memang menunggu keberanian dan inisiatif Maia untuk melakukan
> itu," ujar Ratna saat dihubungi di Jakarta, Selasa malam.

> Salah satu pengurus di LBH APIK dan Koordinator Jaringan Kerja Program
> Legislasi Nasional Pro Perempuan itu mengatakan, tindakan Maia yang
> melaporkan Dhani ke Polisi sudah tepat. Menurutnya, kekerasan dalam
> rumah tangga (KDRT) yang dialami Maia tidak bisa lagi diartikan
> sebagai percekcokan biasa tapi sudah dikategorikan sebagai persoalan
> serius, yang sudah termasuk tindak pidana.

> "Sebagai perempuan cerdas, saya percaya Maia  tidak selamanya mau
> ditindas oleh suami yang arogan. Suasana perkawinan mereka tidak ada
> kesetaraan dan penghormatan suami terhadap istri," katanya.

> Hal tersebut, lanjut Ratna, sangat kentara diperlihatkan Dhani di
> sejumlah media massa. Masyarakat sudah bisa menilai sikap arogansi
> Dhani terhadap istri  lewat tutur katanya di media selama ini.

> "Maia kerap diperlakukan bukan sebagai pasangan yang setara. Dhani
> seringkali memposisikan sebagai kepala rumah tangga dengan gaya yang
> suka-suka dia," tegasnya.

> Lebih lanjut Ratna menilai upaya Maia untuk melakukan langkah hukum
> bisa menjadi pembelajaran buat perempuan-perempuan lainnya agar
> memiliki keberanian untuk melawan kesewenang-wenangan.

> "Ini menjadi pembelajaran. Kami dari LBH APIK  sangat mendukung dan
> siap berada di belakang Maia," tegas Ratna.


> Penulis: eh

Kirim email ke