Sekali lagi, coba deh pelajari LSM perempuan dulu, jangan main tancap gas aja! Siapa ikut urun rembug merumuskan UU Perdagangan orang yang sekarang sudah disahkan? Siapa yang turun ke jalan sampai para akademisi perempuan (waktu itu aksi seribu payung mendesak UU KDRT di sahkan)?
Siapa yang menerima pengaduan-pengaduan korban KDRT? Siapa yang membuka shelter dan mengajak kerjasama pemeerintah dan Mabes Polri untuk ikut memberantas perdagangan orang? Semua perempuan dari kelas manapun kami bela bila mengalami penindasan. Kalau udah aktivis perempuan pasti langsung negatif aja sih? Baca dong, baca. Di kompas juga sering kok beritanya, termasuk kegiatan LBH APIK Jakarta. Mariana Wednesday, April 25, 2007, 10:04:17 AM, you wrote: > Iya neh, seharusnya LSM perempuan itu mendampingi perempuan miskin > yang menjadi korban perdagangan perempuan, korban penggusuran, > kekerasan oleh negara, korporasi, KDRT dsb, daripada ngurusin selebritis. > > Kalo selebritis seh biar pengacara komersial yang dempingi...
