Wah ini argumen yang sulit diterima. Pemerintah boleh saja mengijinkan
pendirian mal mal mewah, dengan jarak yang berdekatan, dengan menhancurkan
pangsa pasar tradisional di dekatnya dan memutuskan mata pencaharian pedagang
tradisional yang menggantungkan hidupnya di pasar pasar tradisional......dan
mereka mereka (atau kita kita) yang berpihak ke pasar tradisional, silahkan
jauhi ritel modern dan pergi ke pasar tradisional...so diserahkan sepenuhnya
kepada pasar.
Dimana fungsi pemerintah sebagai fasilitator dan regulator, yang harus
menyeimbangkan berbagai kepentingan dari warganegaranya ? Ini benar benar
kembali ke jaman kunonya free fight liberalism.... berbahaya...sungguh
berbahaya argumen seperti ini........
Negara yang baik adalah negara yang memberi perlindungan politik kepada
kelompok minoritas (politis) sehingga yang minoritas pun memiliki akses pada
mekanisme pengambilan keputusan politik negara...
Negara yang baik adalah negara yang memberi perlindungan ekonomi kepada
kelompok yang lemah secara ekonomi agar memiliki akses pada aset aset ekonomi
yang dapat memberikan kesejahterahan..JUGA kepada kelompok yang lemah ini....
Negara yang baik adalah negara yang memberikan perlindungan pada kelompok
budaya yang terkecil sekalipun agar memiliki ruang ekspresi budaya sebagai
bagian dari budaya rakyat negara tersebut.......
Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang memahami fungsinya sebagai badan
eksekutif......sebagai bagian dari lembaga lembaga negara yang lain...untuk
menjamin eksisnya negara dalam memberikan perlindungan politik, ekonomi maupun
budaya...mulai dari kelompok kelompok yang lemah tersebut...... Pemerintah yang
baik juga memahami bahwa dari sononya dia tidak identik dengan negara itu
sendiri..sehingga ruang untuk adanya check dan balance antara berbagai lembaga
negara (termasuk pemerintah) terbuka seluas-luasnya......
Pemerintah yang membiarkan pendirian mal mal besar yang jelas akan menggusur
pasar pasar tradisional (dan hal hal lain yang analog dengan ini), bukan
pemerintah yang baik..
Apakah yang besar tidak berhak atas perlindungan negara ? Jelas berhak namun
sering tidak perlu, karena mereka sudah cukup kuat melindungi dirinya sendiri.
Negara justru harus menjaga agar kelompok kelompok yang kuat tidak sangat
mendominasi, menguasai sehingga malah menghancurkan...
Salam prihatin,
Irry
roi8890 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebenernya masalah seperti ini larinya ke kita juga
sebagai masyarakat umum. Kalau memang mau menunjukkan
keberpihakan terhadap pasar tradisional, ya udah,
jangan belanja di pasar ritel modern. Tiap kali mau
belanja, mendingan datang aja ke pasar tradisional.
Meskipun yang namanya pasar ritel modern menawarkan
konsep one-stop-shopping experience dengan menyediakan
berbagai macam barang mulai dari cabe rawit sampai TV
plamsa 21 inchi dan berlokasi di mall-mall ternama,
kalau pengunjungnya jarang dan sedikit nggak mungkin
mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan seperti
itu kan?