Mas Totot bisa coba ke Perpus Nas di Salemba Jaktim atau di samping Ratu Plaza Senayan Jaksel. Kalau Perpus kampus, mohon maaf koleksi bukunya sudah agak ketinggalan, CMIIW.
Barangkali penerbit-penerbit besar seperti Gramedia atau Gunung Agung bisa mempelopori membuka Perpus Umum (sambil promosi buku-buku terbaru?) Juga bagaimana dengan perusahaan besar seperti Sampoerna dengan Sampoerna Foundation, Gudang Garam atau Djarum? Apakah mereka tergerak untuk mendirikan library yang lengkap dan mudah di akses oleh warga? Khusus untuk Sampoerna, kalau anggota FPK yang berasal dari Surabaya pasti pernah mampir ke Museum Sampoerna, yang dilengkapi dengan Cafe yang cozy. Kalau saja ditambah sebuah library di kompleks itu, alangkah eloknya. Setuju? Salam. ----- Original Message ---- From: Totot <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, May 7, 2007 9:16:04 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Minat baca yang kurang! Nah, mbak Yuli sudah membeberkan rahasia dapurnya, bahwa semuanya tergantung dari niat dan komintmen orang tua sebagai pengarah dan pendidik yg paling bertanggungjawab thd anak2nya. Saya menggaris bawahi perpustakaan, mbak. Yang di LN dengan mudah di akses dan buku2nya bermutu. Sebenarnya, di perpusnas, kalau bicara soal koleksi, seharusnya perpusnas paling lengkap koleksinya, karena tiap penerbit yg mengurus KDT kesana, pasti mengirimkan sampel produknya utk di masukkan dalam daftar kepustakaan. Tapi apakah perpusnas dgn mudah diakses oleh banyak orang? Mungkin perpus kampus bisa dijadikan tempat utk membaca. Tapi tentu hanya kalangan kampus yg bisa masuk dan baca. Perpustakaan umum di Indonesia ada nggak sih? Sepertinya belum pernah saya dengar... ada pencerahan? Gimana nih depdikbud? salam, totot -
