Pak Halim, kalau sudah bicara seperti yg bapak tuliskan, berbarti kita bicara kultur dan mental nih :-)
Tentang biaya hidup di Jogja 150 rb sebulan, mungkin itu kalau cuma makan sego kucing tiap lapar, gak perlu beli pulsa hape, gak ada kegiatan penting (kuliah/kerja), atau mungkin ini hitungan dari satu dekade lalu. Tentang hampir semua mahasiswa memiliki hape, saya kok kurang setuju. Setahu saya mahasiswa di Jogja semua punya hape satu buah, dan hampir semua punya hape lebih dari satu. :-) Soal pajak perbukuan, kita mungkin bisa minta pencerahan dari bang Mula Harahap selaku pakar perbukuan kita. Bagaimana bang Mula? Ada pencerahan utk hal ini? salam, totot ----- Original Message ----- From: "halim hd" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, May 09, 2007 8:20 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Minat baca yang kurang! > pertama, saya tidak yakin untuk biaya hidup di yogya > bisa sebesar 150 ribu (sebulan?). > kedua, hampir semua mhs memiliki hape. jika mereka > bisa membeli pulsa seratus ribu lebih, kenapa pula > tidak bisa membeli buku barang sebuah sebulannya. > ketiga, pemerintah sebagai pengelola negara terlalu > banyak membebankan pajak kepada penerbit. hal itu > pernah diprotes naun nampaknya tak digubris. sangat > menarik dengan india, filipina, juga taiwan, yang > banyak membebaskan pajak untuk penerbitan. juga untuk > india dan filipina, buku dicetak dengan sederhana, > yang paling penting bisa dijangkau. > keempat, semestinya seperti juga tuntutan kepada > anggaran pendidikan yang 20% dari apbn, dengan > demikian perpustakaan publik bisa dikembangkan. hal > ini perlu kita tekankan benar. saya pernah menulis di > forum ini dan tulisan itu berdasarkan penglihatan > saya: betapa mewahnya dan besarnya biaya rumah dinas > gubernur dan walkot, sementara perpustakaan kota dan > wilayah tak berkembang. > halim hd.
