Good point, pak Tanuri. Kita akan lebih ber-opini dengan mengetengahkan "pokok"
persoalan yang ada didalam masyarakat ini, bukan meng-kritik cara penyampaian
opini-opini-nya oleh para pengirim opini itu sendiri.
Karena setiap orang mempunyai cara menuliskan opini masing-masing.
Dibawah ini "point" nya pak Andi bisa juga diambil "intisari" nya. Tetapi
gimana sich politik "yang makin feminin" itu?
Apa benar cara pemikiran saya bahwa "politik" itu sebenarnya tidak mengenal
"gender?".
Karena memang harus mengikut sertakan semua kalangan, bukan hanya supaya
bersifat "feminin" atau "maskulin", bukan? Harus bisa meliput semua golongan,
saya rasa?
Mohon lebih banyak input dari para miliser.
Salam,
Yuli
Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kenapa kalau setiap ada permasalahan dilemparkan ke tengah forum, yang
dibahas hampir selalu pada siapa penulisnya, cara penyampaiannya, dan
lainnya tapi tidak pada pokok persoalannya sendiri ?
Regards,
Paulus T