Pak Wahyu Yg Terkasih,

Di posting saya sebelumnya, saya tidak menyatakan bahwa capres lain
benar2 tidak menerima dana DKP...Tidak ada itu!

Dalam konteks Pak RD, itu khn sudah sangat amat jelas!!
Beliau adalah seorang MENTERI!!!!!

Memberi sumbangan (meskipun ada potensi pemerasan) kpd Capres/Cawapres
adalah perbuatan melawan hukum!! Kenapa? Karena Pak RD adalah seorang
MENTERI..Sekali lagi, Pak RD adalah seorang MENTERI!!


Ia terikat dgn etika jabatannya!
Ia adalah subjek dari aturan perundang-undangan!!

Bukan begitu Pak Wahyu?

Berikutnya adalah pertanyaan dari saya...Bila sesulit itu menelusuri
sumbangan terkait dgn dana kampanye, berarti kasus spt. Pak RD & dana
DKP akan berpotensi utk terulang kembali?? Bukan begitu Pak RD?

Bukankah ada mekanisme pelaporan keuangan parpol kepada KPU &
Panwaslu? Sesulit apa sih utk konsisten tdk menerima uang (yg diduga)
dari kas negara sbg dana kampanye?

Itulah kenyataan di negeri kita yg tercinta ini, hal yg mudah malah
dipersulit...hal yg sulit malah dipermudah..Alamakkkk!!!


Salam gerakan ANTI-POLITISI JUJUR & KONSEKUEN
tp MENGAKU MELANGGAR UU Pilpres pasal 45 ayat (1),


Patrick Hutapea






--- In [email protected], Wahyu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak Patrick,
>
> Memang idealnya seperti itu. Tapi menelusuri dana2 kampanye itu bukan
> perkara mudah, murah dan cepat. Mana mungkin pemberi dana akan
meng-iya-kan
> ketika ditanya dana tsb hasil korupsi atau bukan. Jadi tim sukses harus
> melakukan/membentuk tim investigasi sendiri, dan ini tidak murah. Ketika
> bekerja tim investigasi swasta ini pasti akan terbentur dg UU
kerahasiaan
> bank, ketika bertanya ke perusahaan atau perorangan pasti juga nggak
akan
> digubris karena tim ini memang tidak memiliki otoritas untuk melakukan
> investigasi.
> Dengan segala kendala yang ada, bisa jadi investigasi ini memerlukan
waktu
> berbulan-bulan, sementara waktu kampanye terbatas.
>
> Kemungkinan tim sukses pak Amien juga sudah bersikap hati2 dalam
menerima
> dana, misalnya tidak menerima dana dari koruptor, orang yg diduga
masyarakat
> sebagai koruptor atau pengusaha "hitam". Mungkin juga mereka telah
melakukan
> penelusuran tapi tidak secara komprehensif seperti yang dilakukan
KPK atau
> Timtastipikor.
> Coba bandingkan dengan kerja KPK, timtastipikor atau tim2 lain.
Mereka yg
> memiliki kewenangan penuh dari presiden/pemerintah, memiliki sumber daya
> manusia serta dana yg banyak saja hasilnya belum seberapa, apalagi
para tim
> investigasi swasta itu.
>
> Tapi dengan segala keterbatasan dan risiko yg ada, pak Amien
konsekuen untuk
> menanggung risiko yg ada ketika apa yg telah dilakukan oleh tim
suksesnya
> dianggap salah.
> Coba bandingkan dengan capres lain, apakah anda yakin capres lain benar2
> tidak menerima dana DKP?
> bandingkan juga dengan para pejabat yg suka pura2 sakit ketika dipanggil
> kejaksaan
> Itu yg saya salut dari pak Amien. Jujur dan konsekuen.

Kirim email ke