PLTN???.... OK-lah yang penting kalau pembangunan nuklir-nya di jawa 
maka limbah nuklirnya harus di buang di jawa pula. Jangan sampai Jawa 
menikmati listrik-nya tapi limbah nukilirnya di buang ke papua atau 
ke daerah lain yang tidak bisa menikmati listrik-nya.

salam

--- In [email protected], "Paulus Tanuri" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dari milis sebelah buat membuka kembali dan menambah bahan diskusi 
tentang
> rencana pembangunan PLTN di Indonesia.
> 
> PLTN UNTUK SIAPA ?
> 
> Amerika Serikat yang memiliki 110 buah reaktor nuklir atau 25,4% 
dari total
> seluruh reaktor yang ada di dunia akan menutup 103 reaktor 
nuklirnya. Di
> Jerman, negara industri besar ini, juga berencana menutup 19 reaktor
> nuklirnya. Di Swedia, seluruh PLTN-nya yang berjumlah 12, ditutup 
mulai
> tahun 1995, sampai negara tersebut bebas dari PLTN
> pada tahun 2010 mendatang. Sebaliknya, pemerintah Indonesia, 
melalui BATAN
> (Badan Energi Nuklir Nasional) berniat membangun PLTN mulai tahun 
2010-2016.
> 
> CADANGAN ENERGI DI INDONESIA
> Sesungguhnya cadangan energi yang tersedia di Indonesia sangatlah 
cukup dan
> jauh dari kurang. Sebagai gambaran singkat : Cadangan Batu Bara kita
> sebanyak 30 miliar ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri 
selama
> 147 tahun. Gas, 182 triliun kaki
> kubik, cukup untuk 61 tahun. Dan, Minyak Mintah, sebanyak 8 miliar 
barrel,
> cukup untuk 8 tahun. Itu belum termasuk yang di temukan di Irian,
> Kalimantan, dan Natuna. Serta, cadangan dari sumber-sumber energi 
lain,
> non-fosil, yang sesungguhnya kita sangat kaya dan lebih ramah 
lingkungan dan
> terbarui seperti microhydro, surya, angin, biomassa, biofuel, panas 
bumi,
> dll. Lalu mengapa pemerintah menyatakan bahwa di tahun 2015, 
indonesia akan
> mengalami krisis energi yang luar biasa sehingga harus segera 
dibangun PLTN
> ?
> 
> KRISIS ENERGI (2015)
> Salah satu strategi kebijakan pemerintah Indonesia untuk membayar 
hutang
> beserta bunganya ke IMF dan Bank Dunia, adalah dengan melakukan 
ekspor
> minyak bumi dan gas besar-besaran hingga mencapai lebih dari separo 
cadangan
> energi fosil yang kita miliki.
> Parahnya, di saat yang sama masyarakat indonesia harus antri untuk 
membeli
> BBM yang naik karena di cabutnya subsidi dari pemerintah. 
Berkurangnya
> cadangan energi kita dan ancaman krisis energi di Indonesia pada 
tahun 2015,
> menjadi logis. Di tahun 1997, ketika krisis ekonomi melanda 
indonesia,
> pemerintah RI membuat kesepakatan kontrak hutang dengan belasan 
korporasi
> dari berbagai negara seperti Amerika, Perancis, Jepang, dan Kanada, 
termasuk
> 2 korporasi raksasa Mitsubishi dan Westinghouse, untuk pembangunan 
PLTN.
> Untuk rencana gila ini, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 
10 tentang
> Ketenaganukliran dan menetapkan BATAN hanya menangani riset dan
> pengembangan, realisasi proyek dan pengoperasian di kerjakan oleh 
BUMN,
> swasta atau koperasi, di bawah koordinasi Departemen Energi dan 
Sumber Daya
> Manusia. Sikap sekenanya pemerintah untuk mempertahankan 
kekuasaannya ini
> semakin parah ketika disaat yang sama pemerintah memohon hutang 
baru kepada
> IMF dan World Bank, yang berakhir dengan salah satu point 
kesepakatannya
> adalah pemerintah indonesia harus melakukan pengurangan subsidi BBM 
sampai
> nol persen pada tahun 2015. Jika benar tahun 2015, cadangan minyak 
bumi dan
> gas yang dimiliki berkurang drastis, maka yang akan terjadi adalah 
kebijakan
> import minyak. Artinya, harga minyak akan menjadi sangat tinggi di
> indonesia, karena harus mengikuti harga minyak mentah dunia. Dan, 
di saat
> seperti ini, kebutuhan akan minyak untuk pembangkit energi listrik 
akan
> tutup, yang kemudian di harapkan pada tahun 2016 PLTN sudah dapat
> beroperasi, menggantikan pembangkit listrik yg selama ini 
menggunakan energi
> minyak bumi dan batubara. Pergantian teknologi pembangkit listrik 
ini, jelas
> akan menaikan tarif dasar listrik (TDL), dan kenaikan ini jelas 
akan diikuti
> dengan kenaikan barang-barang pokok lainnya, karena pembangunan 
PLTN sendiri
> di biayai dari perjanjian hutang. Disisi yang lain, bahan energi 
PLTN,
> uranium, yang selama ini di katakan banyak di dapat di pulau 
Kalimantan,
> ternyata melalui hasil studi kelayakan, di anggap tidak 
sesuai.Karena itu,
> pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan Australia, sebagai 
negara
> penghasil uranium selain Kanada, pada akhir tahun 2006 lalu. 
Indonesia,
> negara yang kaya akan minyak bumi dan gas, dan energi terbaruhi 
lainnya
> justru menjual seluruh kekayaan energinya dan menggantikannya 
dengan energi
> NUKLIR yang jelas sangat berbahaya
> bagi kehidupan. PLTN, karena alasan kesepakatan hutang dengan IMF, 
World
> Bank, dan belasan koorporasi yang sudah memberikan pinjaman, 
masyarakat
> indonesia harus menanggung kembali beban dan dampak kerusakan 
lingkungan
> yang di timbulkannya.
> 
> HISTORIKAL PLTN DI DI INDONESIA
> 1964 : Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan
> mengenai rencana pembangunan pusat pengembangan
> dan penelitian nuklir.
> 
> 1965 : Pemerintah membentuk BATAN (Badan Energi
> Nuklir Nasional). Pengembangan reaktor nuklir untuk
> riset ini pertama kali di bangun di Bandung. BATAN
> (Badan Tenaga Atom Nasional) yang terbentuk kemudian
> mencanangkan pembangunan pusat pengembangan
> dan penelitian nuklir dalam rencana jangka panjangnya
> membangun pusat reaktor nuklir. Secara bertahap,
> pemerintah RI berencana membangun 4 pusat
> pengembangan dan penelitian nuklir di Indonesia, yakni
> di Jakarta, Serpong, Bandung, dan Yogyakarta.
> 
> 1968 : Introduksi PLTN di Indonesia di mulai melalui
> seminar Cipayung atas prakarsa Dirjen Tenaga Listrik,
> Departemen PUTL bekerjasama dengan Badan Tenaga
> Atom Nasional (BATAN).
> 
> 1970 : Seminar dengan yang sama diadakan di
> Yogyakarta pada tanggal 19-24 Januari 1970, yang
> kemudian melahirkan usulan dibentuknya Komisi
> Persiapan Pembangunan PLTN (KP2-PLTN). Sejak saat
> itu, teknologi PLTN mulai mendapat perhatian serius oleh
> para ahli nuklir di Indonesia.
> 
> 1989 : Persiapan lebih serius dimulai setelah
> Presiden pada tanggal 11 Desember 1989, meresmikan
> labolatoria BATAN, LIPI dan BPPT dikawasan Puspitek
> Serpong, menginstruksikan agar dilakukan usaha
> persiapan sebaik-baiknya untuk membangun suatu
> PLTN di Indonesia. Beberapa hari kemudian, Badan
> Koordinasi Energi Nasional (BAKOREN) memutuskan
> agar BATAN melaksanakan studi kelayakan dan
> pembangunan PLTN di indonesia
> terpilihlah NewJec (New Japan Enginereering Consoltan
> Inc) untuk melaksanakan studi tapak dan studi
> kelayakan selama 4,5 tahun, terhitung sejak Desember
> 
> 1991 sampai pertengahan 1996.Instruksi tersebut
> dipertegas pada saat peresmian pemakaian beberapa
> instalasi nuklir yang terletak dikawasan yang sama pada
> tanggal 12 Desember 1990.
> 
> 1993 : Pada tanggal 30 Desember 1993, NewJec
> menyerahkan dokumen Feasibility Study Report (FSR)
> dan Prelimintary Site Data Report ke BATAN.
> Rekomendasi NewJec adalah untuk bidang studi nontapak,
> secara ekonomis, PLTN kompetitif dan dapat
> dioperasikan pada jaringan listrik Jawa Bali di awal
> tahun 2000-an. Tipe PLTN direkomendasikan berskala
> menengah, dengan calon tapak di Ujung Lemahabang,
> Grenggengan, dan Ujungwatu. Di rencanakan, tahun
> 
> 1997 sudah bisa dimulai pembangunan PLTN dan tahun 2003 sudah ada 
12 PLTN
> yang siap beroperasi. Proposal pembangunan PLTN, final. Anggaran
> pembangunannya ternyata membutuhkan dana yang tinggi, dana minimal 
yang di
> perlukan untuk membangun sebuah pusat reaktor nuklir adalah US$ 2 
miliar-3
> miliar (kurs waktu itu Rp. 2.000), karena itu perlu investor asing 
(pinjaman
> hutang) untuk merealisasikannya.
> 
> 1997 : Situasi krisis ekonomi melanda indonesia.
> Pemerintah Indonesia yang lagi butuh dana guna
> pemulihan kondisi ekonomi, melakukan kerjasama
> kontrak hutang dengan beberapa korporasi multinasional
> dari negara-negara AS, Perancis, Jepang, dan Kanada,
> dan diantaranya muncul dua nama korporasi raksasa
> yang nantinya terlibat dalam proyek PLTN, yakni
> Mitsubishi dan Westinghouse. Di tahun yang sama,
> pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 10
> tentang Ketenaganukliran dan menetapkan BATAN
> hanya menangani riset dan pengembangan, realisasi
> proyek dan pengoperasian di kerjakan oleh BUMN,
> swasta atau koperasi, di bawah koordinasi Departemen
> Energi dan Sumber Daya Manusia.
> 
> 2001 : Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah
> menandatangani kontrak untuk pembangunan PLTN di
> Indonesia. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
> bekerjasama dengan Korean Hydro Nuclear Power Co.
> LTD, (KHNP), anak perusahaan dari KEPCO Korea,
> telah menandatangani kesepakatan kerjasama terkait
> rencana pembangunan PLTN Muria. Menurut rencana,
> PLTN Muria akan dibangun mulai tahun 2011 dengan
> kapasitas 6.000 MW.
> 
> Pada tanggal 10 Oktober 2001 BATAN bersama KAERI
> (Korean Atomic Energy Research Institute)
> menandatangani Memorandum of Understanding (MoU)
> sebesar 200 juta dollar untuk studi kelayakan (feasibility
> study) berkaitan dengan rencana pembangunan PLTN
> Madura tahun 2008, yang diharapkan beroperasi pada
> tahun 2015. PLTN yang akan dikembangkan di Madura
> adalah PLTN SMART (System Modular Advanced
> Reactor) 2 unit @ 100 MW. PLTN ini menggunakan
> teknologi desalinasi (proses penyulingan air laut menjadi
> air tawar) yang akan menghasilkan listrik 200 MW, air
> bersih 4000 m3/hari dan air laut tua yang akan dengan
> mudah diolah menjadi garam.
> 
> 2005 : Pemerintah mengeluarkan kebijakan
> KEPPRES NO 5 tahun 2005 tentang Kebijakan Energi
> Nasional, dan memasukan nuklir sebagai salah satu
> opsi. Rencana Umum Kelistrikan Nasional (RUKN), juga
> memasukan opsi nuklir.
> 
> PEMBANGKIT LITRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)
> Ada dua cara untuk menghasilkan listrik secara ekonomis dalam skala 
besar.
> Pertama menggunakan tenaga air dan kedua menggunakan tenaga panas. 
Tenaga
> air memanfaatkan energi grafitasi air terjun, sedangkan tenaga panas
> memanfaatkan energi yang terdapat pada uap bertekanan tinggi. Kedua-
duanya
> untuk memutar turbin dan generator listrik. Murahnya
> pembangkit listrik tenaga air (PLTA) karena ia tidak memerlukan 
bahan bakar.
> Bahan bakar PLTA disuplai secara tidak langsung dari energi surya 
melalui
> siklus hidrologik. Jadi PLTA satu-satunya pemanfaatan energi surya 
sebagai
> pembangkit listrik yang layak secara ekonomi. Uap bertekanan tinggi 
pada
> pembangkit listrik tenaga uap dapat diperoleh dengan cara membakar 
batubara,
> minyak, gas kayu dan bahan-bahan lain yang dapat terbakar untuk 
memanaskan
> air. Pemanasan air ini juga dapat ditempuh dengan memanfaatkan 
energi yang
> dikeluarkan melalui proses pembelahan inti atom uranium (proses 
fissi inti).
> 
> Pembangkit listrik yang terakhir ini dikenal dengan nama Pembangkit 
Listrik
> Tenaga Nuklir (PLTN).
> 
> TEKNOLOGI NUKLIR
> Teknologi nuklir yang paling banyak digunakan saat ini adalah 
teknologi fusi
> dengan bahan bakar sekali pakai (once through). Teknologi ini 
menggunakan
> uranium alam sebagai bahan bakar. Dengan jumlah PLTN seperti saat 
ini,
> uranium alam yang tersedia akan habis dalam waktu kurang lebih satu 
abad.
> Jika jumlah konsumsi energi nuklir meningkat maka tentu akan habis 
dalam
> waktu yang lebih singkat. Ada teknologi yang disebut nuclear spent 
fuel
> reprocessing, atau pemrosesan kembali bahan bakar nuklir habis 
pakai. Dengan
> teknologi ini sebagian bahan bakar habis pakai dapat digunakan 
kembali,
> sehingga cadangan uranium alam yang ada bisa digunakan untuk jangka 
waktu
> yang jauh lebih panjang, mungkin hingga ribuan tahun. Namun 
reprocessing
> mengandung resiko paparan radiasi yang sangat tinggi karena proses 
ini
> dilakukan di luar reaktor dan melibatkan proses kimia yang relatif 
kompleks
> serta rentan kecelakaan. Teknologi yang lain adalah dengan 
menggunakan
> reaktor yang disebut fast breeder reactor. Secara teori, teknologi 
ini
> bahkan bisa menghasilkan bahan bakar nuklir yang lebih besar dari 
yang
> digunakan. Namun demikian, teknologi ini hingga kini masih sekedar 
konsep.
> Walaupun sudah dicoba secara experimental, sangat diragukan akan 
mampu
> digunakan secara komersial.
> 
> Disamping itu, teknologi ini mengandung resiko yang sangat besar 
karena fast
> breeder reactor membutuhkan pendingin logam cair yang sangat mudah 
meledak
> dan jika sampai terjadi kebocoran akan sangat membahayakan 
lingkungan.
> Disamping itu pengendalian reactor ini jauh lebih kompleks dari 
reaktor
> konvensional, akibatnya, tingkat keandalan reaktor tersebut sangat
> rendah.
> 
> PEMERINTAH INDONESIA TIDAK BERPIHAK PADA NASIB RAKYATNYA
> Sejak studi percobaan pertama akhir 1970-an, pemerintah melakukan 
pemilihan
> tapak, lokasi PLTN. Seluruh Pulau Jawa disisir dan ditemukan 14 
lokasi yang
> memenuhi syarat. Percobaan studi kedua, 1980-an, didapat 5 lokasi 
tapak
> terbaik dari 14 pilihan. Tahun 1990-an, studi kelayakan yang lebih 
serius
> memilih satu dari 5 yang terbaik, yaitu Semenanjung Muria. Di 
sekitar
> Semenanjung Muria ada 6 pilihan titik yang dianggap terbaik, 
diseleksi lagi
> menjadi 3 dan akhirnya pilihan terakhir ditetapkan di Lemah Abang, 
Jepara.
> Dengan bantuan pinjaman (hutang) untuk pembangunan reaktor sudah di
> tandatangani, sekaligus kesepakatan dengan IMF dan bank dunia juga 
sudah di
> sepakati. Tahun depan (2008), tender pembangunan PLTN pun final. 
Pemerintah
> memilih tunduk pada IMF/ Bank Dunia, dan korporasi-korporasi 
pemberi bantuan
> pinjaman hutang ketimbang tunduk pada pertimbangan masa depan 
kehidupan
> masyarakat indonesia. Nuklir, jelas berbahaya. Dan, negara yang 
kaya akan
> sumber-sumber energi ini berakhir dengan menjual seluruh kekayaan 
energinya
> dan menggantikan rakyatnya dengan energi NUKLIR, PLTN !
> 
> SEKILAS TENTANG KHNP
> Korean Hydro Nuclear Power Co. LTD
> Perusahaan yang memegang tender pembangunan PLTN MURIA
> 
> KHNP yang akan membangun PLTN itu bukanlah perusahaan yang tanpa 
cacat dalam
> pengoperasian PLTN di negaranya sendiri. Banyak kasus kebocoran dan
> kegagalan yang terjadi dari 16 reaktor PLTN yang dimiliki oleh 
KHNP. Di
> Korea sendiri mereka masih memiliki dua buah PLTN yang dalam proses
> pembangunan. Berikut komentar aktivis anti-nuklir korea, KFEM - 
Korean
> Federation for Environmental Movement, yang di lansir di situs 
WALHI.
> "Di PLTN Young Gwang 5 dan 6 pada akhir tahun 2003 terjadi 
kecelakaan justru
> sebelum dioperasikan. 7 bagian dari 8 bagian batang thermal dan 
peralatan
> keselamatan rusak di dalam reaktor. Radioaktif bocor selama 5 hari 
dari
> sistem pertama ke sistem yang kedua dan mengontaminasi bagunan-
bangunan di
> PLTN Young Gwang 5 pada tanggal 22 Desember 2003. Pihak pengelola 
PLTN tidak
> mengetahui adanya kebocoran dan bahan radio aktif tersebut 
bercampur dengan
> 3.500 ton limbah air (yang sebelumnya masuk ke reaktor sebagai 
pendingin)
> dan masuk ke perairan pantai di Korea. PLTN model Korea sangat 
berbahaya
> sehingga pemerintah China saja tidak menginginkan PLTN model Korea 
dibangun
> di China."
> 
> 
> SEJARAH BENCANA NUKLIR
> Pada tanggal 28 Maret 1979, telah terjadi kecelakaan yang relatif 
kecil di
> TMI (Three Mile Island)-AS, operator tidak menyadari bahwa mereka 
telah
> melakukan prosedur yang salah sehingga mengakibatkan reaktor 
terlalu panas
> dan akhirnya meleleh. Meskipun pada kecelakaan ini tidak terdapat 
korban
> jiwa, namun mempunyai arti yang sangat penting bagi industri 
nuklir. Sebelum
> kecelakaan itu, para ahli nuklir sangat yakin betul akan keamanan 
sebuah
> reaktor nuklir. Terjadinya kecelakaan ini telah membuka mata 
masyarakat luas
> dan para ahli bahwa kemungkinan terjadinya kecelakaan ternyata 
lebih besar
> daripada yang
> diperkirakan. Kecelakaan terakhir dan terbesar terjadi pada tanggal 
25-26
> April 1986 di Chernobil, Ukrania, Uni Sovyet dahulu. Kecelakaan ini 
telah
> melibatkan secara langsung 135 ribu orang, 24.403 diantaranya 
dinyatakan
> terkena radiasi yang cukup berat, dan 29 orang
> menderita akibat yang fatal. Kecelakaan ini bermula dari rencana 
untuk
> mengadakan percobaan untuk mengetahui kemampuan reaktor dalam 
keadaan
> darurat. Kurangnya perencanaan matang dan belum mendapat ijin dari 
yang
> berwenang serta operator yang bertanggung jawab bukanlah seorang 
ahli dalam
> bidang nuklir, mengakibatkan reaktor tidak dapat dikontrol dengan 
baik.
> 
> --------------------------------------------------------------------
------------------
> KITA BUTUH ENERGI YANG MENGHIDUPKAN !!
> KITA TIDAK BUTUH ENERGI YANG MEMUSNAHKAN !!
> KITA TIDAK BUTUH NUKLIR !!
> TOLAK PLTN !!
> --------------------------------------------------------------------
------------------
> **
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke