--- In [email protected], "stephanusmulyadi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >Kalau Cina bisa mendapatkan kayu ilegal dari Indonesia, >pertanyaanya: bagaimana kayu ilegal itu bisa keluar dari Indonesia? >Apa kayu itu bisa jalan sendiri ke Cina? Atau adakah orang Indonesia >yang terlibat di situ? Kalau ada, orang-orang tersebut yang harus >ditangkap, diadili dan dipenjara. > >Adanya permintaan kayu Ilegal dari Cina, tidak akan berarti apa-apa, >kalau tidak ada orang yang melayaninya di Indonesia. Cina minta, ya >sah-sah saja. Yang tidak sah adalah orang yang mengabulkannya. Nah >siapakah orang ini? > >Cina bisa disalahkan sebagai penadah kayu ilegal (hasil curian). >Tapi jangan lupa para malingnya dan para pelindung malingnya juga >salah. Dan mereka itu mungkin ada di Indonesia, dan mungkin juga >orang Indonesia.Cari orang-orang itu. Ada pengalaman di Kapuas >Hulu, Kalimantan Barat. Suatu hari KORAMIL menangkap pembawa kayu >ilegal yang melintas di sungai Kapuas dan menahan kayu ilegal tsb. >Eh besoknya datang pak Polisi marah-marah sama pak Koramil dan >bilang kayu-kayu itu legal. Akhirnya lolos deh kayu-kayu itu. > >Pak Menteri Kehutanan,Pak Kapolri ngapain aja? Kok diam saja? Urusi >dulu maling kayu di Indonesia! > > Salam > Mulyadi ---------------------------------------------------------------------
Bukankah lebih aman menyalahkan pihak lain saja yang tersangkut ? daripada pihak atau orang sendiri yang menjadi maling kayunya atau penguasa/ pejabat yang melindunginya? Dan biasanya maling kayu dan pelindungnya ini jarang berasal dari Papua sendiri yang masih belum secanggih seperti para pendatang dari pulau lainnya yang lebih beradab, bermodal, berotot dan pintar- pintar. Orang Papua mungkin lebih aman hidupnya kalau mereka memilih untuk tetap diam dan merelakan kekayaan alamnya dieksploitasi oleh para pendatang atau orang luar, karena kalau tidak akan menghadapi aneka dugaan dan masalah nantinya. Bukankah kekayaan alam Papua adalah kekayaan alam milik kita bersama juga? Salam
