Bung Anton, punya bahan mengenai surat menyurat Bung Karno dengan A. Hasan ?
Siapa A. Hasan sebenarnya ?
Terimakasih.
Salam, Irry.
anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ah, Komunis itu tak ada hubungannya dengan anti agama, walaupun
Lenin yang pertama kali menjerumuskan pengabaian Karl Marx terhadap
agama menjadi sikap anti pati terhadap agama.Kemudian PKI mengadopsi
sikap benang sejarah kaum abangan yang berjarak dengan Islam santri.
Inilah akar persoalan.
Pak Haniwar sudah baca pikiran-pikiran Bung Karno tentang Karl Marx
itu sendiri?, tentang Islam dan kehebohan pikiran Sukarno tentang
Islam semasa korespondensi dengan A Hassan sewaktu beliau di buang
di Endeh. Saya rasa pikiran Sukarno tentang Nasakom perlu digali.
Tidak memahami Sukarno dan menjadikan Sukarno sebagai fosil
pemikiran bagi saya itu sama sekali A historis.
Ada lagi orang sering paham tentang Materialisme Historis yang
dikiranya sebuah ajaran mengeliminir Tuhan, padahal Materialisme
Historis adalah kajian untuk membongkar atomisme masyarakat.Tak ada
hubungannya dengan wilayah spiritual.
Saya kira program Busway adalah bagian dari penghormatan terhadap
nilai-nilai sosialis yang kini mulai banyak diadopsi kaum kapitalis
bukan karena kesadaran mereka tapi karena kapitalis pun perlu
rasionalisasi. Gendheng masyarakat yang masih memanjakan kaum kaya
dengan jalan mulus dan mobil enam di rumahnya dengan jutaan orang
yang bergelantungan di Metro Mini. Menggadaikan jalan-jalan Jakarta
ke tangan kaum kaya lebih berdosa secara sejarah daripada
menggadaikan jalan-jalan Jakarta ke Busway, kalau itu disebut
pertaruhan tapi biarlah asal pertaruhan itu demi rakyat banyak bukan
cukong atau anteknya cukong.
ANTON