Maaf ya Bung  eh Dik Haniwar,
  Terjebak karena anda selalu mengadress Bung Anton dengan sebutan "Mas Anton" 
jadi saya berkesimpulan anda adalah sepantaran dengan Bung Anton bahkan besar 
kemungkinan lebih muda. Anton yang muda, penuh talenta dan gegap gempita 
usianya hanya satu dua tahun lebih tua dari anak sulung saya. Jadi kalau boleh 
meminjam kata-kata Bung Karno : " Kutitipkan negeri ini kepadamu!" Maka sudah 
barang tentu alamatnya adalah kepada generasi Anton . Generasi saya sudah usai! 
Meskipun kalau mau agak keren  meminjam motto Jendral Douglas Mac Arthur : " We 
are not dying but fading away!" Bukankah Bung Karno berpesan " "For a fighting 
Nation ( People like Us, sic) There is No Journey Ends!" oleh karena itu tidak 
ada pilihan dan kata lain kecuali ( seperti salah satu bait lagu Titik Puspa 
yang baru berulang tahun dengan begitu EXTRA VAGANZA) : "TERUS MAJU, PANTANG 
MUNDUR!" Kita percaya bahwa : " MEMANG KEBENARAN SELALU TERDESAK TETAPI TIDAK 
AKAN PERNAH DIKALAHKAN!", Salam perjuangan Adinda
 Haniwar Tjuk Kasturi Sukiadi 
Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mas Tjuk...yg baik..

sekedar koreksi soal saya dan Dik Anton sepantaran..., kalau analisa 
saya dr berbagai tulisan anda berdua tampaknya, saat G-30 S mas Tjuk sudah 
mahasiswa , sedang Anton masih SD kalo saya ada di SMA.

Jadi Mas Tjuk jelas paling senior diantara kita bertiga,, itu kalo saya 
nggak salah menginterpretasi verita cerita anda.

Ada persamaan. mungkin . ketiganya sepertinya rindu pada Bung Karno... 
yang semangat nya .. yang visinya...yang cita citanya... banyak dilupakan 
orang masa kini...terbuai oleh Suharto yang mementingkan materi.., 
sehiingga harga diri menjadi terbantai..

Kalo saya di tanya kemana ngeri ini mau dibawa... sulit juga saya jawab.. 
lha saya termasuk generasi yg segra fade away kok..., lain lg kalo yg 
ditanya itu mas Anton..

Tetapi seperti Mas Tjuk.. saya juga mau mencoba berbuat hal yang bisa saya 
perbuat..bagi bangsa ini ., misal ikut dalam sebuah pertarungan "kecil" 
yang nyatanya luar biasa susahnya, untuk menggolkan sebuah perpres ttg 
pasar modern, yang akan mencoba lebih mengembangkan pasar tradisional dan 
pengusaha UKM dari tekanan peretail asing misalnya.
Dalam bidang Pertanian , khususnya agrisbisnis peternakan, berusaha untuk 
menyehatkan pikiran yg selama ini dikuasai pihak tertentu yg 
mengatasnamakan peternak kecil , dgn minta begitu banyak perlindungan.. 
menjadi pemain agrobisanis yg terus mencari efisiensi sehingga suatu saat 
mampu bersaing global.. Dan Indonesia bisa jadi seperti Aregentina , yg 
produksi ayam dan sapinya menjadi slah stau yg terbanyak didunia... 
Argentina bisa... kenapa kita tidak ?

Banyak teman, dan senior yg bilang pada saya , buat apa kamu berjuang ..?? 
mrk dulu sudah mencoba tanpa pamrih dan nyatanya tidak juga berhasil... , 
sia sia...dan buang umur saja..

Nyatanya mereka ada benarnya ,dalam kasus perpres utk pasar saja, sudah 
sekian kali ditunda, padahal Komisi VI sudah dukung, Deperin sudah dukung, 
Bapenas Dudah dukumg, DPD sudah dukung, bahkan Presiden kirim sinyal 
positip, tapi nyatanya dgn terakhir perintah dalam inpres yg mengharuskan 
selesai paling lambat 30 oktober , dan draft sudah final pun nyatanya nggak 
kunjung keluar sampai hari ini, dan peretail asing makin dan akan semakin 
merajalela. Begitupun perjuangan dalam bidang pertanian banyak mengalami 
kendala.

Saya yakin itu juga yang dialami Mas Tjuk... dalam soal lumpur 
Lapindo..misalnya.., terlalu sedikit kemajuan diperoleh..

Perosalannya... akankah semua orang baik akhirnya akan menyesal jadi orang 
baik ??/

akan kah orang jahat lebih merajlela jika ornag baik berhenti berbuat 
sesuatu ??

Maka saya cuma bilang.... saya tidak ingin orang jahat merajalela.... dan 
bagi saya kucukupkan dengan usaha.sebisaku .. soal apa jadinya ... ya 
terserah yang diatas lah..

Takjub melihat Cina dan Rusia sudah nggak punya utang yg membebani 
lagi..., senang lihat Argentina dgn gaya sosialisnya jug maju....., Amerika 
latin yang berkobar semangatnya

Lalu sedih betul lihat Indonesia.. yang semakin tenggelam dalam genggaman 
atau paling sedikit stagnan .., bahkan banyak LSM nya pun sebenarnya di 
biayai sono... dan pura pura meneriakkan perjuangan bagi rakyat Indonesia..

Pada generasi Anton .. Budiman Sudjatmiko, Mas Suahimi cs... lah sepantas 
nya Mas Tjuk tanyakan..kemana Indonesia dibawa... semoga mereka bagian dari 
10 pemuda yg di butuhkan Bung Karno utk.. menggoyang dunia ini..

Salam

Haniwar.

Kirim email ke